Indonesia
NovelToon NovelToon
Inikah Namanya Cinta?

Inikah Namanya Cinta?

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Laurra

Pertemuan pertama setelah 10 tahun atas kesalah pamahan yang tidak penting. Aku bangkit dan hari pembuktian itu tiba. Satria...lihat aku sekarang....biarkan aku menjelaskan semuanya.
Sintya masih memandang Dokter itu, sosok yang selama ini dia rindukan. Cinta yang tersembunyi...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laurra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Calon istri saya, Bik!

Tidak terasa sudah 1 bulan Satria bekerja di rumah sakit tersebut.

Satria terkenal sebagai dokter anak yang penyayang kepada pasiennya. Satria bekerja sangat profesional. Dia tidak segan-segan menegur perawat ataupun petugas lain di timnya.

Senin sampai dengan Jumat, Satria bertugas dari jam 7 sampai jam 12 siang. Lanjut dari jam 5 sampai jam 7 di poli anak. 

Dijam makan siang ini, ini Satria sengaja berdiam diri di kantin menunggu Sintya yang sudah 3 minggu ini mengabaikannya. 

Sintya terlihat sendirian dan mulai memilih menu makan siang. Keadaan di kantin cukup ramai, Sintya celingak-celinguk mencari kursi kosong. Dengan sangat terpaksa, Sintya duduk di sebelah Satria karena hanya di sana tersedia kursi kosong.

“Dok, boleh saya duduk disini?” tanya Sintya tanpa berani melihat mata Satria.

“Silakan,” jawab Satria.

Keduanya terdiam, hanya suara sendok makan yang bersahutan.

Selang 30 menit, Satria sudah tidak tahan dengan sikap diam Sintya.

“Tya, kenapa WA saya tidak pernah dibalas?” tanya Satria dengan mata mengintimidasi.

“Itu… ehmmm. Saya sudah ngantuk, Dok, dan itu di luar jam kerja,” jawab Sintya sekenanya.

“Tapi yang saya tanyakan bukan masalah pekerjaan; saya tanya tentang kondisi Niken. Kamu menghindari saya, kenapa?” tanya Satria agak meninggi. Dia tidak terima kalau sampai tidak diperdulikan.

“Saya… “jawaban Sintya menggantung.

Beberapa orang yang duduk di dekat mulai melirik. Ada yang menggosip dan ada juga yang sekadar melirik.

Sintya tidak menjawab. Dia menunduk dengan perasaan campur aduk. Dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa lelaki di depannya sudah mengecewakannya sewaktu SMA dan laki-laki ini juga yang selalu mengirimkan hadiah ulang tahun setiap tahunnya.

Dilema itu membuat dia gusar.

“Saya jemput kamu pulang kerja, jam 5. Tidak boleh menolak!!! Tegas Satria sambil meninggalkan kantin.

Satria sudah menunggu di parkiran. Dari kejauhan nampak Sintya berjalan lesu ke arahnya.

“Ayo masuk,” pinta Satria sembari membuka pintu mobilnya.

Sintya menurut dan duduk di sebelah kursi kemudi. Hujan rintik mulai membasahi jalanan, empat puluh menit berlalu dan mobil Satria sudah memasuki perbatasan kota.

 

“Kita mau kemana, Dok?”

“Menculik kamu!!!” jawab Satria sambil tersenyum.

“Berhenti…aku mau turun. Aku teriak nih. Satria berhenti,” kataku. Sintya meronta, berteriak, dan menangis.

Satria tetap menyetir dengan tenang dan semakin mempercepat laju kendaraannya tanpa mengindahkan ucapan Sintya. Sintya memukul lengan Satria. 

“Apa salahku padamu, Kak? Dulu aku difitnah dan kakak ga pernah mendengar penjelasanku. Aku masih merasa bersalah sampai sekarang”.

Kendaraan Satria menepi. Mereka sampai di sebuah danau kecil buatan dan memasuki kompleks perumahan “Cahaya”.

Satria melepas sabuk pengaman, dan memegang tangan Sintya yang mulai melemah.

“Jelasin semuanya di rumahku, jangan di sini.” suara Satria lembut, tangannya mengusap air mata dipipi gadis itu.

Nampak seorang security membuka gerbang. terlihat sebuah rumah berdesign Belanda terpampang jelas. Sintya membersihkan sisa air matanya dengan tisu.

“Selamat sore, Den” sapa security bernama Pak Jaya.

“Sore Pak Jaya” sahut Satria.

Setelah memarkirkan mobilnya, Satria mengajak Sintya ke kebun di samping rumah. Wangi melati dan kenanga yang dominan, ada beberapa bunga krisan yang berbunga.

Seorang asisten rumah tangga mendatangi mereka.

“Den Satria tumben pulang, tuan dan nyonya barusan berangkat kundangan”.

“Bik Ina, kenalkan ini Sintya” 

“Ayune… tumben Den Satria membawa gadis pulang. Pacar ya Den?” tanya bik Ina balik sambil menyalami Sintya.

“Bukan Bik” jawab Sintya cepat.

“Calon istri saya bik!”  jawab Satria dan Sintya kaget bukan main.

1
Nita Aprika Nita
🤭🤭
Nita Aprika Nita
🤣🤣🤭
Nita Aprika Nita
🤣🤣🤣
Nita Aprika Nita
ahhh,, suka aku kak..
Nita Aprika Nita
sejauh ini menarik dan simpel cerita nya tour.. tetap semangat berkarya.. maaf baru ketemu novel nya..
Luh Ary: terimakasih kak, semoga sukaaa🙂
total 1 replies
Marni Radini
Lanjut
Luh Ary
Terimakasih untuk like & subscribe nya.🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!