Saat semua pendekar berkumpul untuk berebut kekuasaan, seorang anak gembala datang membawa akhir dari dunia mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Spectree Je, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16 - PUTRA KELUARGA TERSEMBUNYI DAN MURID ORANG GILA TUA
Balai Naga, Kota Terlarang, Beijing. Tengah malam masih sama.
Awan hitam berbentuk kipas sobek yang dibawa Qin Ye — pria 31 tahun yang selama 20 tahun memakai topeng Kakek Awan Hitam 90 tahun, penerus Kitab 9 Yin yang sebenarnya — baru saja hilang dari pintu Balai Naga. Bekas es dari Cakar Tulang Putih 9 Yin masih membeku di lantai marmer naga, membuat 3 Bayangan Hitam yang berlutut menggigil.
Kaisar Zhuo Tian masih tergeletak di lantai, singgasananya kosong. Wajahnya pucat seperti mayat, bukan karena takut pada Qin Ye saja, tapi karena satu kalimat terakhir Qin Ye:
Gadis yang kalian buru... dia adalah anakku... Namanya Qin Ruyan... 16 tahun... Dan dia adalah Kitab 9 Yin itu sendiri...
30.000 tael emas yang ia keluarkan untuk memburu anak itu... ternyata adalah untuk memburu anak dari monster yang bisa membekukan anak panah Elang Langit peringkat 3 hanya dengan satu jari.
Tian Ying, peringkat 3 dari 8 Pendekar Langit, masih berlutut, darah di sudut bibirnya sudah mengering menjadi es. Ia tidak berani mengangkat kepala.
Di sudut Balai Naga, satu sosok masih berdiri tegak. Jubah sarjana biru tua sederhana, pedang bambu hitam retak di pinggang, wajah tampan pucat seperti sarjana yang terlalu banyak membaca. Jiang Yu, peringkat 4 dari 8 Pendekar Langit Istana, yang tadi berduel 1 hari 1 malam dengan Hui Chen di Hutan Bambu Hitam dan hasilnya seri.
Jiang Yu menatap pintu Balai Naga yang masih terbuka, di mana awan hitam Qin Ye baru saja hilang. Di matanya tidak ada takut. Ada... lega. Dan ada... jijik.
Ia membalikkan badannya. Tidak menatap Kaisar lagi. Ia melangkah pelan menuju pintu keluar. Langkahnya tenang, seperti sarjana yang baru selesai ujian dan ingin pulang.
Setiap langkahnya, pedang bambu hitam retak di pinggangnya berdenting pelan, seperti bambu yang tertiup angin.
Kaisar Zhuo Tian yang tergeletak di lantai melihat punggung Jiang Yu yang ingin pergi. Amarahnya yang tadi padam karena takut pada Qin Ye, kini menyala lagi, mencari pelampiasan yang lebih lemah.
Qin Ye tidak bisa dibunuh. Paviliun Awan Hitam tidak bisa dibunuh. Mereka terlalu kuat, terlalu misterius.
Tapi Jiang Yu... Jiang Yu tidak punya latar belakang. Tidak punya paviliun. Tidak punya 36 anggota. Dia hanya anak pungut yang dipungut Istana sejak umur 10 tahun dari desa miskin di tepi Sungai Kuning. Diberi makan racun dan emas, dilatih menjadi anjing pemburu.
Anjing yang gagal harus mati.
"BERHENTI!"
Suara Kaisar Zhuo Tian menggelegar di Balai Naga, serak karena darah hitam di tenggorokannya.
Jiang Yu berhenti di tengah pintu. Tidak berbalik.
Kaisar bangkit dengan bantuan kasim tua, kembali duduk di singgasananya, mencoba mengembalikan wibawa Kaisar.
"Jiang Yu! Kau mau ke mana?! Aku belum menyuruhmu pergi!"
Jiang Yu masih tidak berbalik. Suaranya pelan, seperti sarjana yang sedang membaca puisi.
"Pulang."
"Pulang?! Pulang ke mana?! Kau adalah Pendekar Langit Istana! Rumahmu adalah Istana! Kau gagal membunuh biksu kecil Shaolin Hui Chen! Kau membuat Istana malu! Kau membuatku malu di depan Paviliun Awan Hitam!"
Kaisar mengangkat tangannya, menunjuk Jiang Yu.
"Kaisar memang tidak bisa membunuh Qin Wuyu, karena di belakangnya ada Paviliun Awan Hitam dan Kitab 9 Yin! Tapi kau... Jiang Yu yang tidak punya latar belakang harus mati atas kegagalanmu! Hari ini kau harus mati di Balai Naga ini untuk menebus malu Istana!"
Begitu perintah itu keluar, dari balik 12 pilar naga Balai Naga, keluar 6 sosok.
Bukan Bayangan Hitam yang tadi. Ini adalah 6 Pengawal Naga Dalam — pasukan rahasia Istana yang kekuatannya masing-masing setara dengan Tetua 9 Kantung Sekte Pengemis. Mereka membawa 6 jenis senjata berbeda: pedang, tombak, rantai, kapak, sumpit besi, dan jarum emas.
Mereka mengepung Jiang Yu di pintu Balai Naga. 6 lawan 1. Dan di belakang, masih ada Tian Ying peringkat 3 yang bisa menembakkan anak panah emas kapan saja.
Semua orang mengira Jiang Yu akan berlutut, memohon ampun, seperti anjing yang akan dipotong.
Tapi Jiang Yu... tertawa.
Tawanya pelan, seperti sarjana yang mendengar lelucon bodoh.
Ia akhirnya berbalik. Wajah tampan pucatnya yang biasanya ramah seperti sarjana, kini... ada senyum. Senyum yang sangat berani. Senyum yang belum pernah dilihat Kaisar selama 20 tahun memeliharanya.
"Apa kau yakin ingin membunuhku?"
Satu kalimat itu membuat 6 Pengawal Naga Dalam berhenti selangkah. Karena aura Jiang Yu yang tadi seperti sarjana lemah yang hanya bisa pedang bambu hitam, kini... berubah.
Tidak menjadi ganas. Tidak menjadi beracun seperti Ouyang Lie. Tidak menjadi panas seperti 9 Yang.
Tapi menjadi... kacau. Sangat kacau. Kiri dan kanan tubuhnya mengeluarkan hawa yang berbeda. Tangan kirinya terasa panas, tangan kanannya terasa dingin. Langkah kakinya kiri dan kanan tidak sama irama. Seperti ada dua orang di dalam satu tubuh.
Kaisar Zhuo Tian mengerutkan kening. "Apa maksudmu, anjing?!"
Jiang Yu mengangkat kepalanya, menatap langsung mata Kaisar Zhuo Tian, tanpa rasa takut sama sekali. Sesuatu yang bahkan Tian Long peringkat 1 tidak berani lakukan.
"Mereka tidak tahu bahwa Jiang Yu bukan orang sederhana."
Ia meletakkan tangan kirinya di gagang pedang bambu hitam retaknya, tapi tangan kanannya... membuat gerakan aneh, seperti sedang menulis kaligrafi di udara, tapi terbalik.
"Jiang Yu adalah putra dari Jiang Chen dari Keluarga Jiang. Keluarga tersembunyi di Jianghu."
Kaisar mengerutkan kening. "Keluarga Jiang? Keluarga Jiang yang mana? Di Wulin tidak ada keluarga Jiang yang terkenal!"
"Benar," kata Jiang Yu sambil tersenyum. "Karena Keluarga Jiang tidak ingin terkenal. 100 tahun lalu, saat Wang Chongyang mendirikan Quanzhen, ada satu keluarga yang menolak bergabung dengan Wulin Putih maupun Hitam. Keluarga yang tinggal di Lembah Bunga Persik Terlarang di luar Danau Tai, menjaga satu makam. Makam seorang anak kecil yang mati karena rebutan Kitab 9 Yin. Keluarga itu bernama Keluarga Jiang. Keluarga yang bersumpah tidak akan pernah ikut urusan Wulin... sampai 15 tahun lalu, saat Lembah Pedang berdarah."
6 Pengawal Naga Dalam saling pandang. Mereka tidak pernah mendengar nama Keluarga Jiang. Tapi Tian Ying, peringkat 3, yang berlutut, tiba-tiba membelalak. Karena ia pernah mendengar dari gurunya, Elang Langit generasi sebelumnya, tentang Keluarga Tersembunyi yang menjaga makam.
Jiang Yu melanjutkan, suaranya kini ada dua nada, kiri dan kanan berbeda, seperti dua orang berbicara bersamaan.
"Dan identitas Jiang Yu yang sebenarnya... adalah Murid Tidak Langsung dari Zhou Botong, Orang Tua Nakal, adik seperguruan Wang Chongyang."
DUAK!
Kaisar Zhuo Tian yang baru duduk, hampir jatuh lagi dari singgasana.
"Zhou... Zhou Botong?! Si Bocah Tua Nakal?! Muridnya Wang Chongyang yang hilang 80 tahun lalu?! Yang menciptakan Kong Ming Quan dan Shuang Shou Hu Bo — Dua Tangan Saling Berkelahi?!"
Jiang Yu mengangguk. Senyumnya semakin lebar, semakin... nakal. Seperti anak kecil yang baru saja berhasil mencuri ayam.
"15 tahun lalu, saat aku umur 15 tahun, aku tersesat di Lembah Bunga Persik Terlarang milik keluargaku. Aku menemukan sebuah gua yang terkubur. Di dalam gua, ada kerangka tua dengan rambut acak-acakan, memegang dua kitab yang terbuat dari kulit kambing. Satu kitab berjudul Kong Ming Quan - Tinju Kekosongan, satu lagi berjudul Shuang Shou Hu Bo - Dua Tangan Saling Berkelahi. Dan di dinding gua, ada tulisan dengan arang: Aku Zhou Botong, terjebak di sini 10 tahun karena mencari 9 Yin, akhirnya mati karena lapar, bukan karena kungfu! Siapa pun yang menemukan tulangku, tolong kuburkan aku di samping kakakku Wang Chongyang, dan ambil dua kitab jelekku ini untuk bermain-main!"
Jiang Yu mengangkat kedua tangannya. Tangan kiri membuat gerakan Tinju Kekosongan yang lembut seperti kapas, tangan kanan membuat gerakan Tinju Kekosongan yang keras seperti baja. Dua gerakan yang berlawanan, dilakukan dalam satu waktu, oleh satu orang.
"Kitab kungfu Zhou Botong dulu ditemukan olehku, dan aku menguasainya secara sempurna. Namun tidak pernah digunakan sampai sekarang. Karena Guru Zhou Botong di dalam suratnya bilang: Jangan pernah gunakan dua jurus ini di depan orang Istana, karena Istana akan tahu kau bukan anjing, tapi manusia. Jadi selama 10 tahun di Istana, aku hanya menggunakan Pedang Bambu Hitam Tanpa Bayangan yang kalian ajarkan. Pedang yang membosankan, yang harus lurus, yang harus patuh."
"Padahal..."
Tiba-tiba, Jiang Yu bergerak.
6 Pengawal Naga Dalam yang mengepungnya menyerang bersamaan. Pedang, tombak, rantai, kapak, sumpit besi, jarum emas, semua mengarah ke 6 titik mati di tubuh Jiang Yu.
Tapi Jiang Yu tidak menghunus pedang bambu hitam retaknya.
Tangan kirinya menepis pedang dan tombak dengan gerakan kapas yang lembut, meminjam tenaga mereka dan melemparkan pedang dan tombak itu saling bertabrakan.
Tangan kanannya meninju rantai dan kapak dengan gerakan keras seperti baja, menghancurkan rantai besi dan kapak baja itu menjadi serpihan dengan tangan kosong.
Kaki kirinya menendang sumpit besi, kaki kanannya menginjak jarum emas.
Dua tangan saling berkelahi. Dua tangan yang berbeda jurus, berbeda tenaga, berbeda pikiran. Satu orang, tapi seperti dua pendekar yang bekerja sama.
Dalam waktu 3 napas, 6 Pengawal Naga Dalam yang setara Tetua 9 Kantung... tergeletak di lantai, pingsan, senjata mereka hancur.
Balai Naga sunyi lagi.
Jiang Yu masih berdiri di pintu, pedang bambu hitam retaknya bahkan belum terhunus sama sekali. Ia menatap Kaisar Zhuo Tian yang wajahnya kini pucat seperti kertas, dan Tian Ying peringkat 3 yang masih berlutut dan tidak berani bergerak karena ia tahu, ia tidak akan bisa menang melawan orang yang bisa menggunakan dua jurus berbeda dalam satu waktu.
Jiang Yu berkata dengan percaya diri, suaranya kini benar-benar seperti Zhou Botong, Orang Tua Nakal yang suka bermain-main, ada dua suara yang saling menimpali.
Kiri: "Ingin membunuhku?"
Kanan: "Apakah mereka mampu?"
Lalu ia tertawa, tawa bocah nakal, dan terus melangkah pergi keluar dari Balai Naga, keluar dari Kota Terlarang, keluar dari Istana yang telah memeliharanya selama 10 tahun sebagai anjing.
Langkahnya masih seperti sarjana, tapi kini tangan kirinya menulis puisi di udara dan tangan kanannya menghapus puisi itu, bermain-main sendiri.
Di belakangnya, Kaisar Zhuo Tian berteriak histeris:
"Jiang Yu! Kau berkhianat! Kau akan kuburu! 8 Pendekar Langit akan memburumu!"
Jiang Yu tidak menoleh. Ia hanya mengangkat tangan kanannya ke belakang, melambaikan tangan seperti anak kecil, sambil tangan kirinya masih menulis puisi terbalik di udara.
"Jangan buru aku, Kaisar tua! Buru saja Paviliun Awan Hitam! Karena anak perempuan Ketua Paviliun Awan Hitam, Qin Ruyan, yang punya darah 9 Yin, sekarang ada di..."
Ia berhenti sejenak di gerbang Balai Naga, menoleh dengan senyum nakal yang sangat mirip Zhou Botong.
"...ada di Shaolin! Bersama Hui Chen! Biksu kecil yang tidak bisa kubunuh kemarin karena... dia mengingatkanku pada kakakku sendiri yang mati karena lapar 100 tahun lalu di gua itu!"
Setelah itu, ia melompat ke atas atap Balai Naga, dan dengan jurus Shuang Shou Hu Bo, tangan kirinya memegang genteng dan tangan kanannya mendorong genteng, ia terbang seperti burung aneh yang kedua sayapnya bergerak ke arah berbeda, hilang di langit malam Beijing.
Malam itu, 8 Pendekar Langit Istana kehilangan 1 anggota. Peringkat 4, Jiang Yu, resmi keluar dari Istana.
Dan malam itu juga, Kaisar Zhuo Tian baru sadar, selama 10 tahun, ia tidak memelihara anjing. Ia memelihara... dua orang gila dalam satu tubuh. Murid dari Orang Tua Nakal yang paling ditakuti bahkan oleh Wang Chongyang sendiri.
Dan di Hutan Bambu Hitam, Hui Chen yang sedang meminum air hangat dari mangkuknya, bersin.
"Hacim! Sepertinya ada orang yang membicarakan Shaolin..."