Kisah Pewaris Kerjaan Bisnis tersohor Yang harus menikahi Gadis Miskin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mania Puspa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
blokir kartu
"Mas...Gimana kita mencari keberadaan adikmu...bahkan nama dan fotonya saja tidak punya",Ucap Sela....
"Mas..punya Sela...Ada foto bayinya..dikalung mas...didalam liontinnya...ada 2 foto bayi...1 fotoku dan 1 nya lagi foto adikku..."jawab Adam
"Kalau begitu kita buat pengumuman saja gimana mas?"Jawab Sela
"hm...tidak...karna akan banyak yang mengaku sebagai adikku.",Jawab Adam yang kemudian mencium pucuk kening Sela...
Adam dan Sela saling mendukung...dan pasti Sela yang lebih lelah karena harus mengurus perusahaan....sebab Adam tidak mau mengelolanya sebelum adiknya ditemukan..meski Adam tetap memantau perkembangannya dari HP nya..dan menjadikan Sela sebagai Pelaku Kinerjanya....
Malam Hari dirumah Boy
ketujuh kakak beradik sedang duduk santai di ruang keluarga sambil menonton tv....
"Kak Jukiii gak mau itu"ganti ganti"ucap Juki sambil merebut remote Tv dari Jimi
"Ini bagus Kiii....jangan ganti ganti lagi"jawab Jimi
Akhirnya Juki dan Jimi berebut remote dan remotenya terlempar mengenai kepala Boy.
"Aooo"ucap Boy sambil mengelus kepalanya
"Jukiiiii Jimiiii"Bisa tidak sejam saja tidak ribut"ucap Boy
"kak Jimi duluan kak"jawab Jukii
"lhah aku lagi?"jawab Jimi heran
"Sudah iya in aja agar cepat kelar"bisik Jihu pada Jimi
"hm..ya kak aku salah"jawab Jimi cemberut
"hahahaha...kan Juki gak salah kak...kak Jimi sih duluan"jawab Jukii
"Jukii...Tidur dah malem"Ucap Joni
"Ok kak"ucap Juki lalu berlalu menaiki tangga dan menuju kamarnya
sementara Jimi dan Yunggi...Ketiduran di sofa...dan Jihu Laga..Joni dan Boy masih terjaga
"Jim..Nggi...bangun ....pindah kekamar gih"ucap Joni sambil membangunkan mereka
"hmm..iya kak"Jawab Jimi dan yunggi lalu mereka menuju kamarnya disebelah kamar Juki
"Kak Boy....kakak beneran mau menikahi Dinda?" Tanya Jihu
"hm"jawab Boy
"bukankah mami dan papi tidak menyukainya"jawab Joni
"Hm"jawab Boy
"ah males males....Diajak bicara untuk menemukan solusi cuma hm hm saja....Tidur dulu lah aku..besuk ada meeting di kantor dengan orang jepang"ucap Laga lalu berlalu meninggalkan Boy..Joni dan Jihu.
"Kakak Bingung Jon...Hu"""jawab Boy
",Haaa....kakak Bingung kenapa?"jawab Jihu heran
"Mami, Papi ,,Juki,Jimi tidak menyukai Dinda..tapi kakak sudah lama berkencan dengan Dinda...meskipun kakak meragukannya"jawab Boy.
"Kak...Joni tahu...kakak hanya akan menikah dengan perempuan yang bisa membuat Juki bahagia kan?"jawab Joni serius
"kamu benar Jon...karena Jukii itu adalah anak kesayangan mami ....mami akan melakukan apapun untuknya...dan kakak juga menyayanginya Jon...Meskipun tiap hari rumah ini seperti kapal pecah karena ulahnya...tapi kakak tidak bisa memarahinya"Jawab Boy...
"Joni pun demikian kak...Laga..Jihu...juga sama...sangat menyayayangi Juki...dan Yunggi dan Jimi selalu mengalah untuk Juki"Meski mereka benar...."kami semua menyayangi Juki kak"jawab Joni lagi
"Juki itu anugerah terindah kak...dia harus sehat selalu"dan kita harus merawatnya"jawab Jihu....
"Tapi..semenjak Juki kenal Sita...Juki itu lebih nurut kak...dulu hanya pada kak Boy saja nurutnya..sekarang sama jimi dan Yunggi saja mau nurut..dan dia juga lebih rajin belajarnya...nilainya juga bagus bagus...Joni rasa Sita membawa perubahan untuk ketiga adik terakhir kita itu kak"ucap Joni lagi yang dianggukan oleh Jihu
"apa iya?"jawab Boy
"Sudahlah kak...Joni dan Jihu tahu kakak menyukai Sita hanya......saja....masih menjaga kedinginanmu itu"jawab Joni dan Laga bersamaan lalu mereka berlari meninggalkan Boy sendirian
"Awas kalian ...besuk jalan kaki ke kantor...dan kartu kalian akan kakak blokir selama 1 bulan.....teriak Boy....
mendengar ucapan Boy...Joni dan Jihu masuk kekamar joni...lalu berdecih
"Kan kambuh lagi...kamu sih Hu...1 bulan kita tidak bisa ngapa ngapain....nasib punya kakak gak ada akhlak..."ucap Joni...
"tenang saja..ada si Laga...yunggi juga Jimi....pasti mereka akan kasih kok ke kita kartunya..."jawab Jihu
"Memangnya kakakmu sebodoh itu...ya pastilah Semua diblokir..."jawab Joni
"kalau gitu kita pinjam punya si Juki aja"jawab Jihu
"Jukii tidak diberikan kartu dek....jawab Joni sambil menepuk jidatnya
"hehehe iya ya...lupa..kan Juki selalu dikasih uang cash "jawab Jihu lagi...
"Dah dah ayo tidur dah malam.
Keesokan harinya dirumah Dendi
sambil sarapan mamanya Dendi (Meldi) membuka pembicaraan dengan anak dan suaminya(Rudi)
"Pa...Lusa ...Dendi akan menikah dengan Hani...mama seneng banget pa"ucap Meldi
"Iya ma..papa juga senang...akhirnya Dendi segera menikah....,Oh ya Den...bagaimana dengan Sita apakah kamu mengundangnya?ucap Rudi sambil menengok ke arah Dendi
"Sita ku undang pa...bagaimanapun Ini Dendi kulakukan demi Sita"jawab Dendi yang mendapat tepukan di Bahunya dari Rudi
"Iiih...kenapa diundang kesini...malu-maluin aja....mana bisa dia memakai gaun yang mahal?ucap Meldi
"Ma...papa tahu mama tidak menyukai Sita..tapi jangan keterlaluan...ingat ma...papa tidak suka..mama menjelek jelekkan Sita...Sita itu gadis baik...jauh dari Hani...dan Anak kita Dendi...memilih membahagiakan mama daripada kebahagiannya sendiri",ucap Rudi sambil menggebrak meja makan..lalu berlalu keluar rumah
Meldi yang melihat kelakuan suaminya...hanya mendecih kesal..."Heeh"
"Dendi berangkat dulu ma"ucap Dendi lalu mencium tangan mama nya...
Bagaimanapun Dendi....tetap menghormati mamanya meskipun perlakuan mamanya menyakitkan untuknya....
Di Kampus
Sita..Dion...Diva dan Bella sedang mengerjakan tugas dari dosen Dendi...
"Ta...kasih jawaban dong...aku bingung"bisik Diva dibelakang Sita....
"Ntar...sedikit lagi selesai"jawab Sita lirih
Setelah selesai..Sita memberikan jawabannya di kertas lain kepada Diva....sementara lembar jawab ujiannya....dikumpulkan ke pak Dendi
"Ini pak...saya sudah selesai...mohon ijin keluar"Ucap Sita
"Ya"jawab Dendi...dan jawaban singkat itu membuat hati Sita sakit....Sita sebenarnya masih sangat mencintai Dendi..tapi dia tak kuasa memperjuangkannya...karena ancaman dari Hani dan Meldi(mamanya Dendi) yang akan membunuh ayah Sita jika Sita tidak bersedia melepas Dendi
sementara Bela,Diva dan Dion telah selesai mengerjakan tugas dan mengumpulkannya ke meja pak Dendi..lalu mereka juga ijin keluar....
"Sita dimana ya...kok ilang"ucap Bella
"biasanya kan di kantin Bel"jawab Diva
"oh iya...lupa aku"ayo Di...ke kantin...."ucap Bela ke Dion
"Siap gengs"jawab Dion
Di Kantin
"Ta...melamun saja"ucap Dion yang mengagetkan Sita
"Eh Di...enggak kok...cuma lagi nunggu bakso"jawab Sita
"Ta...aku denger pak Dendi mau menikahi mak lampir ya?"ucap Bella
"Mak lampir siapa?"Jawab Sita
"Ya Hani lah Ta..."jawab Diva lalu memesan 3 bakso dan 3 es jeruk....
"Gak boleh gitu ah...mbak Hani senior kita...jangan dibilang mak lampir..kesannya serem"jawab Sita
"Lha emang kamu udah putus Ta dengan Dosen Dendang itu?tanya Doni
"Sudah"Dan iya benar dia akan menikahi Hani"jawab Sita ...dengan tenang tapi air matanya tak bisa dibendung dan akhirnya menetes...dan segera diusap oleh Diva
"Ta...mungkin Dia bukan jodoh yang digariskan Untukmu...."Meskipun aku menyukainya tapi aku juga sedih melihatmu begini Ta"ucap Bella sambil memeluk Sita
Diva..Bella..dan Dion sudah mengetahui tentang kondisi kesehatan Sita...tapi mereka bersikap seolah tidak tahu..agar Sita tetap ceria dan tidak canggung dengan mereka
(flashback on)
Ketika Sita dibawa Boy ke rumah sakit Angkasa...pada saat sore hari yang mengerikan akibat ulah Hani itu...Diva..Bella dan Dion...mendapat kabar dari teman 1 kelas mereka..bahwa Sita dibully Hani...dan mereka segera menuju rumah sakit angkasa seperti informasi uang diberikan temannya itu.
Sesampainya mereka dirumah sakit
"hiks hiks Kak Boy...Sita gimana?"Ucap Bella dengan menangis....
"Tunggu saja",jawab Boy
lalu dokter keluar dari ruangan Sita
"hiks hiks Dok gimana teman saya?"tanya Diva yang tak kalah sedihnya...
"maaf...saya harus bicara dengan keluarganya"ucap dokter Bara...ya karena Dendi yang hendak mengobati Sita waktu itu mendadak mendapat perintah untuk menggantikan dokter lainnya untuk mengoperasi pasien...sehingga Dendi meminta dikter Bara memeriksa Sita
"Saya suaminya dok"ucap Boy..
"mari ikut saya Tuan "jawab Dokter Bara lalu menuju ruangannya diikuti Boy dibelakangnya
"Haaa...sejak kapan Sita menikah?bukannya Sita kencan dengan Dosen Dendang gendang"tanya Diva pada Bela dan Dion
"Ah tau ah"mendingan kita ikuti mereka dan kita mendengarkan dibalik pintu saja"ucap Bella...
Mereka lalu mengendap ngendap dan sedikit membuka pintu ruangan Dokter Bara....agar mereka mendengar semuanya
"Tuan...Istri anda..sangat membutuhkan cangkok sumsum tulang belakang...kalau tidak segera kemungkinan terburuk akan terjadi"ucap dr Bara
Sebelum Boy menjawab tiba tiba....
"Apaaaa.....Sita...kenapa dok?"teriak Diva yang langsung memasuki ruangan....
dokter Bara dan Boy menatap Diva bersamaan ....kemudian dr.Bara menjelaskan sedetailnya bahwa Sita mengidap penyakit...kanker darah....Mendengar penjelasan dr Bara..Diva seketika tak sadarkan diri...dan untung saja ada Dion dan Bela disampingnya sehingga Diva tidak sampai jatuh ke lantai.
"Div..Div...bangun"ucap Dion sambil menepuk nepuk pipi Diva
"Div bangun"Ucap Bella sambil mengusap hidung Diva dengan minyak Kayu putih dan membuat Diva tersadar
"Bel..aku mimpikan?"ucap Diva...
"Minum dulu Div"ucap Dion sambil membantu Diva mengangkat tubuhnya untuk bersandar di kursi
Diva lalu minum dan mengatur nafasnya..
"Ini nyata Div...dan Kita harus bisa membuat Sita bahagia...Apapun caranya...jangan sampai Sita tau kita sudah mengetahuinya"Ucap Bella kemudian memeluk Diva...dan Dion juga mengangguk tanda mengerti .
(flashback off).
"setelah ini bagaimana kalau kita jalan jalan"Kamu kan senang main Dengan badut badut Ta"ucap Dion
"SETUJU"jawab Diva dan Bella sambil memberikan kode jempol....
mereka lalu menghabiskan bakso itu..dan segera membayarnya lalu mereka pergi ke taman bermain.
ntar kalau cepat mati gimana
jangan berhenti ya buat story' nya