Namaku Nila ,Aku hanyalah seorang perempuan kecil yang belum tahu apa-apa
ketika diusia lima tahun, aku diajak main kuda-kudaan
disungai pinggir kebun oleh ayah sambungku. Aku benar- benar tak mengerti
dengan diriku saat itu. Barulah ketika berusia 10 Tahun, Ketika mandi polos bersama dengan teman-teman perempuanku disungai batang kalam aku menyadari bahwa yang mereka punya berbeda bentuknya dengan yang aku miliki. Wajah kecilku yang ceria berubah, mulai saat itu aku tak mau tampil polos lagi. Pribadiku yang ceria berubah jadi Intover. Apa yang aku alami itu berpengaruh besar terhadap hidupku, jiwaku,dan cintaku hingga aku dewasa dan menikah,
Noda itu merusak hatiku,keputusanku dan tentu saja pernikahanku.
Hidupku seperti siang malam yang slalu berganti, sehari aku bahagia esoknya akan ada airmata.
Aku gagal dan gagal lagi dalam pernikahanku, hingga pernikahan ketigaku ini, kubagikan kisah ini untuk menjadi peringatan pada para ibu untuk menjaga anak -anak perempuan kita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nilda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal Cerita Duka
Hidup oh hidup mengapa begini amat.
Cam mana hidup tak gini
Emang ini jalannya
Jalan oh jalan mengapa harus berliku
Cammana tidak berliku
banyak jalan mendaki.
Pendakian demi pendakian memang sudah menjadi garis tangan
yang meski aku lewati dalam hidup. Selasai satu masalah muncul
lagi masalah yang baru.
Kisah sedih ini sebenarnya berawal dari masa kecilku, aku kehilangan
ayahku ketika usiaku masih sembilan bulan, ayahku bukannya pergi kealam
baka, melainkan pergi kealam lain. Alam yang membuatnya terlena dan melupakan
aku darah dagingnya.
Ibu baru dan anak yang baru membuat ayah melupakanku.Bahkan
mengantikan posisiku sebagai anaknya, ia memberi nama
anaknya dengan nama Nila satriana. Sedang namaku Nila sari.
Ibuku melahirkanku ketika usianya 17 tahun. Jangan salah faham,
semasa itu kebiasaan orang menikahkan anaknya diusia 15 tahun tidak melanggar
UU. Beda dengan Zaman sekarang, Perempuan usia 15 masih dalam perlindungan
anak. Memang masih anak- anaklah ibuku kala dinikahi oleh ayah kandungku.
Sedang usia ayah waktu itu 25 Tahun.
Tak tahan jadi JM berlama- lama setelah ditinggal oleh ayahku, ibuku yang
masih berusia 21 tahun waktu itu, menerima lelaki lain sebagai ayah sambung
untukku. Lelaki perjaka, tapi itu tak bertahan lama, karna ibunya ayah
sambungku tak terima anak perjaka ting tongnya menikahi
janda beranak satu. Ibuku kembali menyendiri sampai usiaku 4 tahun.
Ketika usiaku 4 tahun, ibuku menikah lagi. Inilah awal duka dan
noda dalam hidupku.
Saat usiaku 5 tahun, ibuku melahirkan adikku dikebun kami, saat
masa nifas ibuku. Aku diajak kesungai oleh ayah sambungku. Memang
main air adalah kesenanganku sejak dulu.
aku belum mengerti dan sungguh tak mengerti waktu itu.
" Nila, main kuda- kudaan yok. " Kata ayahku .
" Gimana canya ayah ?" Tanyaku benar- benar tak mengerti.
Ia menunjukkan caranya dan mulai memperagakannya padaku.
Tentu saja aku kesakitan karnanya.
" cakit..." ringisku menahan perih
" Pelan pelan aja nanti jadi enak kok, Katanya sambil mengulang memasukkan
kudanya kediriku.
Aku kembali menangis, tapi ia membujukku, mengelus elus rambutku,
menciumi badanku, sampai aku tak sadar seluruh diriku telah berakhir.
Sejak saat itu entah kakekku menyadari perubahannku, ia tak mengizinkan aku
lagi bersama ibuku. Dengan sedikit memaksa kakek dan nenekku mengadopsiku.
Tak sedetikpun lagi kakek membiarkan aku tinggal dengan mereka, bahkan diusia 5,5
tahun kakek memasukkan aku Sekolah Dasar dengan menaikkan usiaku.
" Mengapa ayah menaikkan usia Nila? " Tanya ibuku heran.
" Supaya dia bisa sekolah, biar kami yang mengurusnya. Kau pun tak becus
mengurusnya, lihat betapa tak sehatnya dia sekarang. Mulai sekarang
dia dengan kami dan tinggal dirumah kami." Titah kakekku bak
seorang raja yang lagi murka pada patihnya yang tak setia.
Aku benar- benar tak tahu apa yang terjadi dengan diriku. aku hanyalah bocah perempuan
yang usianya 3 tahun diatasku, yang masih suka mandi polos berrsama. Ketika suatu hari
teman mandiku menmpehatikan diriku, ia gadis yang cukup
sayang dan sering mengajakku bermain dan mengunjungiku kerumah.
" Nila kok Beda ya? " Tanyanya heran.
" Apa Yang terjadi sehingga jadi beda? " Tanyanya lagi, ketika aku belum juga menjawab.
" Entahlah Ncu, Ayah mengajakku main kuda-kudaan,sakit dan berdarah. " Jawabku jujur.
Aku melihat ia menangis, aku benar belum mengerti ia mengapa iamenangis. Ia merusakmu
Nila, Ia ayah biadap, setelah ini jangan main lagi dengannya." Katanya sambil memelukku.
Setelah sering mandi polos dengan banyak teman perempuanku, akhirnya akupun
mengerti, kalau diriku berbeda dengan mereka. Mulai saat itu sikap dan kepribadianku
pun mulai berubah, aku tumbuh menjadi Introver Girl.
Disekolah prestasiku cukup cemerlang, Wajahku terpandang, Tubuhku cukup
menggetarkan setiap kaum Adam yang menatapku. Tapi sikapku dingin, jiwaku labil,
modeku berubah-rubah ketika berhadapan dengan yang namanya lelaki.
Inilah pengaruhnya padaku, kuda-kudaan yang semula kusangka sebuah permainan
telah merusak diriku, merusak hidupku, bahkan mengganggu syarafku.
Sampai hari ini, sebentar lagi aku akan menjadi ibu, tak pernah kurasakan cinta yang menggetarkan,
Bahkan setiap berhubungan dengan suami,aku selalu menutupnya. Bayangan
kesakitan main kuda-kudaan itu terus merusak momen saat memulai percintaanku
dengan suami. Itulah mungkin yang menjadi penyebab kesuntukan suamiku. Entahlah
hanya Tuhan yang Tahu.
NILA AKHIRNYA BEBAS..