Indonesia
NovelToon NovelToon
Sweet Lolipops Of Love

Sweet Lolipops Of Love

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Identitas Tersembunyi / Romansa / Tamat
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: bebekmanisnis

Nalara Aresela Erendra seorang gadis cantik dan manis pemiliki mata indah yang memikat siapapun yang melihat nya. Kerap di sapa Nala. Dia berusia 18 tahun saat ini. Nala memiliki sifat yang sangat baik dan lugu serta agak polos. Dia juga sangat ramah dan ceria, lolipop adalah permen kesukaan Nala.

Saat Nala berusia 15 tahun kedua orang tua nya meninggal dunia dalam kecelakaan mobil. Sejak saat itu Nala berpisah dengan kedua kakak kandung nya yang di asuh oleh kedua tante nya.

Mereka berdua mendapatkan rumah namun tidak dengan Nala tidak ada satupun pihak keluarga yang mau menerima diri nya karna berbagai alasan yang tidak masuk akal bagi Nala.

Dan di tambah lagi Nala harus menerima sebuah perjodohan dengan putra sahabat papa nya, papa nya sudah melakukan sebuah perjanjian dengan sahabat nya akan menjodohkan Nala dengan Putra sahabat nya.

"Kamu siapa?" tanya Nala.

"Calon suami mu."

mau tau kelanjutan nya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bebekmanisnis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bermain

Hari itu Nala merasa sangat bosan di mansion besar itu sendirian karena beberapa pelayan sudah pulang mereka banyak yang tidak tinggal di mansion katanya mereka belum di izinkan oleh Alga untuk tinggal di mansion hanya beberapa pelayan yang di percayai saja seperti Mita dan beberapa lain nya.

"Mita!" panggil Nala pada Mita yang sedang sibuk memotong kuku kaki nya sendiri.

"Iya Nyonya anda mau minta sesuatu?" tanya Mita dengan sigap.

Sedari tadi dia merasa desa karna sedari tadi Nala di kamar nya dia tidak mau kembali ke kamar nya sendiri sekarang Mita yang sedang melakukan kegiatan di kamar nya merasa tidak enak dengan Nala.

"Disini ada lapangan basket?" tanya Nala iseng dia bercanda saja karna baginya tidak mungkin ada lapangan basket di mansion.

"Ada di area belakang mansion," jawab Mita di luar dugaan Nala karna Nala memang tidak tahu ada lapangan basket di sana dia saja baru tinggal di mansion itu ke kamar nya saja dia sering nyasar kalau tidak di temani Mita.

"Benarkan? Kamu tidak berbohong kan?" tanya Nala memastikan.

"Benar Nyonya saya tidak bohong. Nyonya mau kesana?" tanya Mita menawari dari pada Nala terus di kamar nya dan dia bisa kena marah Alga jadi lebih baik mereka segera pergi dari kamar nya.

"Boleh Nala kesana?" tanya Nala antusias.

"Tentu saja Nyonya. Mari saya Antar!" ujar Mita segera bangkit dia pun pergi bersama Nala ke halaman belakang mansion yang cukup jauh jalan kesana nya karna letak nya memang paling belakang mansion tempat itu juga jarang di kunjungi para pelayan.

Setelah hampir setengah jam jalan akhir nya mereka sampai juga bahkan sampai Nala minta gendong Mita. Untung saja Mita sering latihan otot jadi dia kuat gendong Nala sampai di halaman belakang dan sesampai nya disana Nala di buat kagum dengan mewah nya halaman belakang mansion itu.

"Waaah bagus banget!" heboh Nala turun dari gendongan Mita.

"Astaga tulang punggung saya Tuhan," seru Mita tidak dapat merasakan tulang punggung nya lagi setelah menggendong Nala.

Padahal tubuh Nala kecil seperti anak SMP tapi kalau udah di gendong kayak bawah seekor gajah. Sekarang dia merasakan apa yang di rasakan  Aluna saat menggendong Nala.

"Lapangan basket nya besar banget. Nala boleh main basket?" tanya Nala antusias dia seperti mendapatkan  mainan baru yang dapat menghibur kebosanan nya.

"Tentu saja Nyonya."

Nala pun segera masuk ke lapangan basket dia mengambil salah satu bola basket untuk dia mainkan. Sedangkan Mita dia duduk di kursi penonton sambil memijat tulang kaki nya yang agak retak karna ada adegan turun tangga tadi.

"Saya berjanji tidak akan beli mansion," ucap Mita trauma sepertinya.

Nala pun segera bermain basket namun sebelum bermain dia mencepol asal rambut nya kemudian dia segera mulai bermain basket seperti biasanya. Nala sangat jago bermain basket. Dia sering bermain basket dengan Aluna di lapangan sekolah setelah pulang sekolah atau saat sedang gabut saja.

"Semangat Nyonya jangan minta kembali ke kamar dulu tulang punggung saya masih sakit!" pekik Mita yang di balas acungan jempol oleh Nala.

"Ok mari kita bermain sampai puas!" ujar Nala semangat.

Nala pun mulai bermain basket seorang diri dengan satu penonton yaitu Mita yang sibuk pijat kaki nya. Nala memasukan bola basket kedalam ring basket dengan mudah beberapa kali.

Karna keasikan main basket sampai mereka semua tidak sadar sudah berjam jam disana dan langit juga sudah mulai gelap. Di saat itu terlihat seorang pria datang melihat Nala yang sibuk main basket tanpa henti dan Mita yang sudah molor di kursi penonton.

Pria itu tentu saja Alga, Alga agak terkejut melihat Nala yang sangat jago bermain basket, bola basket yang dia lemparkan ke ring basket langsung masuk tidak ada yang meleset sama sekali.

"Menarik."

"KAK ALGA!" teriak Nala menyadari ada Alga di luar laporan dia pun menyapa nya, terlihat jelas tubuh Nala mengeluarkan banyak keringat karna sedari tadi dia tidak berhenti main basket.

"Ha? Neraka?" kaget Mita segera bangun dan dia melihat Alga sudah masuk ke area lapangan basket.

"Waduhh ada Tuan. Semoga saja Tuan tidak lihat saya ketiduran," panik Mita.

"Kak Alga main basket yuk?" ajak Nala dengan nafas ngos-ngosan.

"Tidak sudah malam. Kamu tidak mau makan bersama dengan saya?" tanya Alga dengan nada santai tidak sedingin biasanya.

"Makan? Perut Nala udah lapar. Mau kak!" jawab Nala antusias.

"Kak! Gendong!" pinta Nala tidak kuat jalan lagi kedua kaki nya sakit.

"Biar saya saja Nyonya!" jawab Mita yang langsung datang dengan kecepatan secepat kilat.

"Pergilah duluan," tegas Alga.

Mita lum segera pergi dari sana tanpa babibu dia takut say. Cari aman ajalah wkwkwk.

"Kak Alga mau gendong Nala?" tanya Nala malu malu.

Tanpa menjawab Alga langsung mengulurkan kedua tangan nya. Melihat hal itu Nala langsung nemplok pada Alga. Alga pun menggendong Nala model gendong koala nemplok di pohon.

"Makasih kak. Nala tidak berat kan?" tanya Nala.

"Ti-tidak."

...........

Malam itu kedua nya makan malam bersama tanpa para pelayan karna memang saat Tuan dan Nyonya nya makan seharusnya mereka pergi dan makan di ruangan makan pelayan sendiri, dan hal itu baru di ketahui oleh Nala saat Mita tadi bercerita dengan nya kalau tidak dia tidak akan tahu sampai kapanpun.

"Nala!"

"Iya."

"Kamu suka main basket?" tanya Alga.

"Iya. Biasa nya Nala main sama Aluna," jawab Nala.

"Mau bermain basket dengan saya?" tanya Alga membuat Nala pun antusias menjawab dengan anggukan nya, dia tidak akan menolak lebih seru kalau main berdua dari pada sendirian.

Setelah selesai makan malam Nala bergegas ke kamar nya dia sudah merasa sangat mengantuk tubuh nya juga terasa sakit semua, kali ini yang mengantar nya ke kamar buka Mita melainkan pelayan lain bernama Ani.

"Selamat malam Nyonya Nala semoga mimpi indah," ucap Nia ramah.

"Terimakasih sudah mengantar Nala. Ini hadiah buat Nia," ujar Nala memberikan  sebuah permen lolipop kepada Nia.

"Terimakasih untuk hadiah nya Nyonya."

Nala pun segera masuk kedalam kamar nya. Nia pun merasa senang mendapatkan  hadiah dari Nala walau hanya permen tapi itu cukup baginya.

Saat Nia mau pergi dia melihat Alga datang ke arah nya. "Tuan Alga."

"Dia sudah masuk ke kemar nya?" tanya Alga dengan nafas agak ngos-ngosan seperti nya dia mengira Nala akan nyasar lagi karna tidak ada yang mengantar nya me kamar tadi. Untung saja Nala bertemu dengan Nia tadi.

"Sudah Tuan Alga."

........

1
lily
jangan bnyak makan permen nanti diabetes
lily
tinggi badan Nala berapa emangnya kok kaya anak SMP? 140 cm emangnya? serius
lily
rasanya gmna
lily
jadi pngen punya sahabat kek Aluna
lily
ini sifatnya mandiri tpi manja tapi polosnya kok kebangetan tpi ah sudhlah nikmati saja membacanya
lily
suruh tuh Miko kerja haish kan bisa tu kuliah Nyambi kerja masa iya yg mau biayain malah adiknya harusnya kebalik dih jadi sebel aku sama kakknya
lily
kakk nya Nala kenapa gak nolong adiknya sih jadi gregetan ,, setidaknya dicari kek adiknya dicari tahu keadaanya gmna ,,,
lily
penasaran ketemunya dimna terus berapa lama mereka belajar jadi penembak jitu, itu btuh berbulan-bulan kah? dan sebelum jadi penembak jitu mereka kerja apa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!