Indonesia
NovelToon NovelToon
Suamiku Sad Boy

Suamiku Sad Boy

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:473.8k
Nilai: 5
Nama Author: BRATA_YUDHA

Ini kisah tentang Puja si biduan. Pada suatu malam keadaan membawanya pada pernikahan paksa karena sebuah kesalahfahaman. Pria yang menikahinya adalah Sofyan, mantan kekasih kakak kandungnya yang hingga saat ini belum bisa move on.

Bagi Sofyan menikah dengan Puja adalah sebuah musibah, dan karena kekecewaannya kepada Ratna kakak kandung Puja, Sofyan berubah menjadi pribadi yang dingin dan kasar. Makian dan hinaan selalu keluar dari mulutnya. Puja bagai seonggok sampah dimatanya, yang sama sekali tak menarik untuk disentuh. Bisakah Puja bersabar dalam pernikahannya? Dapatkah Puja menakhlukan hati Sofyan? Si sad boy yang sudah dua kali patah hati oleh wanita yang sama. Akan kah cinta itu tumbuh diantara mereka? ikuti kisah Sofyan dan Puja disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRATA_YUDHA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar Mengejutkan

Kata-kata kang Sofyan membuatku bergidik ngeri, bujang lapuk itu ternyata sangat mahir diranjang. Buktinya aku terus menjerit menerima setiap genjotan demi genjotan yang terus dipompanya. Sampai pada akhirnya saat permainan sudah dipuncak aku langsung menutup telingaku rapat-rapat, tidak mau mendengar nama wanita lain yang disebutnya.

"Kenapa?" tanya kang Sofyan sambil melepas kedua tanganku yang menutupi telingaku. Aku tak menjawabnya, aku hanya menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Kang Sofyan malah menciumi wajahku dengan lembut dan penuh cinta membuatku kembali hanyut dalam permainan. Dengan sekali hentakkan kuat kang Sofyan mengeluarkan benihnya tanpa mengucapkan apapun. Aku merasa lega, karena ternyata ketakutanku tidak terjadi.

"Makasih kang nafkah batinnya" ucapku sembari tersenyum saat kang Sofyan sedang melilitkan handuk dipinggangnya. Kang Sofyan tidak menjawab dan berlalu begitu saja ke kamar mandi.

Malam harinya, saat kami sedang makan malam bersama, emak bercerita bahwa besok emak akan panen.

"Puja besok mau kan ikut sama emak panen jagung sama sampeu (ubi kayu) ke ladang" ucap emak.

"Besok Puja mau ikut ke tambak mak, nemenin Sofyan kerja" sela kang Sofyan sambil menyantap makanannya.

"Oh, ya udah kalau gitu. Malah lebih bagus. Oh iya, cucu emak udah dibuat belum?" celetuk emak.

Uhuk! uhuk!

Aku dan kang Sofyan sama-sama terbatuk saat mendengar celetukan emak. Lalu sedetik kemudian kami saling memandang.

"Hati-hati makannya, kesedak aja barengan. Berarti kalian emang jodoh" ucap emak.

Aku hanya menunduk malu tanpa merespon ucapan emak.

Setelah selesai makan malam bersama dan bercengkrama, akhirnya aku pamit masuk ke kamar. Tidak lama kang Sofyan ikut masuk kedalam kamar. Entah kenapa kami sama-sama canggung saat bersitatap, padahal kami sudah melakukan hubungan suami istri.

"Puja tidur duluan ya kang" ucapku.

"Iya" ucap kang Sofyan yang duduk dipinggiran kasur sambil memainkan ponselnya. Aku sulit sekali memejamkan mataku, entah kenapa rasanya jadi canggung seperti ini saat satu kasur dengan kang Sofyan. Tapi aku terus memejamkan mataku untuk menghilangkan kegugupanku. Tiba-tiba aku merasa ada tangan yang melingkar diperutku.

'Apa kang Sofyan meluk aku?' batinku.

"Tidur, udah malem" bisiknya, seolah tahu jika aku belum tidur. Aku tersenyum kecil, lalu kembali memejamkan mataku, kang Sofyan sendiri semakin mengeratkan pelukannya membuatku merasa hangat dan akhirnya kami sama-sama tertidur.

"Malam harinya, sekitar jam 12 malam ponselku berdering, mengganggu tidurku dan kang Sofyan. Aku melihat panggilan itu dari Melodi.

"Siapa?" tanya kang Sofyan yang juga terbangun.

"Melodi kang" jawabku.

"Angkat aja, siapa tau penting" ucapnya. Aku mengangguk dan menggeser ke tombol hijau.

"Halo Mel, ada apa?" tanyaku.

"Halo Puja, ini aku mau ngabarin, kak Ratna lagi di rumah sakit" ucapnya.

"Kak Ratna sakit? ya Allah, iya aku kesana. Kirimin alamatnya ya" pesanku.

"Bukan kak Ratna... ya udah aku kirimin ya alamatnya" ucap Melodi.

"iya aku tunggu"

Tuuutt

Panggilan dimatikan.

"Kenapa? Ratna kenapa?" tanya kang Sofyan dengan raut wajah khawatir.

"Belum tahu sakit apa, Melodi nyuruh Puja kesana" ucapku.

"Ya udah ayo kang Sofyan anter" ucapnya semangat. Aku sebenarnya merasa cemburu karena kang Sofyan begitu mengkhawatirkan kak Ratna. Tapi ku tepis jauh-jauh perasaan itu.

********

Sesampainya dirumah sakit aku langsung menuju kamar yang diberitahu Melodi. Ketika sampai dikamar itu, aku melihat kak Ratna yang sedang menangis meraung-raung. Ternyata kak Marvel mengalami kecelakaan dan mobilnya meledak. Aku mencoba menghibur kak Ratna dan mencoba menenangkannya sambil sesekali melirik ke arah kang Sofyan yang diam saja. Padahal, tadi saat dirumah kang Sofyan ngebet ke rumah sakit, tapi saat sampai kenapa malah jadi diam?

Setelah kak Ratna mulai tenang, dan tertidur karena lelah menangis. Aku keluar dari ruangan itu. Aku melihat kang Sofyang tengah duduk dengan wajah sedih dan kecewa.

"Kang..." sapaku seraya duduk disampingnya.

"Ratna udah tidur?" tanyanya.

"Iya... kang Sofyan kenapa, kok dari tadi diam aja" tanyaku.

"Enggak apa-apa. Akang cuma merasa sakit, Ratna sampai nangis sebegitunya kehilangan Marvel" ucapnya.

"Wajarlah kang, kak Marvel kan suaminya" ucapku. Terlihat jelas amarah diwajahnya. Aku tahu sekarang, kang Sofyan pasti sedang cemburu. Aku menggigit bibir bawahku saat menyadari perasaan kang Sofyan yang belum bisa melupakan kak Ratna.

"Bakalan susah buat kang Sofyan dapetin Ratna" ucapnya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

"Bisa ya kang, disaat sedang berduka gini kang Sofyan malah sibuk mikirin perasaan kang Sofyan ke kak Ratna. Enggak ada rasa empati sedikitpun atas musibah yang menimpa kak Marvel. Puja yakin, kalau kak Marvel dinyatakan meninggal, kang Sofyan pasti bakalan ngejar-ngejar kak Ratna lagi" ucapku dengan bibir bergetar menahan sakit.

"Kamu benar, kang Sofyan enggak akan menyia-nyiakan kesempatan ini" jawab kang Sofyan.

Mendengar jawabannya, aku meremas ujung bajuku karena menahan amarah.

1
Ririn Novianti
Luar biasa
Ririn Novianti
Lumayan
doonag1
seruuu
kocak🤣🤣🤣🤣🤣
doonag1
Aa ini kapan mo di Tamatin dah nggak sabar pen lihat cewek siluman kadal burik sama ulet bulu Anya di kirim ke luar angkasa atau ke luar negeri jadi TKW biar mereka di siksa sama majikan nya kan si kadal burik Eva lagi nyari kerja
doonag1
Vino dah tau tuh niat busuk nya cewek siluman si kadal burik Eva ...udah tendang ajah tuh sampai ke Baghdad 🙄🙄🙄🙄
doonag1
Vino itu kan playback...eeeh playboy harusnya bisa dengan mudah baca niatnya si kakak'ipar lucknut Eva yang cuman modus doang...
doonag1
ini kakak adek Bagja sama Vino kok ya miris banget yahh rumah tangga mereka di tempelin sama ulet bulu pembawa gatel... haddeeehhh gua basmi Lo berdua Anya.... Eva ngeselin banget 🙄🙄🙄🙄
doonag1
pasti si ulet bulu Anya bikin ulah
doonag1
iih kok ngeselin banget sih si Eva licik banget 🙄🙄🙄
doonag1
haddeeehhh Vino ceroboh banget
doonag1
kirain yang membuat saung apung bergoyang season 2 itu Bagja dan Dila eeeh ternyata Vino Alya 🤣🤣🤣
doonag1
bukan Tim nya Dilot lemot ataupun Alyot peyot aku tim nya A othor nya yang kadang suka bikin dongkol 🤣🤣🤣🤣
doonag1
udah selesaiin di atas tempat tidur ajah pasti rebeeesss🤣🤣🤣🤣🤣
doonag1
hahahaha ujung ujungnya ngakak di ujung obrolan Kang Sofyan dan Vino 🤣🤣🤣
doonag1
wadidawww setelah berantem kini A othor nya datengin Damar dalam drama rumah tangga Alya dan Vino
doonag1
hmmmm Bagja dan Dila tuh selalu hot
doonag1
ya ampuuun uwa Ratna 🤣🤣🤣🤣🤣
doonag1
ikutan capek lihat hubungan Alya sama Vino
doonag1
gegara Vino ini jadinya ripuh 🤣🤣🤣🤣
Yantipl shopp
Dihh si ulat bulu maksa bangt mau nikah sama Bagja padahal orangnya ga mau🤣🤣🤣 Alya kamu ga tau aja si eva lagi caper sama suami kamu, harusnya kamu peka setiap kata2 yg di lontarkan sama eva si ulat keket itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!