Indonesia
NovelToon NovelToon
TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Cintapertama / Nikahmuda / Pengantin Pengganti / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:5.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Fitri Anis Lestari

Jadi ini adalah karya kedua ku

pada karya kali ini mengisahkan seorang Cecil yang jatuh cinta pada aham cinta pertamanya, namu karena kesalah pahaman mereka tidak saling bertemu kembali.

Cecil yang sudah berusaha melupakan sang cinta pertama, harus dipertemukan kembali dengan aham karena perjodohan yang di lakukan kedua orangtuanya saat mereka masing sama-sama kecil.

bagaimana kelanjutan hubungan mereka? apakah sikap aham yang dingin mampu dilelehkan oleh Cecil?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Anis Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SIKAPNYA

dia melihat cincin yang melingkar di jari manisnya yang dipasangkan oleh aham..

"kamu sendiri kak yang mau memasangkan cincin ini, aku harap kamu juga mau menerima aku kedepannya"

namun pikirannya terus berputar saat acara tadi aham tidak mengajaknya bicara sama sekali meskipun cecil sudah berusaha berbicara kepadanya, aham hanya menjawab pertanyaan cecil dengan gerakan tubuh saja...

Cecil pikir, mereka akan bersandiwara bahagia di depan orang tua mereka namun pikiran cecil salah. aham tetap saja bersikap dingin meskipun di depan keluarga besar mereka..

"semoga 2 tahun ke depan aku mampu membuat mu berubah menjadi kak aham yang sangat baik padaku seperti dulu" ucapnya mengecup cincin itu

......................

di rumah keluarga Gautama

"ham, mama mau bicara sama kamu" ucap mama isma

"aham capek ma" jawab aham

"ham, tidak seharusnya kamu mendiamkan cecil seperti tadi. papa tau kamu terpaksa menerima semua ini, tapi pikirkan bagaimana perasaan cecil dan keluarganya yang melihat hal itu" ucap papa tama menghentikan langkah aham

"kami sudah tau apa yang sebenarnya terjadi kepada kalian ham, tapi kedua orang tua cecil tidak mengetahui hal itu. " ucap mama isma

"jika memang kamu membencinya karena kesalahpahaman itu, setidaknya dengarkan penjelasannya. mama yakin cecil bukan orang yang seperti itu!" sambungnya

mama papa aham berlalu pergi meninggalkan aham, sedangkan aham yang mendengarkan perkataan mama papanya hanya mematung. ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh mama papanya...

dia memilih untuk melanjutkan langkahnya menuju kamar. aham tak mau ambil pusing dengan hubungannya dan cecil toh mereka berdua bersatu karena perjodohan...

karena besok aham jaga malam, dia memilih untuk merebahkan dirinya sambil menonton televisi terlebih dahulu. tanpa sadar dia memikirkan ucapan Bima saat itu..

"gue janji ke bima nggak akan nyakitin sepupunya, tapi gue nggak janji bisa bikin dia bahagia hidup sama gue nantinya" ucapnya

kemudian aham memilih untuk tidur, dia berharap semua yang terjadi hanyalah mimpi...

......................

keesokan harinya aham memang sengaja bangun siang, meskipun sekarang sudah menunjuk pukul 10.00 aham belum juga bangun. setelah shalat subuh dia tadarus kemudian tidur kembali karena memang kemarin dia tidak istirahat sama sekali...

sedangkan di bawah sudah ada cecil yang tadi dijemput oleh mama isma, awalnya cecil menolak beralasan sedang ada urusan ke kampus namun sang mama memaksa cecil untuk ikut...

Cecil dan mama isma memang baru sampai, tujuan mama isma mengajak cecil ke rumahnya sebenarnya agar aham dan cecil semakin dekat. orang tua mereka masih optimis membuat hubungan keduanya menjadi lebih baik lagi, namun berbeda dengan yang menjalani..

"kamu duduk disini dulu ya, mama lihat aham nya ke atas" ucap mama isma menyuruh cecil duduk di sofa ruang keluarga

"baik ma" ucapnya menurut saja

mama Isma berlalu menuju kamar aham...

tok.... tok.... tok....

"ham, ham, kamu di dalam kan?" tanya mama isma

"ham mama masuk ya?" namun tetap saja tidak ada jawaban

"pasti masih tidur ini anak" sambungnya

akhirnya mama isma memilih untuk langsung masuk ke kamar aham, dan benar saja dugaannya. aham masih nyenyak dengan tidurnya, mungkin saja dia masih berlarian di alam mimpi...

"ham bangun" ucap mama isma sambil menggoyangkan tubuh aham

"ham, udah siang" ucap mama isma

"hmm... ngantuk ma, bentar lagi" jawabnya

"ayo cepet bangun ham, anterin mama" titah mama Isma

"kemana sih ma, aku capek mau istirahat" ucapnya yang sudah duduk dan menyenderkan tubuhnya ke senderan tempat tidur

"pokoknya mama nggak mau tau, mama tunggu kamu di bawah. setengah jam lagi harus udah siap!, nggak ada penolakan!" perintah mama isma kali ini memang harus dilaksanakan

"iya iya, aku mandi dulu" jawab aham

akhirnya mama isma memilih untuk turun setelah mendapatkan jawaban 'iya' dari aham..

"maaf ya mama lama, si aham belum bangun tadi. jadi harus bangunin dulu deh" ucap mama isma menghampiri cecil

"nggak papa kok ma, mungkin kecapekan kak aham nya" jawab cecil

mama isma dan cecil bercerita mengenai masa-masa SMA dan kuliah mereka. hal itu membuat mereka tidak sadar bahwa aham sudah turun dari tadi dan mendengarkan hampir semua percakapan mereka..

"ehem.. " dehem aham membuat mereka berdua terkejut

"eh udah turun ham" ucap mama nya

"ya" jawab aham dingin

aham menunjukkan pandangan tidak suka terhadap cecil yang duduk di sebelah mama nya..

"ngapain sih anak ini disini" batin aham

"emm ham, kamu jadi kan anterin kita ke mall kan?" tanya mama isma yang menyadari tatapan aneh anaknya kepada cecil

"ya"

"yaudah yuk berangkat" ajak mama isma menggandeng tangan cecil juga tangan aham

mama isma memang sengaja merencanakan hal ini karena dia tahu semuanya tentang aham anaknya dan cecil calon menantunya, dia berharap dengan sering bertemu akan membuat mereka berdua semakin dekat...

sesampainya di halaman rumah saat akan naik mobil

"Cecil kamu di depan ya, mama di belakang aja" ucap mama isma

"nggak ma, mama aja yang di depan" jawab cecil

"ini perintah sayang" tutur mama isma

mau tidak mau cecil menuruti perkataan calon mertuanya tersebut. namun saat baru saja dia membuka pintu, suara tegas aham menghentikannya..

"mama di depan atau mama berangkat sama supir" ucap aham dingin, dia sudah masuk terlebih dulu ke dalam mobil kemudian membanting pintu mobil

ucapan itu mengagetkan cecil yang saat itu sudah hampir masuk ke dalam mobil. cecil menatap aham , bahkan aham tidak menghadap ke arahnya sama sekali...

"se benci itukah kamu terhadapku kak, sehingga kamu tidak mau aku duduk di sampingmu" batin cecil , air matanya hampir saja menetes namun dia mencoba untuk menahannya. dia tidak mau mama isma tahu apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka

Di dalam pikirannya jika pertunangan nya dengan aham tetap berlanjut ke jenjang yang lebih serius maka ia harus berusaha meluluhkan hati Aham kembali seperti semula karena ia tidak mungkin bisa hidup dengan orang yang tidak mencintai nya

"ham, mama di belakang aja. biar cecil di depan" jawab mama isma

"oke, aku turun" jawab aham akan membuka pintunya

"udah ma, cecil di belakang aja" tutur cecil

"yaudah mama di depan" ucap mama isma pasrah

sebelum masuk ke dalam mobil, mama isma berbisik kepada Cecil

"maafin aham ya sayang" bisik mama isma, cecil hanya mengangguk dan tersenyum

'tersenyum' , ini adalah senyum palsu yang selalu dia tunjukan saat hatinya disakiti oleh aham..

dia tahu bahwa aham begitu benci kepadanya, namun dia tetap optimis untuk mengambil hati aham kembali. merubah aham menjadi aham yang dulu lagi..

"semangat cecil, ini baru sehari. nggak boleh rapuh dulu" batin cecil menyemangati dirinya sendiri

hening...

itulah yang ada di dalam mobil, tidak satupun dari mereka yang membuka pembicaraan setelah apa yang terjadi tadi...

cecil pun hanya duduk diam memandang jalan yang sebenarnya membosankan baginya, namun mau bagaimana lagi? dia tidak berani berbicara terlebih dahulu. Dengan adanya dirinya saja aham tidak suka, apalagi mendengar suaranya...

"emm ham, kita mampir ke Indomaret sebentar ya" ucap mama isma

aham tidak menjawab ucapan mama isma namun tetap membelokan mobil ke arah Indomaret..

"Cecil, mama minta tolong boleh?" tanya mama isma

"ya ma?" jawab cecil

"tolong dong belikan mama minum, mama haus sama camilannya ya ini" ucap mama isma memberi beberapa daftar camilan

"baik ma, sebentar" ucapan mama isma di iyakan oleh cecil, kemudian dia turun menuju Indomaret

mama isma sengaja menyuruh cecil untuk turun supaya dia bisa menegur anaknya

......................

......................

......................

......................

......................

......................

......................

......................

......................

......................

mohon dukungannya terhadap karya ku ini

🥰🥰🥰🥰

1
RINAIMELDA PANGABEAN
waktu di Jambak rambut nya
dan ditampar massak diam aja Cecil Thor,, ngak setuju
@Al**
/Good/
Yunes
Iya katanya kak aq malah ada yg lamar mau pulkam dia..doain ya jadi aamiin yaRabb😍
Yunes
Org Pdg kah kak Author nama ee sama Alm Bibi aq😭😭
Febby Febby
lanjutin ceritanya yang ini dong thor
Subaidah aisya ais
teryata seribet itu ya kalau Nika sama TNI,
Elfyn Lasse
seruuu thorrr
Etta Bili
Luar biasa
Vitamincyu
..
Vitamincyu
.
hoya cinamo
kesel banget aku sama si aham
Vitamincyu
🙈🙈
Vitamincyu
👍👍❤️
Adelio Pratama
udah beberapa bab aku baca.ceritanya kurang greget sama sekali.mending baca novel sebelah dehh judulnya SUGAR baby om polisi
@fitrianlst_: terima kasih atas komentarnya, cerita ini berdasarkan sudut pandang pengarang kalau ada salah kurangnya mohon maaf ya kakak
total 1 replies
Usi Pakpahan
bagus banget ceritanya, semangat berkarya thorrr
Vitamincyu
mm
Sulastri Oke86
Luar biasa
Shofie Juli Wati
nangis kejer kau nanti aham..baru aq puass
RisaRio
Luar biasa
Rhmad Flash
visoal Abang ahaamnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!