Rara Dwi Putri, seorang gadis ceria dan cantik paras nya. kehidupannya yang selalu di uji dengan masalah. Tapi seiring berjalannya waktu Cinta membuatnya bahagia.
Cinta selalu datang di saat yang tepat.tidak tahu itu hari ini esok atau seterusnya.tetap cinta akan datang di waktu yang tepat mungkin kita akan temukan salah sebelum menemukan yang benar.namun cinta akan menemukan jalannya sendiri.
Cinta pertama Rara terlihat indah tapi tidak nyata. Saat cinta tumbuh bersemi anginpun memporak porandakan bunga yang bermekaran.
Tapi disaat itu datanglah cahaya yang terang tidak tahu dari mana asalnya dan juga menghilang bagai kegegelapan malam yang datang.
Setelah waktu yang begitu lama, cinta pun mulai bertumbuh dan bersemi. membuat bunga yang layu kembali bermekaran.
Bagaimanakah cinta itu bisa membuat semuanya menjadi indah.akan butuh waktu untuk kita temukan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi siska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 8 : " ada apa dengan sinta? "
Sinta langsung menarik tangan tania setelah mendengar roy menyatakan perasaannya kepada rara, dan membawa nya pergi jauh dari tempat rara dan roy.
Sin, tunggu dulu. Lepasin tangan aku, ada apa? Kok kamu bawa aku pergi, kan aku mau dengar percakapan mereka berdua." Tania menarik tangannya dari tarikan tangan sinta.
"Mmm__gak ada apa-apa kok tan, tapi gak enak aja kalau tiba-tiba mereka liat kita nguping, kamu terlalu penasaran tan."
"Gak mungkin gak ada apa-apa, keliatan dari muka kamu kalau kamu cemburu, kamu suka ya sama Alex?" tanya tania dengan penuh curiga.
Sinta menjelaskan dengan tenang ke tania, dia juga mengatakan kalau dia menyukai Alex. Tapi sinta gak mau tania bilang hal itu ke rara.
Dari kejauhan rara yang berlari mengejar alex tiba-tiba terhenti karna melihat roy menuju ke arahnya, dia meletakkan kedua tangan diatas lutut sambil menarik nafas panjang.
"Ra, kamu kenapa, kok ngos-ngosan kayak gitu?"
"Eh roy__gak ada tadi lari kejar teman" jawab rara dengan terbata-bata.
"Teman yang mana, sinta atau tania?" tanya roy penuh ragu.
"Bukan, teman satu kelas Roy, oh ya, kamu mau kemana?" jawab rara mengalihkan pertanyaan roy, karna takut melukai hati roy kalau tau rara mengejar alex.
"Aku mau cari kamu ra, oh ya_ teman-teman sekolah sudah tau dengan hubungan kita, gimana menurut kamu ra?"
"Mmm__ya mau gimana lagi. Aku gak apa-apa sih, bukannya bagus ya semua orang sudah tau, jadi kita gak perlu sembunyi-sembunyi lagi." Jawab rara dengan santainya, karna dia merasa lega, biar gak ada lagi yang ganggu roy.
"Cieee,,,yang sudah terang-terangan di depan umum. Oh ya Roy, jaga rara baik-baik ya. Kalau sampai dia terluka kamu langsung berhadapan sama kita." Suara tania terdengar memberi roy ultimatum.
Tania dan sinta datang untuk menemui rara.
Tapi terlihat sikap sinta tidak baik-baik saja, dia sebenarnya merasa kecewa dengan rara, karna sudah mengambil hati laki-laki yang dia sukai. Sejujurnya sinta sudah lama menyukai alex diam-diam, tapi tidak satu orang pun yang tau akan hal itu, dan sekarang tania sudah mengetahuinya. Tapi juga beban di dalam hati nya karna sebetulnya tidak perlu kawatir karna rara sudah punya pacar.
"Hai tan,sin. Kapan-kapan kita jalan bareng ya, bawa pacar kalian juga." Sapa roy kepada sinta dan tania, seakan semesta mendukung hubungan mereka akan berjalan lama.
"Ok Roy, nantik di kabari ya. Oh ya, sekalian ajak temen kamu yang jomblo ya buat temen kita yang satu ni..." gurauan tania membuat sinta kesal dan pergi meninggalkan mereka.
"Sinta, kamu mau kemana, jangan ngambek donk, aku cuma becanda, aku tau kok hati kamu buat siapa." Ucap tania kepada sinta sambil berlari mengejar sinta.
"Ya sudah Roy, aku duluan ke kelas ya. Sampai jumpa." Ucap rara.
"Baik ra, nantik kita telponan sampai dirumah ya."
"Ok,,,daaa..." rara berlalu pergi meninggalkan roy sambil melambaikan tangannya dan tersenyum manis.
"Sin, kamu kenapa sih? aku liat dari tadi sikap kamu aneh. Apa ada yang salah, ada apa,kamu kenapa?,kamu marah karna omongan aku suruh roy ajak temen nya yang jomblo.?" Bertubi-tubi pertanyaan di lontarkan tania ke sinta.
"Gak ada apa-apa kok tan. Aku lagi gak enak badan aja, lagian kamu juga pakai acara bilang kayak gitu sama roy, aku kan malu."
"Maaf ya sinta yang manis, temen aku yang paling baik sedunia. Aku tadi cuma bercanda."
"Ya udah aku maafin, lain kali jangan gitu lagi" jawaban sinta yang membuat tania merasa lega.
Tania memang kalau bercanda suka kelewatan tapi memang seperti itu sifatnya yang sangat sulit di ubah. Tapi rara dan sinta sudah pahan akan hal itu,walaupun sesekali mereka suka kesal dengan candaan tania.
Pelajaranpun dimulai, guru pun sudah datang dan semua kembali fokus.
Setelah jam pelajaran usai, semua siswa dan siswi pun pulang.
"Teman-teman. Aku duluan pulang ya? Sinta kamu baik- baik aja kan?. Aku liat kamu murung sejak tadi!!!" ujar rara kepada sinta.
"Aku gak apa-apa kok ra, cuma sedikit lelah ja" jawaban sinta sambil tersenyum halus ke rara.
"Beneran? sebaiknya kamu segera pulang dan istirahat di rumah sin, atau perlu kita antar dulu.
"Gak perlu kok ra, aku baik-baik aja. Oh ya, kamu kan lagi buru-buru, duluan gih pulang, ntar roy lama nungguin." Jawab sinta dengan ramahnya.
"Oke sin, syukurlah kamu baik-baik aja. Aku gak pulang sama roy, dia latihan basket dulu. Aku buru-buru karna mau pergi sama ibu ke tempat saudara. Besok kita kan libur. Jadi aku dan keluarga mau ke rumah paman, jenguk istrinya yang sakit. Kalau gitu aku duluan pulang ya sin,tan, daa..." rara pun pergi meninggalkan teman-temannya dan langsung bergegas pulang ke rumah."
Bersambung...
"karya ini merupakan karya jalur kreatif"