Indonesia
NovelToon NovelToon
Bramasta

Bramasta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen School/College / Fantasi Urban-Percintaan Modern
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: oryzae sativa

Bramasta terancam putus sekolah setelah rahasia terbesarnya terbongkar oleh seorang gadis cupu bernama Keiyona. Tak disangka kehadiran Keiyona mampu mengubah hidup seorang idola bernama Bramasta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oryzae sativa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kotak Misterius

Keiyona memasuki kelas, melintasi barisan meja dan kursi yang tertata rapi. Menuju barisan paling belakang. Ia meneliti seseorang yang menduduki kursinya. Mendekati lalu menatapnya penuh selidik. Keiyona mengerutkan dahi. Ia menahan debaran jantungnya. Belum cukupkah perlakuan geng sadis tadi? Kedatangan Bram tentu akan berujung petaka baginya, lagi.

"Minggir!" ucap Keiyona.

Bram berdiri, ia sempat meneliti wajah Keiyona sebelum melangkah pergi. Ia meninggalkan sebuah kotak di atas meja Keiyona.

Keiyona menjatuhkan bokongnya di kursi. Menghembuskan nafas, kasar. Tangan mungilnya meraih kotak itu, membukanya perlahan. Kassa, plester dan antiseptik.

Gadis itu menggumam, "Apakah Bram tahu kejadian tadi?" Ia menarik nafas dalam, kemudian menghembuskan perlahan.

***

Sepulang sekolah Bram memberikan pak Jono beberapa lembar uang, menyuruhnya pulang.

Bram menghentikan taxi. Taxi berwarna biru yang ia tumpangi melaju menyusuri jalanan Ibukota. Siang hari seperti ini Jakarta tidak macet. Hanya dalam waktu dua puluh menit Bram sudah sampai di tempat tujuan, Rumah Sakit Ketergantungan Obat.

Ia berjalan menuju tempat pendaftaran. Mencari info Dokter yang berpraktek sore hari. Kebetulan sekali ada Dokter Rio di jam 16.00. Artinya ia masih punya jeda waktu sebelum ke panti.

Anak lelaki berseragam SMP itu memutuskan untuk menyudahi acara pemberontakan yang dirasa tanpa hasil. Ia ingin memperbaiki hidupnya. Berkonsultasi agar terbebas dari jerat narkoba.

Setelah mendaftar, Bram mencari letak kantin. Perutnya lapar. Ia berjalan menyusuri lorong, melewati pintu-pintu bertuliskan nama Dokter. Di ujung lorong ada sebuah taman dengan air mancur sebagai penghias. Matanya menangkap sebuah bangunan terpisah di seberang taman. Beberapa orang duduk di sana, menikmati sajian. Di depan bangunan itu terdapat tulisan 'kantin'. Hati Bram bersorak gembira.

Dengan langkah tergesa, dia memasuki bangunan itu. Mencari tempat kosong. Matanya memindai buku menu. Memesan ayam bakar dan segelas jus jeruk. Ia menikmati makanan sembari memperhatikan lalu lalang pengunjung Rumah Sakit. Jam di pergelangan tangannya menunjukkan pukul 15.30. Artinya sebentar lagi Dokter datang. Bram menyudahi makan, berjalan menuju ruangan Dokter Rio.

Bram menghentikan langkah di depan ruangan berpintu hijau, nomor 216. Menghampiri perempuan muda berseragam perawat.

"Sus, apa Dokter Rio sudah datang?" tanya Bram pada perawat itu.

"Sebentar lagi, nanti dipanggil kalau beliau sudah datang. Silakan menunggu di kursi itu." Perawat itu menunjuk kursi tunggu pasien dengan sopan. Ia bertugas mendampingi Dokter Rio.

Bram melirik name tag perawat itu, Vika. Namanya Vika. Cantik dan ramah juga dewasa.

Pasien di dominasi remaja, berjenis kelamin laki-laki, meskipun ada beberapa perempuan. Ada yang bertato, telinga dan hidung bertindik. Ada yang setengah mabuk. Ada yang bicara melantur.

Ada yang tiba-tiba menegur Bram, "Elo orang baru ya?" tanya lelaki bertato itu. Usianya lebih tua dari Bram.

"Iya, Bang gue baru mau konsultasi aja." Bram menjawab dengan mantap.

"Kita semua dulu juga kayak elo, Bro! Gue lihat kondisi lo masih jauh lebih baik dari gue. Dulu gue dibawa kemari gegara over dosis. Beruntung gue nggak mati saat itu. Gue masih bisa hidup sampai sekarang. Setidaknya gue bisa berbuat lebih baik lagi. Jadi manusia berguna, nggak jadi sampah masyarakat. Yang lebih penting lagi Emak gue nggak perlu nyesal ngelahirin gue ke dunia."

"Apa semua yang ada di sini senasib, Bang?" tanya Bram penasaran.

"Sebagian besar iya. Sumpah demi apapun zat laknat itu datang dari neraka jahanam. Beberapa otaknya udah tinggal dikit, susah nyambung diajak ngomong. Ada yang kena hepatitis, hiv/aids. Pokoknya macem-macem dah. Malahan nggak sedikit yang berakhir dengan gangguan kejiwaan. Amit-amit kalau berakhir dengan infeksi HIV lalu berujung dengan Aids. Aids itu kan sekumpulan penyakit yang ikut nimbrung ketika seseorang kena HIV yang bikin daya tahan tubuhnya menurun. Jadilah paket lengkap. Elo kudu bersyukur tobat lebih cepat,"

"Kok bisa gangguan kejiwaan, apa hubungannya?" Bram mengerutkan dahi tak mengerti.

"Obat-obatan laknat itu kan kerjanya mempengaruhi susunan syaraf. Tanpa keperluan yang jelas itu obat di pakai tanpa aturan pula. Alhasil ya begitu lah jadi setengah miring otaknya."

Sepertinya pria bertato itu banyak tahu tentang penyalahgunaan obat.

"Elo masih sekolah apa gimana, Bang?"

"Gue SMA, bentar lagi lulus. Ketuaan sih sebenarnya. Itulah hidup gue jadi ancur-ancuran. Di sini pasiennya itu-itu aja. Paling satu-dua orang yang baru. Kita ada buat grup. Fungsinya buat kasih semangat dan dukungan bagi anggota baru biar nggak nyerah di tengah jalan karena merasa sendirian. Kadang kita juga buat kegiatan amal. Lo kudu gabung lah. Sayang energi lo kalau nggak disalurin ke hal-hal positif. Kebuang sia-sia tanpa makna."

Bram terhenyak. Betapa konyol selama ini dirinya. Seketika ia mengingat Keiyona dan anak-anak panti. Sekarang, ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana para pemakai narkoba itu, berakhir. Tragis. Tekadnya semakin kuat, ia malu. Malu pada kebodohannya.

"Ah iya, Bang. Gue usahain gabung. Semoga terapi gue berhasil. Gue nggak perlu merasakan sakit lagi ketika ketagihan," mata Bram berbinar. Ia bersyukur dipertemukan dengan orang-orang baik.

"Bulan depan ada giat, Bro! Kampanye tentang bahaya narkoba. Seru banget lo musti ikut lah tambah pengetahuan. Kan ilmu nggak dari bangku sekolah aja. Gue juga awalnya bodoh, nggak ngerti apa-apa. Setelah aktif di kegiatan ini gue jadi lebih banyak tahu dan semakin mencintai hidup gue."

"Gue malu banget, Bang. Kemaren gue lagi sakau ketahuan sama teman gue, cewek pula. Gue pengin banget berhenti tapi setiap gue mau berhenti tubuh gue nagih. Rasanya tuh kayak orang mau mati, Bang sakit banget. Alhasil gue make lagi make lagi."

"Apapun alasannya, elo bersyukur ada di tempat ini. Setelah ini lo harus menatap matahari dengan diri lo yang baru. Buat apa hidup kalau nggak berguna."

"Semoga." Diam-diam Bram merapal doa.

"Gue Anto, lo lihat gue serem gini badan penuh tato. Boleh percaya boleh nggak, gue sebenarnya hello kitty. Paling nggak bisa lihat Emak gue meneteskan air mata gegara gue. Itu alasan terbesar gue." lelaki bertato yang mengaku bernama Anto mengangsurkan gawai ke arah Bram.

"Masukin nomor hp lo. Nanti gue masukin grup biar lo tahu apa aja kegiatan kita. Intinya kita kampanye dengan tujuan mengedukasi masyarakat terutama anak muda supaya terhindar dari bahaya narkoba."

Bram mengetik beberapa angka di hp pria itu. Ia masih mencerna perbincangannya dengan Anto. Lelaki itu seperti virus yang menginfeksi kebaikan.

Perawat mulai memanggil nama pasien satu per satu.

"Bramasta..."

Giliran namanya dipanggil, ia melangkah menuju ruangan Dokter Rio. Bram melambaikan tangan ke arah Anto, "Gue duluan, Bang. Nanti berkabar aja ya."

Anto tersenyum, mengacungkan jempol pertanda setuju.

1
dewi patmawati
mampir thor
Erni Fitriana
start y thor
rowiethelabel
Baru kali ini baca karya yang bikin lupa waktu. Sumpah! Sampe enggak nyadar udah jam berapa!
Manah Dabukke
Thor aku ini manggil author lho bukan Thor temennya Kapten Amerika, jadi dimohon segera untuk up bab selanjutnya!
oryzae sativa: Sabar bok_ebooookkk
Othor mo pergi ke gunung dulu cari ilham, yak
total 1 replies
blouses and houses
Makasih thor... hiks sampe terharu aku tuh hiks. walaupun gatau berapa lama ga update tapi aku masih inget ceritanya kok.
oryzae sativa
Happy New year readers...
Terimakasih yg sudah mampir
Happy reading
SizzlingTeapot
Jaga kesehatan selalu ya thor.. aku kebawa perasaan banget nih huhuhu
Susi Ana
jempol hadir, mampir ya
Badai Putih
Terdebest sihh kalau baca karya-karya author, apalagi sambil rebahan gini dan mendukung halu sebelum tidur wkwkw
Rani Pergiwo
Nyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!