Menceritakan perjuangan seorang ketua gangster yang paling ditakuti di negara timur yang bernama Aqua Wizz . Tetapi secara tiba-tiba dia terlempar kedalam dunia lain yang mana terdapat dewa bela diri.
Di dunia ini banyak monster maupun iblis yang sangat jahat. Walaupun begitu ada juga beberapa ras yang hidup di dunia ini diantaranya yaitu ras naga,ras kepiting, ras gurita bahkan ada juga ras elf yang cantik.
Akankah MC dapat menjadi dewa beladiri yang luar biasa dan dapat kembali ke dunia aslinya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atajulian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9
Kami berkeliling gua, mau bagaimana lagi depan gua terdapat golem yang tidak bisa aku kalahkan.
Kami sudah berkeliling gua terlalu lama kami memutuskan untuk beristirahat sejenak karena kami berdua sudah kelelahan.
Aku memutuskan untuk pergi mencari makan dan menyuruh Naela tetap tinggal di sini.
Aku mendengar sesuatu seperti suara hewan yang sedang kesakitan. Akupun bergegas kesana. Setelah aku melihat ternyata hewan ini merupakan hewan rubah kecil yang baru berekor 3 dia terikat oleh rantai.
"Tenang rubah kecil aku akan menyelamatkannya. " kata aku.
"Ku."
Dan aku mengelus kepala rubah kecilnya. Rubah kecil itu langsung diam dan mungkin sedang merasakan sebuah kasih sayang dari orang tuanya.
Walaupun aku cukup kuat tapi aku masih belum bisa menghancurkan rantainya. Apa yang harusku lakukan untuk menyelamatkannya.
Aku kebetulan melihat sebuah pedang disebelahnya tetapi pedang itu memancarkan aura yang mendominasi.
Apakah aku bisa mengambil pedang ini. Mungkin pedang ini merupakan pedang kuno milik seorang ahli.
Baiklah mau bagaimana juga aku harus berusaha untuk menyelamatkan rubah kecil ini.
Aku mendekati pedang itu.
"Heh. Manusia apakah kamu pikir bisa mendapatkanku." kata Roh pedang.
"Suara apa ini, Mungkinkah ini roh pedang ?" Tanya aku.
"Kau tau tentang roh pedang. Benar aku adalah roh pedang. Mungkin jika kamu memohon padaku aku berbelas kasih untuk mengangkatmu menjadi muridku. Berterima kasihlah padaku." Kata Roh pedang.
Roh pedang tolong jadikan aku menjadi muridmu. Aku akan berbakti kepadamu guruku.
"Baiklah. Sekarang kamu mendekatlah dan angkatlah pedang ini." Kata Roh pedang
"Baiklah guru." kata aku.
Aku berhasil mencabut pedang ini. Akhirnya aku berhasil awalnya aku mengira akan mati jika aku mencabut pedang ini tetapi siapa yang mengira aku malah mendapatkan pedang ini.
Aku bergegas untuk menolong rubah kecil itu dan memotong rantai itu dan ternyata setelah aku menyelamatkannya dia langsung pingsan.
"Guru apakah kamu bisa menolongnya ?" Kata aku.
"Tenang saja dia baik-baik saja dia hanya sudah kehabisan energi saja setelah dia beristirahat sebentar dia pasti akan pulih kembali." kata Roh pedang.
Syukurlah kalau dia baik-baik saja. Aku menggendong rubah dan mencari makanan. Setelah berkeliling terlalu lama aku hanya menemukan beberapa buah-buahan segar.
Aku bergegas kembali ke tempat Naela berada. Syukurlah Naela juga baik-baik saja disini tidak seperti waktu aku meninggalkannya dulu. Dia sekarang sudah menjadi gadis yang kuat.
Aku membangunkan Naela. Naela pun terbangun, akhirnya kamipun makan bersama. Aku menjelaskan tentang rubah kecil dan juga tentang roh pedang ini.
Kami melanjutkan perjalanan kami.
"Kamu bisa merasakan sesuatu yang berbahaya disini guru." kata aku.
"Iyah aku merasakannya musuh yang akan kita hadapi didepan akan sangat berbahaya. Berhati-hatilah." Kata Roh pedang
Baiklah guru. Kami terus melangkah maju kearah depan tetapi anehnya kami tidak melihat kabut tebal di depanku.
"Guru apakah tau sesuatu tentang kabut ini ?" tanya aku.
"Ini..Ini.. Coba kamu ambil sesuatu dan juga arahkan sesuatu itu kedalam kabut itu kemudian tarik." Kata Roh pedang.
"Baiklah guru. Ini..ini aneh sekali guru kenapa kayu yang aku ambil menjadi kecil. Apakah kabut ini yang melakukannya ? Kabut ini ternyata sangat berbahaya ternyata. Tanya aku
"Tidak salah lagi ini ulahnya." kata Roh pedang.
"Ulah siapa guru. Bisa beritahu aku siapa yang melakukan ini. Mungkin yang ada dibalik kabut ini sebelumnya banyak makhluk yang tidak bersalah menghilang (Mati)." kata aku.
"Aku belum bisa mengatakannya padamu. Karena kulvitasimu masih rendah saat ini nanti tunggu kulvitasimu sudah berapa pada tingkat yang lebih tinggi baru aku mengatakannya padamu." kata roh pedang.
"Baiklah guru." kata aku.
"Orang ini sangatlah kejam dialah yang telah merantai rubah kecil dan memenjarakanku disini dia sangatlah jahat. Tetapi itu 200 tahun yang lalu" kata Roh pedang.
"Tapi apakah dia masih bisa hidup ? Bukankan sudah lewat 200 tahun sekarang" tanya aku.
"Dia adalah immortal iblis tentu saja dia masih hidup. Di dunia ini banyak yang mencarinya. Tetapi tidak mungkin dia mati semudah itu dia merupakan immortal iblis yang sangat kuat bahkan sang legenda pedang juga kalah olehnya." kata Roh pedang.
"Apa sang legenda pedang ? Apakah ada orang seperti itu didunia ini." tanya aku.
"Tentu saja ada dia merupakan tuanku yang telah menciptakan aku dan dia telah membunuh banyak penjahat yang tak terhitung jumlahnya." kata Roh pedang.
"Guru adakah cara untuk masuk kedalam kabut ini ?" tanya aku.
"Aku tau tapi hanya dengan darah seorang wanita yang masih perawan yang hanya bisa menghilangkannya." kata Roh pedang
Rubah kecil itu menumpahkan darah dirinya kearah kabut itu. Dan kabut mematikannya semakin lama semakin menghilang.
Rubah kecil ternyata kamu wanita. Pantas saja waktu aku menepuk kepalamu kamu memerah pada saat itu.
"Ku."
Aku harap suatu hari nanti aku bisa mengerti apa yang kamu bicarakan rubah kecil.
Kami memasuki kabut yang telah menghilang tadi. Untung saja bahaya tadi sudah menghilang.
Tapi aku banyak sekali melihat tulang dari hewan yang ada di balik kabut ini. Ini seperti ada sesuatu yang aneh dan ganjal sekali rasanya seperti ada yang sedang mengawasi kami.
Mungkin hanya perasaanku saja. Aku lihat Naela sangat tenang bisanya kalau ada bahaya Naela langsung bereaksi tetapi kenapa sekarang nggak. Mungkin ini gara-gara tempat ini yang sungguh misterius.
Tak lama kemudian kami beristirahat karena waktunya sudah malam kami merasa lelah karena sudah berjalan terlalu lama di tempat ini.
Kami pun tidur dengan bergantian menjaga antara aku dengan Naela saling bertukar tempat. Saat aku tidur Naela menjagaku begitupula sebaliknya.
Aku dimana ini. Ini seperti ada sebuah cahaya di depan sana aku akan melihatnya sebentar apa yang ada didepan.
Ternyata ada cincin disebuah tangan patung batu itu dan sepertinya cincin itu yang memanggilku saat ini untuk aku datang kesini dengan memancarkan cahaya.
Baiklah. Aku memutuskan untuk mengambil cincin itu dan kemudian akan memasangkannya kejariku.
Tiba-tiba setelah aku memakai cincin ini aku merasa kesakitan dan aku bangun dari tidurku.
Apa yang terjadi tadi. Huft ternyata hanya mimpi tapi tadi saat aku merasa sakit didalam mimpi kok terasa begitu nyata dan menyakitkan.
Aku tidak tau apa yang terjadi. Oh iyah dimana cincinnya tadi bukannya ada dijariku sekarang kok tidak ada.
Berarti benar tadi hanyalah mimpi belaka.