Indonesia
NovelToon NovelToon
Dipersatukan Oleh Perjodohan

Dipersatukan Oleh Perjodohan

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Contest / Patahhati / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:55.2k
Nilai: 5
Nama Author: Alifa Putri

Apa jadinya kalau dua orang yang berlainan jenis sama-sama cinta tapi Disatukan Oleh Perjodohan?

Syakirah yang memiliki masa lalu buruk dengan Ahmad merasa enggan untuk memulainya lagi dari awal. Tapi, lama kelamaan akhirnya Syakirah mau mulai dari awal tanpa ada hubungan apapun, hanya sebatas teman saja tidak lebih.

Sampai akhirnya Ahmad dan orang tuanya datang ke rumah Syakirah dan meminta Syakirah secara baik-baik. Tapi hubungan mereka berdua hanya terikat tali pertunangan, bukan tali pernikahan karena umur mereka yang terbilang masih sangat muda. Dan mereka akan menikah jika mereka sudah siap nanti.

Ikuti terus kisahnya kalau kalian ingin tahu lanjutannya ^_^
Jangan lupa like, komen dan vote ya... ^_^




ig : alifa_putri527@gmail.com

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alifa Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemarahan Wahyu

Hari ini Wahyu berangkat lebih pagi dari pada biasanya. Dia begitu sangat marah, sebenarnya jika Syakirah jujur apa yang terjadi dengannya mungkin dia tidak akan semarah ini. Karena Syakirah sudah berbohong jadi dia begitu sangat marah. Wahyu sudah berkutik dengan komputernya, setelah setengah jam dan jam menunjukkan pukul tujuh pagi, bel masuk kerja sudah berbunyi.

Syakirah, Rey, Ryan, dan Navile sudah masuk dan mereka melihat Wahyu yang sedang membuat laporan di komputernya. Awalnya mereka bingung kenapa Wahyu datang lebih cepat dari pada biasanya, tapi mereka berfikir positif, bahwa Wahyu datang lebih pagi karena pekerjaan yang tertunda waktu weekend.

Syakirah sudah duduk di meja kerjanya, entah kenapa perasannya begitu tidak enak, apalagi saat melihat Wahyu yang dari tadi diam sambil membuat laporan. Syakirah berfikir bahwa dia mempunyai kesalahan pada Wahyu.

Kenapa perasaanku tidak enak begini ya? Apalagi tadi aku melihat Wahyu melihatku dengan tatapan amarah. Apakah aku punya masalah dengannya ya? ujar Syakirah dalam hati.

Syakirah melanjutkan pekerjaannya, karena siang ini dia akan melamar sebagai karyawan tetap di pabrik XX ini, jadi dia memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat.

***

Syakirah dan teman-temannya sudah ada di kantin dan memakan-makanan mereka. Syakirah bingung dari tadi dia melihat Wahyu diam saja, tidak bicara sama sekali. Jangankan bicara Wahyu melihatnya saja tidak.

Ada apa dengan Wahyu ya? Apa aku bertanya saja padanya!? ujar Syakirah dalam hati.

Karena sudah tidak tahan dengan sikap Wahyu, jadi Syakirah putuskan untuk bertanya kepada Wahyu.

"Wahyu dari tadi aku lihat kau diam saja. Apakah kau sakit?" tanya Syakirah khawatir. Wahyu hanya diam tidak menjawab pertanyaan Syakirah.

"Wahyu!" ujar Syakirah memanggil Wahyu.

"Hm." jawab Wahyu dengan gumaman.

"Apakah kau sakit? dari tadi kau diam saja, tadi aku tanya juga diam!" tanya Syakirah lagi.

"Tidak." singkat, padat, dan jelas.

"Hm? tidak. Lalu kenapa kau dari tadi diam saja?"

"Tidak apa-apa."

"Kau yakin?"

"Ya."

Setelah memastikan Wahyu baik-baik saja, Syakirah melanjutkan makannya.

Setelah selesai makan, mereka langsung bergegas ke ruang Bu Ariana. Karena mereka sudah membuat janji dengan Bu Ariana. Tak lama mereka sudah sampai di depan ruangan Bu Ariana. Syakirah mengetuk pintu yang terbuat dari kaca yang ada di depannya ini.

Tok...Tok...Tok...

"Bu Ariana." ujar Syakirah.

"Ya, silahkan masuk." setelah mendapat jawaban dari Bu Ariana, mereka langsung masuk dan berbaris di depan meja Bu Ariana.

"Navile, saya senang akhirnya kamu melamar sebagai karyawan tetap di pabrik XX ini." ujar Bu Ariana kepada Navile sambil tersenyum.

"Ya, Bu. Sesuai dengan perkataan saya tiga tahun yang lalu. Saya akan melamar sebagai karyawan tetap, jika teman-teman saya sudah bekerja disini." jawab Navile. Bu Ariana hanya tersenyum.

"Baiklah, saya akan menjelaskan seleksi yang akan kalian lakukan. Ingatlah baik - baik karyawan tetap tidak semudah karyawan kontrak, jadi saya berharap kalian betah." setelah mengatakan itu, Bu Ariana langsung menjelaskan apa yang harus dilakukan sebagai karyawan tetap. Mereka mendengarkan dengan seksama apa yang disampaikan oleh Bu Ariana.

Setelah cukup lama mendengarkan penjelasan dari Bu Ariana, mereka keluar dari ruangannya.

"Waaahhh, bisa gila aku jika seperti tadi. Sangat merepotkan menjadi karyawan tetap ternyata. Ya, meskipun memiliki gaji yang lebih besar tapi pekerjaannya sulit sekali. Aaarrrggghh." ujar Ryan frustasi. Dia sangat frustasi sekali mendengarkan penjelasan dari Bu Ariana tadi, karena memang menjadi karyawan tetap sangat sulit. Apalagi saat nanti seleksi bisa gila dia.

"Tidak apa-apa. Kita pasti bisa! Jangan bicara begitu!" ujar Navile menenangkan Ryan.

"Bagaimana bisa kau bilang begitu? Ck... jika seperti ini jadinya, lebih baik aku tidak usah melamar sebagai karyawan tetap di sini." ujar Ryan.

"Sudah, tenanglah!" ujar Rey menenangkan Ryan. Sementara, Syakirah sendiri juga bingung, begitu sulit disini untuk menjadi karyawan tetap. Dia berfikir apakah ibunya akan mengizinkannya, karena karyawan tetap harus pulang lebih malam dari pada biasanya.

Sementara Wahyu langsung berjalan di tengah-tengah mereka, yang membuat mereka semua harus minggir ke samping agar tidak bertabrakan dengan Wahyu. Ryan pun terkejut dengan Wahyu yang tiba-tiba berjalan di tengahnya.

"Ada apa dengannya? Kenapa dia seperti itu?" tanya Syakirah bingung.

"Entahlah, dari tadi dia seperti itu. Aku juga bingung." jawab Rey yang tak kalah bingung dengan Syakirah.

Syakirah yang melihat sikap Wahyu seperti itu, langsung ingat dengan pertemuannya dengan Ahmad, dia langsung melihat Rey. Rey yang dilihat Syakirah seperti itu langsung salah tingkah.

"Eehhmm... Syakirah kenapa.... " belum sempat Rey melanjutkan ucapannya, Syakirah langsung memegang kedua lengan Rey.

"Rey, apa yang kau katakan pada Wahyu saat kau berbicara padanya pulang kerja minggu kemarin?" tanya Syakirah panik.

"Hmm... dia bertanya apa yang terjadi padamu dan aku menjawab bahwa kau baik-baik saja, dan kau juga berjalan-jalan dengan Kiya." jawab Rey santai. Tak lama Rey tersadar akan ucapannya, dia terkejut apa yang dia katakan.

"Syakirah, jangan-jangan Wahyu marah karena melihat kau bertemu dengan Ahmad."

"Aku juga baru ingat kalau kak Kiya bertemu dengan Wahyu weekend kemarin. Aku yakin sekali kalau Wahyu sedang marah denganku." selesai mengucapkan tadi Syakirah langsung berlari mengejar Wahyu. Sementara, Ryan dan Navile hanya menatap bingung. Sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka. Begitu gumam mereka berdua.

Setelah berlari untuk mencari Wahyu, akhirnya Syakirah menemukan Wahyu yang sedang berjalan ke arah lorong yang menuju belakang pabrik. Syakirah langsung berlari mengejar wahyu dengan nafas terengah-engah.

"Wahyu tunggu, tolong berhenti!" ujar Syakirah sambil mengejar Wahyu. Wahyu tak mengubris perkataan Syakirah, dia tetap berjalan menuju belakang pabrik.

Setelah Syakirah berlari, dia berhasil menggapai tangan Wahyu dan membuat Wahyu berhenti. Dia menormalkan nafasnya, dia mulai bicara.

"Wahyu, apa kau marah padaku?" tanya Syakirah, yang tidak dijawab dengan Wahyu. karena kesal, akhirnya dia membalikkan tubuh Wahyu, agar Wahyu menatapnya. Wahyu hanya memberikan ekspresi datar.

"Wahyu, aku mohon jawab aku! Apa kau marah kepadaku karena aku bertemu dengan ahmad?" tanya Syakirah.

"Pikirkan hal itu dengan pikiranmu sendiri Syakirah! Aku pikir persahatan kita selama ini ada artinya, ternyata tidak. Kau bahkan juga tidak menceritakannya kepadaku bahwa kau bertengkar dengan Ahmad. Apa sesulit itu untuk bercerita tentang dia? Aku juga tidak akan memarahimu. Syakirah aku sudah menganggapmu seperti keluargaku sendiri. Apa kehadiranku selama ini tidak ada artinya untukmu?" ujar Wahyu dengan amarah. Syakirah yang mendengar ucapan Wahyu hanya bisa menangis tersedu-sedu. Untung saja lorong yang menuju belakang pabrik sepi, jika tidak mungkin mereka akan dilihat oleh orang.

"Tidak.... Tidak seperti itu Wahyu. Aku.... Aku hanya tidak ingin merepotkanmu terus-menerus Wahyu. Aku sudah cukup merepotkanmu lima bertahun-tahun ini." ujar Syakirah sambil terisak.

"Aku bahkan tidak merasa kerepotan Syakirah. Justru aku senang kau mau berbagi cerita denganku, aku jadi merasa di anggap. Tapi kenapa kau tidak cerita denganku masalahmu dengan Ahmad?"

"Aku takut..... Aku takut kau marah Wahyu."

"Justru ini membuatku marah. Kau menyembunyikan masalahmu sendiri tanpa cerita denganku. Apa kau sudah tidak menganggapku sebagai sahabatmu lagi?"

"Tidak, tidak seperti itu Wahyu. Aku mohon maafkan aku. Aku mohon padamu. Aku berjanji akan menceritakan masalahku padamu. Aku mohon maafkan aku Wahyu!"

"Pikirkan kesalahanmu Syakirah!" ujar Wahyu sambil melepas cengkeraman Syakirah yang ada di lengannya. Setelah itu dia pergi meninggalkan Syakirah sendiri.

"Wahyu, aku mohon maafkan aku. Maafkan aku wahyu, aku mohon!" ujar Syakirah teriak sambil terisak. Saat ini Syakirah sudah terduduk lemas dilantai dan menatap punggung Wahyu yang berjalan menjauhinya.

Syakirah aku kecewa padamu. Aku merasa tidak di anggap disini, Syakirah. Maafkan aku yang tidak bisa menjadi sahabat yang baik untukmu. ujar Wahyu dalam hati dan berjalan lebih jauh lagi.

Rey yang mendengar suara Syakirah yang sedang menangis dan melihat Syakirah terduduk lemas dilantai. Dia langsung berlari mendekati Syakirah dan memeluknya.

"Tenanglah Syakirah!" ujar Rey menenangkan Syakirah.

"Rey, Wahyu.... hiks....Wahyu.... Wahyu marah kepadaku Rey, dia marah kepadaku Rey." ujar Syakirah terisak.

"Sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan kalian sih sebenarnya?" tanya Ryan bingung. Melihat Ryan yang berkata seperti itu, Navile langsung menendang kaki Ryan yang membuat Ryan meringis kesakitan.

"Hei, apakah kau bisa diam?" ujar Navile setengah berbisik sambil memelototkan matanya, agar Ryan bisa diam. Mendapat pelototan dari Navile membuat Ryan bungkam.

"Tenanglah Syakirah. Aku akan coba berbicara dengan wahyu." ujar Rey

"Tidak. Biarkan aku yang menjelaskannya." ujar Syakirah sambil berdiri.

"Tidak. Wahyu sedang marah kepadamu, berhentilah untuk bertemu dengannya sementara waktu ini. Aku mohon!" ujar Rey memohon.

"Tapi Rey..... "

"Tenanglah, aku yakin dia akan memaafkanmu."

"Benarkah seperti itu?"

"Iya, tentu saja."

Maafkan aku Syakirah, karena membohongimu. Aku tidak tahu apakah Wahyu mau memaafkanmu, tapi aku akan berusaha sebaik mungkin. ujar Rey dalam hati.

"Syakirah, aku mohon pulanglah sekarang, badanmu terasa panas. Aku mohon!"

"Tapi......"

"Aku mohon!"

"Baiklah." ujar Syakirah pasrah.

Setelah mengantarkan Syakirah ke ruang Bu Ariana untuk meminta izin pulang. Rey membantu mengemasi barang-barang Syakirah yang ada dimeja kerjanya. Karyawan yang ada disana merasa bingung melihat mata Syakirah yang sembab, tapi mereka tidak bertanya karena situasi tidak memungkinkan. Setelah mengemasi barang-barang Syakirah, Rey mengantarkan Syakirah ke tempat parkir. Syakirah sudah menyalakan mesin motornya dan bergegas untuk pulang.

"Rey, apakah Wahyu akan memaafkanku?" ujar Syakirah.

"Ya, tentu saja. Pulanglah, istirahatlah, kau terlihat pucat." ujar Rey.

"Baiklah, aku pulang dulu ya. Assalamualaikum." pamit Syakirah.

"Waalaikumsalam."

Setelah berpamitan, Syakirah pulang dengan perasaan sedih. Sementara Ryan dan Navile melihat ke arah Rey dan bertanya kepadanya.

"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Ryan kepada Rey.

Mendengarkan pertanyaan Ryan, akhirnya Rey bercerita tentang Syakirah yang bertemu dengan Ahmad di pasar malam saat malan minggu. Rey menceritakan dengan detail agar Ryan dan Navile dapat mengerti. Setelah setengah jam Rey bercerita, akhirnya dia menghela nafas berat.

"Haaaah..... " helaan nafas Rey begitu sangat berat sekali.

"Ck... jadi lelaki br*ngs*k itu bertemu dengan Syakirah lagi. Sebenarnya apa yang dia inginkan sih?" tanya Ryan kesal.

"Hmm... aku tidak tahu. Sudahlah jangan memikirkan hal itu, sekarang kita harus memikirkan bagaimana caranya kita menjelaskan kepada Wahyu!" ujar Navile.

"Ya, kau benar. Kita harus mencari cara!" ujar Rey.

Setelah berbicara cukup lama, akhirnya mereka memutuskan untuk masuk pabrik lagi, karena masih jam dua siang dan belum waktunya untuk pulang, hanya saja waktu mereka senggang karena harus mendengarkan penjelasan dari Bu Ariana tadi. Mereka memutuskan untuk menjelaskan kepada Wahyu saat emosinya sudah reda. Percuma saja menjelaskannya pada Wahyu sekarang, yang ada masalahnya menjadi panjang.

***

Sementara Syakirah sendiri sedang ada dikamarnya, dia tengah berbaring di ranjangnya dan mengompres dahinya. Syakirah terkena demam. Syakirah sampai dirumah lima belas menit yang lalu, karena pabrik tempat Syakirah bekerja tidak jauh dari rumahnya, jadi dia cepat sampai rumah.

Saat Syakirah sampai di rumah, ibunya merasa bingung, padahal belum waktunya Syakirah pulang kerja. Akhirnya ibunya keluar dan mendapat'i Syakirah yang begitu pucat dan lemas. Ibunya panik dan langsung membawa Syakirah ke kamarnya. Ibu Syakirah menyuruh Syakirah untuk berganti pakaian, sementara ibunya mengambil air dan handuk untuk mengompres Syakirah. Tak berselang lama, ibunya sudah melihat Syakirah tertidur dan meninggalkannya.

"Maafkan aku Wahyu. Maafkan aku." ujar Syakirah di tengah kesadarannya. Akhirnya dia tertidur di kamarnya.

Bersambung.......

1
Cinta Misnaming
Lanjutannya yang banyak yang thor hahaha *banyak nawarnya
junemoment
Tuh kan bersambung :( aku nungguinnya kaya nunggu doi yang turun dari langit #Ea sehari berasa seribu tahun‾
Diambil Oleh Anggur
Kalau lagi buntu ide bisa istirahat dulu thor sambil denger lagu, baca cerita yang thor suka atau nonton film! Asal jangan lupa ya kalau ditungguin pembaca xixi
SnowySecret
wah kelamaan up nya. mendingan enggak usah up aja Thor daripada kami kelmaaan nunggu. jadi lupa alur cerita nyaa. jadi kesel
SizzlingTeapot
Udah aku masukin ke rak buku dong‾ Aku tinggalin jejak komen juga di sini biar author semangat‾‾
booksand peonies
ditiunggu kelanjutannya thor
Cinta Insta
Malesnya aku jadi senyum-senyum sendiri baca ceritanya thor.. daku tunggu nextnya
infinite soul
Bang! Hayati gak bisa tidur nih gegara othor gantungin ceritanya :(
indigosparkle
Duhhh kemana aja aku nih! Seseru ini ceritanya‾
ruby sunn
Semangat kak..., ditunggu lagi up terbarunya嬉汳ェ剌
Diambil Oleh Anggur
Ceritanya bagus, kok, thor. Jangan lupa perhatiin tanda baca ya, hehe.. Fighting fighting kakak author‾
LiveChic
Baru kali ini baca karya yang bikin lupa waktu. Sumpah! Sampe enggak nyadar udah jam berapa!
HotBabe
Aku pengen bisa buat cerita kaya kamu Thor. Kamu selalu bikin orang-orang bahagia karena karyamu dibaca orang lain :)
TickleStar
cepat up tor di tunggu tiap hari nie
moon struck traveller
Thor, ceritamu bikin moodku seperti pelangi wkwkw
Berkilau
bagus kok thor aku kalo baca novel gak liat rating kok.
isntit darling
Aku udah mampir nih! Ternyata emang seru ceritanya. Lanjut thoor
HippySunshine
Ah, lanjutannya gimana nih? Aku udah kepo pake banget huhu
zuluandzephyr
Kamulah mimpiku setiap malam Thor :( lanjutkan!
park seul lee (박 슬 이)
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!