Indonesia
NovelToon NovelToon
Percintaan Non Human: Kutukan Penyihir Tampan

Percintaan Non Human: Kutukan Penyihir Tampan

Status: tamat
Genre:Cinta Beda Dunia / Identitas Tersembunyi / Akademi Sihir / Kutukan / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:21.1k
Nilai: 5
Nama Author: Anthiq. C

Biasanya penyihir adalah perempuan. Tapi apa jadinya jika ada penyihir laki-laki? Inilah yang terjadi pada Claude, dia terlahir di desa Aderrig (Desa Sungai Merah) sebagai satu-satunya penyihir laki-laki dari klan-nya. Calude pun diusir dari kampung halamannya karena di anggap pembawa sial. Claude pun terdampar di sebuah kota dan bertemu seorang aktris papan atas bernama Ayara yang bermasalah.

Pertemuan tidak sengaja antara keduanya pun menjadi hubungan simbiosis yang saling menguntungkan. Claude mendapatkan tempat tinggal yang nyaman, sementara Ayara dapat menyelesaikan semua masalah dengan bantuan sihir.

Namun semua itu hanya bersifat sementara, sampai seorang paparazi mendapatkan foto, bahwa sang aktris menyimpan seorang pria di rumahnya. Akankah kerjasama mereka akan berakhir? Atau hubungan mereka akan berakhir menjadi cinta? Apakah identitas Claude akan ketahuan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anthiq. C, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Penangkal Sihir

Seberkas sinar matahari memasuki celah jendela kamarnya. Ini adalah pemandangan sangat langka bagi Claude. Dia pun tertarik untuk mengikuti berkas sinar itu.

“Astaga! Apa ini?” Claude terkejut melihat untaian bawang merah, bawang putih dan cabai merah tepat di depan pintunya. “Apa ini semacam cara penyambutan orang baru?” gumam Claude bingung

Claude berjalan perlahan melalui taman bunga yang indah. Itu adalah tempat pertama kali dia di bawa kemari. Tetapi kali ini ada yang berbeda, Claude melihat beberapa buah cabai yang ditancapkan ke tanah menggunakan lidi.

“Astaga, Claude? Kamu udah bangun?” Ayara tampak terkejut, melihat seorang pria berjalan di sekitar taman bunganya. Dia masih belum terbiasa melihat cowok di dalam rumahnya.

“Ya, begitulah. Sinar matahari begitu indah untuk dinikmati,” kata Claude.

“Hah, kamu bicara begitu karena baru dua hari berada di sini. Seminggu lagi kamu pasti akan sangat merindukan kampung halamanmu yang indah dan sejuk itu,” kata Ayara dengan sarkasme. Wanita yang sejak lahir sudah tinggal di negara tropis ini, kadang jenuh melihat matahari yang bersinar dengan sangat sempurna sepanjang hari.

Claude hanya tertawa kecil melihat tanggapan Ayara barusan. “Tapi aku mau tanya satu hal, ini benda apa? Rasanya aku nggak melihatnya kemarin,” tanya Claude seraya menunjuk ke arah untaian bawang dan cabe yang ditusuk bak sate itu.

“I-itu rahasia. Kamu nggak perku tahu,” sahut Ayara dengan wajah memerah.

“Kamu menyembunyikan sesuatu, kan? Aku bisa menebaknya dari wajahmu. Apa ini sesuatu yang aneh?” ujar Claude mendesak Ayara untuk buka suara.

“Kenapa ekspresinya seperti itu? Apa dia bisa membaca pikiranku?” pikir Ayara cemas. “Sebenarnya tadi malam aku nggak bisa tidur. Ini pertama kalinya aku tinggal bersama seorang pria, terutama penyihir. Jadi aku mau membuat sesuatu untuk menangkal sihir,” ungkap Ayara dengan malu.

“Menangkal sihir? Dengan benda ini? Hahaha, astaga! Kamu belajar hal itu sari mana?” Claude tertawa terbahak-bahak, membuat Ayara semakin malu.

“Jangan ketawa, dong. Aku kan cuma jaga-jaga aja, kalau malam-malam kamu khilaf,” ujar Ayara dengan bibir manyun. “Aku baca semua itu dari internet,” sambungnya lagi.

“Terus kamu percaya gitu? Aku pikir ini semacam upacara penyambutan orang baru, kayak untaian bunga gitu,” sahut Claude tanpa bisa menahan tawanya. Deretan giginya yang putih pun terlihat dengan jelas.

“Ya kata artikel di internet sih gitu. Jangan ledekin aku terus, lah,” jawab Ayara dengan polos. Wajahnya yang seputih salju, tampak memerah karena malu.

“Ini sih nggak mempan sama aku. Bumbu dapur gini ya enaknya untuk masak,” kata Claude lagi.

“Ya udah, dong. Janga ketawa terus. Aku kan nggak tahu. Anggap aja aku nggak pernah melakukan hal ini,” kata Ayara, memohon pada Claude.

“Iya, deh. Aku bakal lupain hal ini. Tapi Ayara, kamu segitu takutnya tinggal denganku. Kenapa kamu mengizinkanku tinggal di sini?” tanya Claude setelah tawanya reda.

“Aku kan udah bilang, dulu aku juga pernah kayak kamu. Pergi dari rumah tanpa punya tempat tujuan, tanpa uang sepeser pun dan tidak ada tempat bersandar sama sekali,” kata Ayara dengan tatapan kosong ke depan. Sesekali dia terlihat menghembuskan napas dengan berat.

“Tapi kamu kan artis, kenapa bisa mengalami hal menyedihkan seperti itu?” ujar Claude.

Ayara tidak menyahut ucapan pria itu. Dia hanya tersenyum sambil melempar pandangan ke arah luar jendela. Tapi tak lama kemudian wanita itu menyeka air mata, yang menetes di sudut matanya.

“Maaf kalau aku bertanya hal yang sangat pribadi. Kalau kamu nggak mau jawab juga nggak apa-apa, kok,” ujar Claude melihat Ayara bungkam seperti itu.

“Itu masa laluku. Yang jelas sekarang aku sudah bahagia. Tinggal memikirkan bagaimana caranya menyelesaikan skandal ini,” ujar Ayara. Kedua tangannya mengepal, seakan-akan masih ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.

“Oh iya, hari ini para asisten rumah tanggaku mulai bekerja. Sebisa mungkin kamu harus menyembunyikan diri dari mereka, ya. Sampai aku menemukan alasan yang tepat untuk mengenalkanmu,” kata Ayara lagi.

“Baiklah, aku mengerti,” ujar Claude mengalah. Disa sadar, bahwa di rumah itu hanya menumpang.

“Terus aku juga udah bikin beberapa peraturan untuk kita taati bersama. Kamu dan aku harus menandatangani perjanjian itu,” kata Ayara lagi.

"Ya sudah, mana peraturannya?" ucap Claude.

Ayara kembali ke kamarnya. Tak lama kemudian dia pun muncul dengan membawa dua lembar kertas di tangannya. "Kamu bisa membacanya, kan?" ucap Ayara.

Pria itu mengerutkan kening, ketika melihat deretan huruf yang tertulis di sana. Claude tidak bisa membacanya. Penyihir tampan itu lalu mengusap kertas itu sesaat dengan telapak tangannya, kemudian membaca kalimat yang tertulis di atasnya di dalam hati.

Peraturan pertama: Tidak boleh sembarangan memasuiki ruangan, terutama kamar Ayara. Peraturan kedua: Harus menjaga kebersihan dan bersikap sopan. Peraturan ketiga: Tidak boleh menyentuh makanan dan minuman milik Ayara, kecuali Ayara yang menyuruh. Peraturan keempat: Jangan menunjukkan diri di depan Ayara sebagai seekor kucing. Peraturan kelima: Tidak boleh menggunakan sihir sembarangan.

Kening Claude berkerut setelah membaca isi perjanjian yang dibuat Ayara tersebut. "Bagian mana peraturan untukmu? Seperti semuanya untukku?" protes Claude sambil menyodorkan lembaran kertas itu pada Ayara.

"Ya itu kan untuk kita berdua," kata Ayara sambil memutar bola matanya. Jelas sekali kalau dia berbohong.

“Ini nggak adil, Ayara. Aku memang tinggal di rumahmu. Tetapi aku kan juga membantumu dengan kekuatan sihirku,” sanggah Claude lagi.

"Ya sudah, kalau kamu nggak boleh masuk ke kamarku. Aku juga nggak boleh memasuki kamarmu," ucap Ayara.

Claude menghembuskan napas panjang sambil berpikir. " Oke, aku setuju. Peraturan pertama, kedua dan ketiga harus kita patuhi bersama. Tetapi peraturan berikutnya aku nggak setuju. Apalagi yang nomor empat,” ujar penyihir tampan tersebut. Dia masih menunggu Ayara mengubah peraturan tersebut.

"Gini, ya. Aku tuh nggak suka kucing. Jadi sebisa mungkin jangan tunjukin wujudmu yang itu," ujar Ayara dengan tegas. Gadis itu terus memaksakan kehendaknya pada Claude.

“Haaah, ternyata susah banget menyamakan pendapat dan pikiran denganmu. Jadi apa dong solusinya? Kamu nggak mau aku terlihat sama para pelayan. Tapi …”

“Pelayan?” tanya Ayara, memotong ucapan Claude.

“Ah, maksudku para ART.” Claude meralat ucapannya. “Kamu nggak mau aku terlihat sama para pelayan. Tapi kamu juga nggak mengizinkan aku menggunakan sihir sembarangan dan berubah jadi kucing,” ujar Claude dengan nada kesal.

“Kamu beneran ngizinin aku tinggal di sini apa nggak sih?” sambung Claude lagi.

“Aku mengizinkan kamu tinggal di sini, kok. Tapi aku memang nggak suka kucing dari dulu,” sahut Ayara dengan lirih.

Drrrttt! Dering telepon di HP Ayara, membuat pertengkaran antara penyihir tampan dan sang aktris pun mereda. Gadis cantik itu buru-buru mengangkat telepon dari manajernya.

“Halo, Kak Luna. Ada apa?” tanya Ayara. Wajah Ayara mendadak pucat, ketika mendengar berita yang disampaikan oleh manajernya.

“Kenapa Ayara? Apa ada sesuatu?”

Claude mendekati Ayara. Dia baru teringat, jika ada masalah yang lebih besar untuk diselesaikan, dari pada membahas perjanjian tinggal bersama.

(Bersambung)

1
Frans Lizzie
wah..seru juga nih kayaknya
falea sezi
ciee aya/Curse//Curse/
Didik Setyawan
artis kok bodoh y,nyta2 anting it bukan dr tmpt syutingx tp mlah langsung d'berikn sm sri.hrusx d'cri dlu k'benaranx...
mamae nanab
❤️❤️❤️
Alfarossa
huuuhu... kok gak jd kisseu sih?
Alfarossa
sebel banget lihat ibu tirinya Ayara. Dikasih harta mewah gitu gak terima. harusnya dia g usah dpt apa-apa ... 😡😡😡
Alfarossa
Ternyata Cakra busuk banget 😡😡
Cancan
suka banget sama part ini. kebawa deg2an kayak nyata banget
Alfarossa
Entah kenapa aku bahagia banget, lihat Laras dicuekin selama dua episod. hahahaha
Cancan
Aku dr tadi cari2 novel ini krn pengen lanjut baca. rupanya covernya dh ganti jd tambah keren. ceritanya jg makin bagus..😍😍😍
Alfarossa
ih, keren!!!! batin Claud terhubung langsung dengan Ayara
Langit Biru
kelam banget masa kecil Ayara? pantes dia takut sama claud waktu berubah jd naga
Cancan
duh, itu si clude kerekam kamera?
Cancan
Mantap! kayak kebawa ke dunia fantasi
Cancan
Loh, apa ayara juga bukan manusia biasa? lnjut trus thorrrr
Alfarossa
burung elang itu claude, kan?
Alfarossa
Riza lesmana bramantyo? Itu maksudnya Riri Riza, Mira Lesmana dan Hanung bramantyo, ya? ah, author ada2 aja 😄
Alfarossa
lagi sedih2 malah ngakak gegara sikapnya Pak Tono. 🤣🤣🤣
Alfarossa
siapa itu diajeng larasati? apa dia laras nggak suka kalau makananya direbut?
Alfarossa
adaaa aja masalah baru. keep strong ayara!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!