Indonesia
NovelToon NovelToon
Pertahanan Terbaik

Pertahanan Terbaik

Status: tamat
Genre:Komedi / Patahhati / Trauma masa lalu / Tamat
Popularitas:888.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dignity

Cerita tentang Nino & Franda.

Kehidupan penikahan yang membahagiakan selalu dirasakan oleh Nino dan Franda. Selama hampir tujuh tahun pernikahan, keduanya selalu harmonis. Satu-satunya hal yang menjadi perdebatan adalah masalah anak. Ya, mereka belum memiliki anak.

Sampai suatu ketika Franda menemukan sesuatu disaku celana suaminya, dan mendengar cerita tidak menyenangkan dari asistennya di butik, Dhea.

Franda sangat marah mengetahui apa yang dilakukan suaminya. Setahu Franda selama menikah mereka selalu bahagia. Ia tidak menyangka suaminya akan melakukan sesuatu yang bukan hanya memalukan, tetapi juga merendahkannya sebagai wanita.

Apa sebenarnya yang terjadi? Ikuti kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dignity, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Almost.

Setelah berbicara dengan Dhea, Franda menarik napas dalam dan menghembuskan dengan perlahan, berusaha menenangkan dirinya. Mencoba berpikir positif untuk sekarang, Ia tidak akan membuat dirinya terlihat bodoh dengan mengamuk dan memarahi suaminya ditempat itu. Ia akan mencari tahu semuanya, setidaknya Ia harus benar-benar yakin jika harus mengamuk dan memarahi suaminya.

Franda berjalan keluar dari toilet setelah menenangkan diri, berjalan menuju ke ruangan Nino dan mendapati Jenny sedang duduk dimejanya. Sambil berjalan Ia memperhatikan Jenny, lalu segera tersenyum ketika Jenny menatapnya.

"Hai, Jen!" sapa Franda dengan senyum manisnya, tidak ingin menunjukkan apa yang ada di pikirannya saat ini.

"Ya, Bu. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Jenny.

"Ah, tidak ada. Aku hanya sedikit bosan didalam. Suamiku sepertinya tidak bisa diganggu sekarang, hehehe." kata Franda.

"Pak Nino memang begitu jika sedang bekerja, Bu." Jenny menjawab dengan tersenyum.

"Aku istrinya, tidakkah menurutmu ada pengecualian untukku?" tanya Franda lagi, kali ini dengan menaikkan kedua alisnya.

"Ah, saya minta maaf, Bu. Kalau itu saya tidak tahu." Jenny merasa sedikit aneh, karena tidak biasanya wanita dihadapannya berbicara seperti itu, bahkan terlihat tidak pernah ingin mengobrol dengannya.

"Kau tahu, Jen... Belakangan aku merasa ada yang berbeda dengan suamiku, apa kau mengetahui sesuatu? Seperti hal yang dia tutupi dariku mungkin?" tanya Franda mulai menyelidik. Ia memperhatikan raut wajah Jenny yang terlihat sangat terkejut dan beberapa detik kemudian kembali tersenyum.

"Maksudnya bagaimana, Bu? Saya kurang mengerti." Jenny menjawab dengan nada tenang yang sedikit dipaksakan.

"Entahlah. Kau tahu, Jen... Aku sangat mengenal suamiku, kami menikah selama tujuh tahun dan aku selalu merasakan sesuatu saat dia memiliki rahasia yang ditutupinya. Feeling istri tidak pernah salah, bukan?" Franda berkata dengan mata menatap tajam ke arah Jenny.

"Mmm... Saya tidak tahu, Bu. Saya belum menikah, jadi tidak tahu, hehehhe." balas Jenny.

"Ah, benar. Menikahlah, Jen! Kau cantik, pasti banyak laki-laki yang menyukaimu. Kau sudah punya kekasih?" tanya Franda yang kali ini memainkan tali di kerah bajunya.

"Belum, Bu. Saya masih menikmati pekerjaan disini, saya tidak terlalu memikirkan ke arah sana untuk sekarang." Jenny menjawab dengan santai.

"Kau terlalu mencintai pekerjaanmu rupanya. Apakah suamiku baik padamu? Aku tidak ingin kau melupakan hidupmu karena peraturan disini, Jen." Franda memancing lagi.

"Semuanya baik-baik saja, Bu. Saya hanya mengerjakan pekerjaan saya, dan pak Nino juga baik." jawab Jenny yang mulai tidak nyaman dengan pertanyaan Franda.

"Aku senang mendengarnya. Suamiku memang selalu baik kepada siapapun sampai terkadang orang mengharapkan sesuatu yang lebih darinya.". Franda membalas dengan kata-kata menohok. Membuat Jenny semakin gelisah dan tidak mampu membalas perkataan Franda.

Melihat Jenny yang hanya diam sambil tersenyum kikuk, membuat Franda yakin memang ada sesuatu antara suaminya dan sekretaris itu.

"Kurasa sekarang aku butuh bantuanmu, Jen" kata Franda lagi.

"I'm listening!" kata Jenny dengan percaya diri.

"Aku ingin kau menghubungiku jika melihat atau mendengar sesuatu yang mencurigakan tentang suamiku, terutama yang berhubungan dengan perempuan. Aku ingin kau mengatakan kepadaku aku jika kau melihat suamiku aku bersama perempuan, Jen." kata Franda.

Jenny tidak mampu lagi menutupi wajah terkejutnya. Ia membulatkan matanya, dan tangannya meremas kedua tangannya dibawah meda. Sedikit bergetar.

"Maaf, Bu. Saya hanya sedikit terkejut mendengarnya." kata Jenny ketika menyadari Franda melihat reaksinya.

"It's ok! Aku hanya ingin menjaga milikku, hehehe." kata Franda.

"Cukup untuk sekarang, aku ingin menemani suamiku lagi. Segera hubungi aku jika kau mendapatkan sesuatu. Kau tahu harus menghubungi kemana, kan?" lanjut Franda sambil berdiri.

"Iya, Bu. Saya tahu." Jenny berkata dengan pelan. Franda lalu berjalan meninggalkan Jenny sambil menyeringai. Ia sangat menikmati ketika melihat wajah ketakutan Jenny tadi. Ia sudah yakin suaminya memang memiliki hubungan diluar pekerjaan dengan Jenny, tapi Ia tidak akan meluapkannya sekarang. Ia harus menagkap basah mereka berdua.

.

Satu bulan berlalu setelah Franda mengunjungi suaminya terakhir kali. Setelah itu, tidak sekalipun Franda datang ke tempat itu lagi. Ia selali beralasan banyak pekerjaan dibutik jika Nino memintanya datang. Diluar itu hubungan mereka baik-baik saja, setidaknya bagi Nino begitu. Karena Franda sama sekali tidak menunjukkan bahwa ia mengetahui perselingkuhan suaminya.

Sebulan ini Franda baru mengetahui banyak hal tentang suaminya yang sebelumnya tidak pernah Ia sadari. Nino dan Jenny sudah berhubungan selama 2 tahun belakangan. Mereka selalu menyempatkan waktu berdua di apartement Jenny yang juga dibeli oleh Nino. Beberapa barang lain yang dibelikan oleh Nino juga diketahui oleh Franda, diantaranya mobil, sebuah rumah minimalis yang terletak di perumahan tak jauh dari kantor. Rumah yang ditempati oleh kedua orangtua Jenny, yang belakangan Ia tahu juga kalau Jenny sering mengunjungi mereka bersama Nino.

Franda mengetahui semua itu dari seorang

detektif sewaan bernama Sean yang disarankan oleh Dhea.

Satu bulan ini Franda menahan apa yang dirasakannya, Ia bersikap seperti biasanya ketika bersama suaminya seolah tidak terjadi apa-apa. Padahal Ia selalu menangis saat sendiri, tidak terima dengan semua hal yang dilakukan suaminya. Sangat ingin rasanya membunuh Nino ketika mereka sedang bersama, namun Ia selalu menahannya dan berencana akan menangkap basah mereka berdua.

Dan disinilah mereka sekarang, diparkiran apartment yang ditempati Dhea. Franda duduk disamping Sean yang sudah mematikan mobil. Masih bertahan didalam sambil memejamkan mata dan memijit pangkal hidungnya. Ia tidak tahu harus bereaksi seperti apa ketika melihat suaminya nanti. Franda lebih memikirkan apa yang akan terjadi pada pernikahannya yang sudah menginjak tahun ketujuh itu.

Sean yang melihat Franda masih terdiam berinisiatif bertanya.

"Kau baik-baik saja? Apa kau ingin membatalkannya?" tanya Sean. Ia berbicara dengan Franda seperti teman karena usianya setahun lebih tua dari Franda, dan juga Franda tidak ingin Sean memanggilnya 'Ibu' seperti orang lain. Entah kenapa Franda merasa Sean sedikit berbeda dengan orang lain.

Sean tampak dingin pada awalnya, namun sifat aslinya yang lembut mulai terlihat oleh Franda seiring waktu yang mereka habiskan bersama untuk membahas perkembangan penyelidikan tentang Nino. Franda mulai nyaman berbicara dengan Sean, mereka berteman dengan baik. Dan hal itulah yang membuat Franda meminta Sean untuk memanggilnya nama tanpa gelar 'Ibu' seperti yang lainnya.

"Aku baik-baik saja dan tidak ingin istirahat sekarang, aku harus menyelesaikannya saat ini juga. Tidak mungkin menunda dan berpura-pura baik setiap hari. Aku tidak akan sanggup menahan diri untuk tidak mencincangnya setelah ini. Ayo turun!" kata Franda sambil membuka pintu mobil dengan raut kemarahan yang tidak bisa disembunyikannya lagi.

"Baiklah kalau itu yang kau mau." kata Sean.

"Tapi aku tidak akan masuk, aku akan menunggu disini. Selesaikan urusanmu dengannya, hubungi aku jika kau membutuhkan sesuatu." lanjut Sean. Ia tidak menemani Franda karena tidak ingin Nino berpikir buruk ketika melihatnya, jangan sampai ada kesalahpahaman dengan kehadirannya.

"Ok." Franda menjawab singkat, tidak ingin berlama-lama lagi. Ia menutup pintu mobil, meninggalkan Sean disana dan berjalan menuju ke unit yang ditempati oleh Jenny.

1
Herawati Wijaya
aq suka tata bahasa mu thor ... hebat rangkaian kata nya tidak ada typo tidak ada simbol yg buat aq menebak apa arti nya .... yg terutama sulit berhenti baca 😁😁
Agus Tina
Kasihan Franda, benar kata Mia apapun alasannya orang ketiga bukanlah orang yang baik. Karwna dia masuk ke dalam suqtu hubungan suci yg sdah terjalin
Rika Andesla
istri gobloooookkkkkkk
Naoki Nimmi
ya ampun pemikiran seperti apa ini
Naoki Nimmi
ogeb nih cewk
Ely
yess....always happy Sean ❤ Franda
Ely
novel ini bagus. dibab2 sebelum nya agak monoton. tp mulai bab ini agak ada getaean sedikit pemeran Nino, Franda
Ely
Aku suka dengan keluarga ini....love you ❤❤❤
Rita Sugiarti
, 3z3e3
Meyliana Elsa
dasar nino g tau diri,udh mandul masih aja bertingkah dg sekretaris jalang murahan..
Meyliana Elsa
dasar nino g tau diri,udh mandul masih aja bertingkah dg sekretaris jalang murahan
Zulaikha Turrahmah
perempuan itu mudah sekali memaafkan, tetapi akan di ingat selalu sakitnya seumur hidup
Zulaikha Turrahmah
bagus thor ceritanya.... saya suka dengan perempuan tangguh seperti franda
Lutfiana Dewi
mungkin si jenny hamil
Lutfiana Dewi
gila alurnya bagus karakternya kuat banget .. dan tata bahasaanya bagus banget. jujur aku baca novel kalo tata bahasanya kurang bagus 1 2 bab uda skip. kalo tata bahasanya bagus lanjuttt teruss
Nur Rohmah
ini kok diulang Mulu ya,sesuatu yg gak rumit kok dibuat rumit
Nur Rohmah
aku pikir sikap Mia wajar dong
Nur Rohmah
apadidunia nyata adaya
Nina Karlina
gaya bercinta Franda kaya jalang gitu y...emang halal sih...walaupun sama suami nggak kaya gitu kali...
Nina Karlina
sesama perempuan sangat malu klo punya saudara atau teman seperti franda,menjijikan...nggak punya harga diri blas...hadeeh ..semoga di dunia nyata tidak ada perempuan seperti franda...udah lah suaminya mandul,berbohong,di hina2 Sama mertua,padahal yg mandul anaknya,yg paling fatal berkhianat dah gitu di bela2 juga selingkuhannya ...capek
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!