Indonesia
NovelToon NovelToon
Revenge’S Redemption

Revenge’S Redemption

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Pelakor / Mengubah Takdir / Anak Yatim Piatu / Selingkuh / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Chicklit
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nanachan_

Dalam kehidupan yang tampak sempurna, tersembunyi rahasia kelam yang merubah Luna menjadi sosok yang penuh dendam.

Tumbuh dalam kebahagiaan bersama keluarga kecilnya, kehidupan Luna berubah drastis ketika mengetahui perselingkuhan yang dilakukan suaminya dan fakta bahwa ayahnya tercinta tewas bukan karena kecelakaan, namun pembunuhan kejam dan tragis yang melibatkan suaminya.

Terlihat seperti takdir, namun dalam dirinya terdapat keyakinan lain bahwa suaminya selama ini telah menyembunyikan sesuatu! Menghidupi rasa sakit dan kemarahan yang membara, Luna memutuskan untuk menemukan kebenaran di balik tragedi tersebut…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nanachan_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji Yang Teringkari

HARI-hari berlalu begitu saja tanpa kabar dari Daniel. Sudah seminggu sejak pertemuan terakhir mereka, namun Luna belum juga mendapatkan satu kabar pun darinya. Hatinya mulai gelisah. Daniel sudah berjanji untuk memberikan jawaban pada hari ketiga, tapi sampai saat ini pun Luna masih menemukan dirinya ditinggalkan dalam ketidakpastian.

Luna duduk di sofa apartemen barunya yang sepi. Matanya terus terpaku pada ponselnya, sedangkan jari-jarinya tak henti-hentinya menggulir layar dengan berharap akan menemukan pesan masuk dari Daniel. Namun waktu terus berlalu tanpa adanya tanda-tanda apapun.

Hati Luna penuh kecemasan. Apa yang telah terjadi? Apakah Daniel mengubah pikirannya? Bersamaan dengan kecemasan itu, timbul juga rasa marah yang tumbuh di dalam dirinya. Bagaimana bisa Daniel membiarkannya menunggu begitu lama tanpa penjelasan apa pun? Luna merasa dirinya kini dibuang, ditinggalkan begitu saja tanpa dipedulikan.

Luna nekad dengan mengambil keputusan untuk mencoba menghubungi Daniel. Dia menekan nomor teleponnya dan berharap agar Daniel menjawab panggilannya. Namun suara sapaan mesin perekam hanya terdengar di seberang sana. Luna terus mencoba, dengan harapan yang semakin tipis setiap kali panggilan terputus.

Saat itu, Luna merasakan perasaan putus asa yang mendalam. Suara telepon yang tak terjawab terasa seperti pukulan penyakit yang sudah cukup lama diidapnya. Apa yang sudah terjadi dengan Daniel? Mengapa dia menghilang begitu saja dan tidak memberikan kabar apapun?

...***...

Luna keluar dari apartemennya dengan langkah terburu-buru untuk menjemput Aura pulang dari playgroup. Namun, di jalan, pikirannya sedikit teralihkan saat melewati sebuah kafe kecil. Muncul keinginan untuk membeli secangkir kopi sebelum melanjutkan perjalanan.

Tanpa pikir panjang, Luna memutuskan untuk mampir sebentar dan masuk ke dalam kafe. Namun, saat tersesat dalam menu kopi yang menggoda, pandangan Luna tiba-tiba tertuju pada pria aneh yang baru-baru ini sering ditemuinya tanpa sengaja, dia adalah pria tidak punya sopan santun yang pernah menumpahkan cola di depan Luna saat itu. Dalam beberapa waktu terakhir, mereka sering bertemu tanpa ada sedikitpun percakapan diantara mereka, bahkan mungkin hanya Luna saja yang menyadari kebetulan ini. Karena pria itu selalu sibuk dengan buku catatan yang selalu dibawanya.

Tanpa pikir panjang, Luna segera membayar kopi yang sudah ia pesan, lalu meninggalkan kafe tanpa pertanyaan lagi. Sebenarnya, jika diingat-ingat lagi, pertemuan mereka sangatlah aneh, bukan hanya di kafe ini saja, namun beberapa hari yang lalu juga.

Saat itu Luna sedang berjalan santai melewati jalan yang dipenuhi dengan toko-toko. Tiba-tiba, matanya terpikat oleh keindahan toko bunga yang berjejer rapi di sepanjang trotoar. Dia merasa tertarik untuk membeli bunga segar untuk menghiasi apartemennya. Luna memasuki toko bunga itu dengan perasaan yang penuh harap.

Saat mencari-cari bunga yang sesuai dengan pilihannya, Luna merasa seperti ada seseorang yang berdiri di sampingnya. Ketika dia berbalik, dia terkejut melihat seorang pria yang tampak cukup menjengkelkan dan aneh.

Pria itu memiliki rambut yang berantakan, kemeja hitam yang lusuh, dan celana koyak. Tampak seperti orang yang baru saja bangun tidur lalu terkena badai. Luna sedetik kemudian menyadari bahwa ini adalah pria kemarin yang menumpahkan cola di tas milik Aura! Benar-benar pria aneh, apa juga yang dia lakukan sebenarnya toko bunga ini.

Tanpa ada kata-kata yang terucap, mereka mendapati mata satu sama lain dan saling pandang dengan ekspresi yang aneh. Tidak ada yang tahu harus berkata apa, dan situasinya menjadi konyol. Luna memutuskan untuk mengabaikan keanehan itu dan melanjutkan pencarian bunganya. Dia berharap pria itu akan segera pergi.

Lalu, kejadiannya tidak berhenti disini, tapi sehari setelahnya juga!

Luna pulang ke apartemennya setelah menjemput Aura dari playgroup. Saat masuk pintu gedung, dia terkejut melihat seorang pria aneh itu tengah berjongkok di luar pintu apartemennya, sibuk mengambil sebuah paket. Wajahnya terlihat kaku dan serius, tetapi justru membuat Luna semakin penasaran dengan apa yang sedang dilakukannya.

Tanpa mengatakan sepatah kata pun, pria itu segera berdiri dan menatap Luna dengan tatapan kosong. Tidak ada kata-kata atau teguran dari keduanya. Mereka hanya saling menatap dalam keheningan, seolah terjebak dalam momen yang konyol dan aneh.

Luna mencoba mengatasi ketegangan yang tercipta dengan memberikan senyuman kikuk. Namun, pria aneh itu tidak merespon sama sekali, hanya melanjutkan perjalanannya tanpa memperhatikan Luna.

Saat mereka berpapasan, pria itu secara tidak sengaja menabrak sebuah pot tanaman hias yang diletakkan di dekat pintu apartemen. Tanpa ampun, pot tanaman itu jatuh dan pecah, meninggalkan potongan keramik serta tanah yang berserakan di lantai.

Luna tidak bisa menahan tawa melihat kejadian tersebut. Namun tetap berusaha menahannya sekuat tenaga. Sorenya, Luna mengetahui bahwa pria itu juga penghuni baru di apartemen ini dari seorang Ibu muda yang memiliki anak seumuran dengan Aura juga.

Luna benar-benar tidak habis pikir sebenarnya ada masalah apa di kepala pria itu, aneh sekali rasanya.

Kembali lagi, Luna melanjutkan perjalanan untuk menjemput Aura, sambil membawa secangkir kopi hangat di tangannya. Baru saja ia bisa tersenyum lagi setelah seharian kesal jika mengingat suaminya, kejadian tak disangka menghampirinya lagi, sebuah pertemuan yang mengubah suasana hati Luna menjadi lebih jengkel lagi.

Tiba-tiba, seorang pria menabrak Luna dengan keras dari belakang, membuat kopi di tangan Luna tumpah dan tercecer di tanah. Luna merasa kesal dan kecewa melihat kopi kesayangannya terbuang percuma. Ketika dia menoleh untuk melihat siapa yang menabraknya, kejutan besar menyeruak di wajahnya.

Itu adalah pria aneh yang baru saja dia temui beberapa waktu lalu di kafe dan beberapa hari terakhir ini. Luna menatapnya dengan penuh skeptisisme, bertanya dengan nada sinis, "Apakah kamu mengikutiku?!"

Pria itu, tampak sedikit kebingungan, menatap Luna dengan wajah polosnya dan menjawab dengan serius, "Enggak, memangnya kamu siapa?" jawabnya ikut sinis, tentu saja tanpa permintaan maaf, pria itu kembali lagi fokus pada bukunya.

Entahlah, Luna benar-benar ingin memaki dan menceramahi pria itu, tapi sepertinya dia memang tidak pernah lihat jalan karena sering menabrak sesuatu. Ia berusaha mengabaikannya juga, namun saat Luna hendak melanjutkan perjalanannya, ia menemukan sebuah potongan kertas yang terjatuh di bawah sana, sepertinya ini milik pria barusan yang menabraknya.

Sebelum itu, Luna memastikan bahwa pria itu masih berjalan lurus jauh di depan matanya. Lalu ia memungut kertas tersebut dan mendapati sebuah tulisan nama yang tidak asing. Tertulis disana "Daniel Harrison"

Napas Luna seketika menguap, ini adalah nama suaminya. Ada apa ini sebenarnya? Kenapa ada nama Daniel disini dan apa hubungan mereka berdua. Tunggu... kalau ini seharusnya bukan kebetulan kan?

1
Ni Luh Septi
nyesek nggak sih thor
Kiaaflyv 🦋
baru mulai udah pikun 🙈 Luna, luna
Call Me Ju
Eh, baru juga ama bininya😅 emang deh ni laki
Seruni Kasih
Paket lengkap untuk sebutan lelaki durjana bagi Daniel...peselingkuh, penculik, pembunuh, entah apa lagilah...
Seruni Kasih
Huek! Aku tak bisa hidup tanpa kamu? Dasar buaya Lo Daniel!
Seruni Kasih
Bikin kesel ih si Daniel, jgn" dia sekongkol dgn teman lamanya? Bikin penasaran aja.
Seruni Kasih
Ternyata aq salah sangka, kirain Danie suami idaman, setia, romantis, gak tahunya buaya. Gak bisa bayangin gimana perasaan Luna dikhianati sahabatnya sendiri.
Davina Malik
Hayo loh ada lagi kasus pembunuhan apa gak makin rumit ini. usut terus Luna kamu berhak tahu
Davina Malik
Bener Luna kuras aja isinya habiskan untuk bersenang-senang menghibur diri
Davina Malik
Sampai di sini masih berharap Luna jangan buru-buru dengan hatinya. Take your Time Luna, dont be rush. Lukamu terlalu dalam untuk sembuh begitu cepat.
Davina Malik
Nah bener Luna jadi wanita ga boleh menye2 apalagi urusan hati. sat set gini suka dehhh. keep moving forward
Davina Malik
Awas Luna hati yang rapuh mudah dimasuki dan dimanfaatkan. Tetep waspada ya.
Davina Malik
Kesel kalo ada pewaris tahta yang mempermasalahkan gender, Aura harus tunjukkan meskipun cewek dia juga hebat. lanjut
Davina Malik
Hihhh makin-makin deh Daniel ini bikin overthinking aja
lanjut
Davina Malik
Nggak ada yang kebetulan ini pasti udah diatur. Dan lagi-lagi Daniel terlibat.
Davina Malik
Aura yang kek om itu jangan ditiru ya itu tidak bagus sayang
calliga
Lanjut thor mangat ya
Nanachan: Makasiih kak…
total 1 replies
Davina Malik
lo kebanyakan rahasia Daniel, Luna jengah tau gak sih
Davina Malik
wah main tangan! dia yang slengki dia yang KDRT. Tunggu Daniel giliranmu pasti tiba.
Davina Malik
Bisa ya Luna gak jambak Megan, kondisi anaknya yang bikin semua makin rumit.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!