Tresa diundang oleh teman temannya untuk menghadiri pesta reunian sma. Namun, siapa sangka karena hal inilah ia dipertemukan kembali Dengan cinta pertama sekaligus mantan kekasih nya sewaktu dulu.
Raka, sosok pria yang pernah bersembahyang dihati tresa kini kembali menampakkan hidung. Karena dalam pengaruh alkohol, keduanya tak sengaja melakukan cinta satu malam yang membuat mereka harus menikah. Karena tak mau membuat repotasi kedua keluarga rusak.
Bagaimana kisah selanjutnya? Akankah tresa bisa memaafkan kesalahan Raka sewaktu dulu? Dan apakah Raka berhasil mendapatkan kembali kepercayaan dari tresa?.
Yuk saksikan pernikahan manis yang akan dilalui oleh keduanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon secercah cahaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Curiga
"Raka!". Teriak tresa melihat Raka berhasil membuat keributan dan menarik perhatian orang sekitar. Tampak hidung mancung sang penjual berhasil mengeluarkan darah yang mengalir.
Tresa dengan cepat menarik tangan suaminya dan membawanya ke sudut dekat mobil mereka.
"kamu apaansih? kenapa pukul penjualnya?". Tanya tresa habis akal, bagaimana bisa Raka spontan memukul seseorang. Terlebih lagi seorang penjual, kalau ada yang mempotretnya bisa jadi masalah mereka.
"Sayang, kamu masih tanya kenapa? jelas jelas aku gak terima kamu di goda sama penjual ice cream tadi". Jelas Raka membuat tresa membulatkan matanya. Reaksi tresa hanya diam sambil membuka ponselnya, ia lalu memutar sebuah video yang beredar luas ketika seorang penjual ice cream Turki melakukan hal sama seperti yang tadi.
Raka akhirnya sadar, ternyata memang teknik seperti tadilah yang biasanya dipakai oleh para penjual ice cream Turki untuk menyenangkan para pembeli.
"udah lihat kan? ini alasan aku pengen ice cream Turki, sekarang kamu masuk gih ke mobil kita pulang, aku mau minta maaf dulu sama penjualnya". Pinta tresa pergi meninggalkan Raka dan bergegas menghampiri sang penjual.
Raka merasa dirinya konyol, ia memang tak aktif di sosial media. Ini saja pertama kalinya ia lihat cara seorang penjual berdagang, benar benar memalukan.
Dengan sedikit rasa bersalah dihatinya Raka lantas masuk kedalam mobil sambil menunggu kedatangan tresa. Namun, sesampainya tresa di dalam mobil ia hanya memperlihatkan ekspresi tak puasnya.
"yang? maaf, aku kira tadi tuh si penjualnya lagi godain kamu". Lirih Raka yang tak dibalas sama sekali oleh tresa. Hancur kini mood tresa yang awalnya senang namun berubah ketika Raka tak terduga memukul sang penjual. Untunglah tadi ketika tresa meminta maaf sang penjual memaafkan bahkan menolak uang yang di berikan tresa.
2 bulan kemudian..
Kini kandungan tresa menginjak ke 2 bulan, kejadian waktu lalu sudah dilupakan dan mereka kembali berbaikan. Apalagi kini Raka sudah hampir 80% menguasai teknik mengelola perusahaan. Sebentar lagi Thomas akan pensiun dan memberikan hak waris hartanya pada Raka yang merupakan anak satu satunya. Berbeda dengan tresa, ia hanya berdiam diri di rumah karena tak pernah diizinkan oleh raka pergi keluar sendirian.
"sayang, aku pergi dulu ya ke kantor". Ucap Raka sambil mengunyah roti panggang buatan tresa. Lama kelamaan tresa mulai terbiasa memasak dan membereskan rumah, walaupun terkadang Raka yang paling banyak menghabiskan tenaganya.
Hari ini, Raka seperti biasa bersiap pergi ke kantor dan berpamitan pada tresa. Namun hal aneh muncul karena waktu masih menunjukan pukul 7 pagi, tak seperti biasanya Raka berangkat sepagi ini.
"kamu kok semangat gitu sih? padahal kan biasanya pukul 10 kamu berangkat". Tanya tresa curiga.
"kan semangat 45 sayang, aku pengen disiplin mulai detik ini, saat ini, dan selanjutnya". Ucap Raka membuat tresa semakin curiga. Tresa tak membantah dan membiarkan Raka masuk kedalam mobil.
"sayang hati hati di rumah, kalau ada apa apa hubungi aku". Teriak Raka ketika sudah menyalakan mobil dan menurunkan kaca pintu untuk berpamitan pada istrinya.
Tresa hanya tersenyum sambil melambaikan tangan, saat mobil Raka benar benar menghilang dari pandangan barulah tresa pergi masuk.
Namun baru saja kakinya melangkah melewati ambang pintu, ada rasa yang mendorongnya untuk terus curiga. Tresa merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh raka, hal ini ia yakini karena mengingat wajah tampan suaminya yang dapat menarik perhatian para lintah darat yang ada di perusahaan.
Tresa kemudian bergegas mengambil tas miliknya, ia ingin membuntuti Raka dan melihat keadaan di perusahaan. Untunglah suasana pagi ini terlihat ramai, banyak taxi yang berlalu lalang sehingga tresa tak perlu menunggu lama untuk mendapat kendaraan.
"pak, PT liga group". Ucap tresa ketika berhasil menyimpan pinggulnya diatas kursi penumpang. Mobilpun melaju dan bergegas menuju arah tujuan yang di arahkan oleh tresa.
..
Sesampainya di tempat tujuan, tresa langsung keluar dan membayar sang supir. Ia mulai melangkah masuk kedalam sebuah gedung pencakar langit.
Tresa bergegas menuju ke arah resepsionis untuk menanyakan ruangan Raka. Karena ini pertama kali baginya masuk ke perusahaan milik suaminya.
Setelah mendapat arahan, tresa kemudian bergegas masuk kedalam lift dan menekan tombol yang langsung tertuju ke arah ruangan Raka.
Ketika pintu lift mencapai nomor yang ditekan dan pintu terbuka, Mata tresa yang jeli langsung menyaksikan pemandangan yang membuat hatinya panas. Bagaimana mungkin tak kesal? kini di depan matanya ada Raka yang tengah asik mengobrol dengan seorang wanita bule, tubuh sang wanita tampak tinggi seksi dengan kaki yang jenjangg dan rambut pirangnya.
Tresa kira wanita ini adalah selingkuhan Raka, ia dengan cepat bergegas menekan kembali nomor lift dan bergegas turun. Ternyata benar insting seorang istri, langsung sadar bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh suaminya.
Dengan hancur tresa pergi keluar dan menghentikan taxi yang lewat, ia ingin pulang dan pergi menjauh dari Raka.
Sesampainya di rumah, tresa langsung membereskan pakaian dan memasukannya kedalam sebuah koper. Ia benar benar ingin pulang menemui ibunya untuk mengadu perbuatan yang telah dilakukan Raka.
Setelah semuanya beres, tresa langsung menarik koper dan pergi keluar. Namun ia dikejutkan dengan kemunculan Raka yang tiba tiba.
"Sayang? kamu kenapa? mau kemana?". Tanya Raka ketakutan, ia lantas mendekat kearah tresa dan menahan kepergiannya.
"awas! emang dasar ya cowo kaya kamu itu gak berubah berubah dari dulu, masih aja jadi buaya darat". Teriak tresa membuat Raka sedikit kebingungan.
"Sayang please, kasih aku penjelasan dulu. Jangan kaya dulu lagi, kamu pergi gitu aja tanpa alasan yang pasti". Ucap Raka tak mau hal dulu terulang kembali.
Namun, tresa terus membantah dan memalingkan pandangannya. Ia terus melempar kata kata pedas yang membuat Raka semakin penasaran alasan dibalik tresa ingin pergi.
"pokoknya aku mau pergi!". Teriak tresa langsung mendorong kencang tubuh Raka. Baru saja tresa melangkah keluar dari ambang pintu, tiba tiba tubuhnya langsung lemas dan terasa sesak.
Raka yang menyadari ada yang salah langsung menangkap tubuh tresa yang hampir jatuh ke bawah. "sayang?". Panggil Raka yang tak mendapat reaksi apapun dari tresa.
Dengan khawatir, Raka lalu menggendong tubuh tresa dan membaringkannya di atas kasur. Ia dengan cepat menghubungi dokter untuk memeriksa keadaan tresa.
..
Malam harinya, kini tresa sudah sadar dan masih tetap menunjukan ekspresi kesal. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, ternyata tresa terlalu banyak pikiran.
"sayang? kamu kenapa sih, cerita dong sama aku". Tanya Raka yang masih tak mendapat balasan dari tresa.
"Tumben pulangnya cepet tadi". Ucap tresa akhirnya mengeluarkan suara walaupun dengan nada menekan.
"Tadi aku gak sengaja lewat resepsionis, eh dia bilang kalau ada yang cariin aku. Katanya perempuan, rambutnya pendek, wajahnya cantik, Aku langsung inget kamu. Makanya aku langsung pulang pengen lihat kondisi kamu". Jawab Raka.
Tresa masih diam, dan tak mengeluarkan suara lagi. Ia masih kesal karena Raka tak sesegera memberi penjelasan soal wanita bule tadi.
"yang? kamu kenapa sih, coba jelasin ke aku". Tanya Raka benar benar penasaran. Ia masih belum sadar bahwa tresa bisa marah karena interaksi nya dengan perempuan bule.
"Pantesan kamu semangat kerja, ternyata ada cewe bule yang bikin semangat toh". Sindir tresa yang langsung mendapat tanggapan dari Raka.
"Sayang? jadi kamu cemburu? Yaampun, cewe tadi tuh cuma klien papah". Ucap Raka tak bisa menutupi senyumannya, ternyata tresa tengah cemburu.
"dih, siapa yang cemburu? udah deh, kamu itu kalau playboy bilang aja". Teriak tresa tak terima ia dituduh cemburu.
Namun tampaknya Raka sudah tahu bahwa tresa memang cemburu padanya. "sayang? jangan marah ya, aku berani sumpah kok yang tadi itu cuma klien papah". Ucap Raka sambil menggenggam tangan tresa pelan.
Tak ada respon yang dilihatkan oleh tresa ketika tangannya berhasil di genggam. Hal ini membuat Raka tampak senang, ia lalu mendekatkan wajahnya dan mengecup singkat pipi istrinya.
Tresa lagi lagi tak merespon atau bahkan menolak, untuk kedua kalinya Raka mencium bibir tresa cukup lama.
"aku buka boleh?". Bisik Raka sambil memegang kancing baju milik tresa.
Ting, tong...
Suara bel rumah berhasil membuat aktivitas keduanya terhenti.