Seorang gadis yang suka mempelajari beragam macam phobia melalui buku-buku yang ada diperpustakaan. Dia adalah mahasiswi dari prodi BK di Universitas Epistemolog. Kesehariannya yang biasa saja berubah Sampai ia bertemu dengan makhluk seperti boneka bulat berbulu yang bisa berbicara di perpustakaan (pangeran Alger). Nama gadis itu adalah Sari. sementara sahabat karibnya yang bernama Wina juga menemukan boneka berbulu yang bisa berbicara di kamar kostnya. Kedatangan 2 Bola berbulu pangeran Alger dan Putri Elpida adalah meminta dua sahabat itu untuk membantu melawan penyihir yang merusak dunia mereka yaitu Phile Kingdom.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon weni mawadah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Move
"Kau.. jangan-jangan mesum yah!! Kau hanya ingin melakukan yang tidak-tidak pada kami kan?" Ucap Afsah menunjuk padaku meskipun kulihat dia agak takut.
"Mesum? Bude?? Apa bude tak membacakan peraturan mereka tinggal disini?" Tanyaku.
......................
Wina menghela nafas sambil menutup wajahnya dengan tangan kanannya. "Sudahlah... Dia tak berniat mesum.. dan kalian! Apa kalian sangat tak minat dalam membaca? Di dalam setiap kamar tadi Philip sudah menyiapkan aturan.. gunakan pakaian yang sopan saat kalian keluar kamar dalam kurung tidak memakai pakaian seksi. Terus jangan coba-coba masuk ke kamar Philip. Lalu di no 3 selalu kunci pintu kamar jika ingin membuka aurat kalian.." Ucap Wina.
"Apa benar ada aturan seperti itu di setiap kamar?" Tanya Astih.
"Duh.. kalian nih.. kalian jaga perilaku saja.." Ucap Wina lagi.
"Aku sudah menelfon orang tuaku.. untungnya bude ningsih tinggal disini jadi mereka setuju.. dan, ayahku sudah menerawang tentang mu.. dan setuju.." Ucapnya dengan aku tertegun.
"Apa yang ayahmu beritahu padamu?" Tanyaku mencoba tersenyum palsu.
"Tidak ada.. dia sering membuat sesuatu menjadi misteri.. yang jelas jika dia sudah mengizinkanku.. ayahku percaya padamu.. jadi, setidaknya aku percaya pada ayahku.." Ucapnya lagi.
"Ah.. begitu.." Ucapku melihat bude menyiapkan makanan.
"Aku mau mandi dulu bude.. kalian makanlah duluan.." Ucapku menuju kamarku. Jelas Wina menatapku seperti itu. Apa ayahnya benar bisa menerawang ku?" Ucapku bingung lalu melihat ponsel dengan Wina yang mengirim Chat. "Ayahku mengatakan kau orang baik.. kau.. punya masa lalu yang menyakitkan.. jujur saja aku penasaran.. tapi, yang lebih penting apapun itu kuharap kau bisa bangkit.. dan aku minta maaf karena jadi mengingatkanmu atas masa lalumu.." Bacaku yang membuatku tanpa sadar tersenyum lagi. Dia benar-benar gadis yang agresif. Berani mengatakan hal yang ada dihatinya selurus itu..
"Filia masih belum kutemukan lagi semenjak dia diculik oleh bawahan penyihir phoby dan masuk ke lubang teleportasi.
...****************...
"Wina kemana?" Tanyaku yang selesai mandi dan melihat mereka makan. Tak berapa lama Wina turun dan terlihat akan pergi keluar. "Kau mau kemana?" Tanyaku.
"Ah.. itu.. latihan ke string.." Ucapnya.
"Mu belum makan loh Win.." Ucap Astih.
"Ini mau makan.. kalian udah?" Tanyanya dengan Afsah menunjukkan tangannya yang basah "nih baru kelar.. keknya bakalan bahagia banget tinggal disini deh.. makasih yah philip.. berkat mu kami bisa ngerasain masakan ala rumahan dari bude ningsih.." Ucap Afsah.
"Bude dah makan?" Tanya Wina.
"Bude selalu makan bersama mas philip.. mbak.." Ucap bude dengan aku duduk di meja makan dan bude menyiapkan makananku. Wina duduk agak jauh dariku sepertinya dia menjaga jarak. Kami bertiga makan bersama dan tak berapa lama ponsel Wina berdering. "Halo.. Kak?" Ucapnya.
"Ah.. ini lagi makan.. iya loh.. latihan kok malam nih.." Ucapnya.
"Oke, oke.. iya siip.. kak Via juga disana? Oke oke.. asiik.. siip kak.. assalamualaikum.." Ucapnya mematikan ponsel dan lanjut makan lagi. Reflek aku bertanya "siapa?" Seketika semua melihat kearahku dengan tatapan bingung.
"Oh.. ini Kak Arul.. dia kating aku.. yang dari awal masuk sini dia yang paling kukenal.." Ucapnya dengan riang. Aku tersenyum dan mengatakan "Aku antar naik mobil.."
"Bisa sih... Tapi, nanti mu jemput kan?" Tanyanya dengan aku memelingkan wajah ke arah lain sambil menjawab "Aku tungguin sampai pulang.." Ucapku membuatnya tersedak dan semua temannya mulai senyum-senyum.
"Kalau mu tungguin aku.. nnti mu dikira pacar aku!!! Bisa bahaya woe!! Aku aja gak niat pacaran.. ditambah kalau nanti ada yang pernah kutolak ajak pacaran ngelihat gimana? Nanti mereka sakit hati Lip.." Ucapnya dengan aku menyelesaikan makananku dan menatapnya.
"....." Keheningan terjadi.
"Baik.. baik.. terserahlah.. udah ah cepetan.. kami mau latihan bareng ini.. orchestra.. tapi jemput violin ku dulu di kost.." Ucapnya.
"Tunggu aku diluar.." Ucapku.
...****************...
*Wina Pov
"Sari gimana yah.. huft.. dia pasti sedang bimbang tentang kitab ijabah.. aku akan menelfonnya nnti.." Ucapku menunggu Philip diluar rumah.
"Ayo.." Ucapnya keluar dari pintu rumah dengan stilenya yang sederhana. Gilak!! Penampilan nya bikin seakan bisa digapai. Astagfirullah!! Sadar Wina sadar..
"Nanti sekalian beresin barangmu aja.. buat pindahan.." Ucap Philip yang mulai menghidupkan mobilnya.
"Besok aja.." Ucapku.
"Oke.." Ucapnya singkat.
Aku meliriknya sesekali yang sedang menyetir itu. Apa yang kupikirkan? Dia terlihat sangat keren saat sedang meneyetir. "Berhenti menatapku seperti itu.." Ucapnya membuatku tertegun.
"Keliatan banget yah? Maaf.. habisnya keknya kamu keliatan kek keren gitu loh.. kek di film-film boyfriend material atau apalah tuh yah.." Ucapku terus terang. Sampai kami di kost-an ku. Aku turun mengambil Violinku. Kembali masuk ke mobil dan menuju kampus.
Sampai di kampus dia membawakan violinku. Padahal aku sudah katakan tidak perlu. Saat sampai di ruang String seketika dia mengenal sesepuh katingku yang paling di hormati. "Kak bayu sejak kapan kenal Philip.." Tanyaku dalam hati bingung.
"Wah.. Wina.. kamu kalau punya pacar kek Philip harus dipacu terus itu skilnya.." Ucap Kak Bayu nice!! Keknya bakal di roasting aku nih.. bentar? Apa? "Pacar? Siapa? Dia sama aku?" Tanyaku dengan kak bayu menyela " hei.. dia lebih tua darimu loh.. setara dosen ilmunya.." Ucap Kak Bayu lagi.
"....." Aku diam dengan philip tersenyum mengejek padaku. "Kakak pinjam philip dulu yah.. dah lama gak ketemu nih.." Ucap Kak Bayu dengan aku menjawab "Ya" dengan bodoh amat dan masuk keruangan. Pemanasan sebentar dengan ketenangan sampai aku tidak sadar kekuatan kitab ijabah meluap dan membuka tanda permata didahiku dan mataku. "Apa yang terjadi???"