Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi Gadis Imut

Transmigrasi Gadis Imut

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia Utari

Lily adalah gadis biasa yang suka makan kue dan membaca novel, tiba-tiba masuk ke dalam dunia buku yang baru saja ia baca! Dan yang lebih parah—ia bukan menjadi tokoh utama, melainkan penjahat sampingan yang nasibnya berakhir sangat menyedihkan di akhir cerita.

Dengan wajah imut, sifat polos, dan hobi makan kue, Lily bertekad mengubah takdirnya. Tapi siapa sangka, rencana hidup tenangnya malah berubah jadi rumit—karena siswa paling dingin di sekolah, ketua OSIS yang tegas, dan bahkan pewaris perusahaan besar… semuanya jadi terpesona padanya!

"Kau ini sebenarnya makhluk apa?" tanya siswa dingin itu dengan wajah datar, tapi tangannya tak melepaskan pinggangnya.
Lily tersenyum polos sambil memegang kue: "Aku cuma gadis yang suka makan, Mas~"

Apakah Lily bisa selamat dari akhir cerita yang tragis? Atau malah menemukan kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia Utari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 9: Persahabatan yang Kembali Utuh

Hari-hari setelah kejadian foto palsu itu terasa jauh lebih tenang dan damai dari sebelumnya. Grace dihukum tidak boleh masuk sekolah selama dua minggu, dan semua orang akhirnya menyadari bahwa tuduhan terhadapku hanyalah rekayasa jahat. Tatapan teman-teman sekelas dan seluruh siswa di sekolah kini bukan lagi sekadar hormat—penuh dengan kepercayaan dan kehangatan yang tulus. Setiap kali aku berjalan melewati koridor, mereka menyapa dengan ramah, bahkan beberapa siswi yang dulu selalu menjauhiku kini berani berjalan bersamaku sambil bercerita dan tertawa. Rasanya seperti mimpi—aku yang dulu dibenci semua orang, kini diterima dan disayang. Dan semua itu bukan karena kekayaan atau ketampanan, melainkan karena kesederhanaan dan ketulusan hati.

Namun yang paling berubah adalah hubungan di antara aku, Ethan, dan Mark. Setelah saling terbuka dan menyadari bahwa perselisihan karena cinta tidak sebanding dengan persahabatan yang sudah terjalin sejak kecil, mereka berdua sepakat untuk tidak lagi bersaing dengan cara yang menyakitkan. Mereka berjanji akan tetap bersahabat, dan membiarkan semuanya berjalan secara alami tanpa ada paksaan atau persaingan yang tidak sehat. Pagi itu, saat kami bertiga duduk bersama di bangku taman sekolah untuk pertama kalinya tanpa ada rasa canggung, udara terasa jauh lebih ringan dan menyenangkan.

"Kau tahu?" ucap Mark sambil tersenyum tipis, memandang ke arah dedaunan yang bergoyang ditiup angin. "Dulu aku pikir Ethan dan aku akan terus berselisih karena hal seperti ini. Tapi sekarang aku sadar—persahabatan kita jauh lebih berharga daripada memenangkan seseorang dengan cara yang salah. Kalau aku ditakdirkan untuk bersamanya, aku akan menunggu sampai dia benar-benar siap memilih dengan hatinya sendiri."

Ethan mengangguk setuju, lalu menatapku lembut. "Begitu juga aku. Aku tidak akan memaksamu, Lily. Tapi aku juga tidak akan pergi. Aku akan tetap di sini, menemani dan melindungimu, sampai kau benar-benar tahu siapa yang paling pantas mendampingimu."

Aku menatap mereka berdua dengan hati yang hangat dan penuh syukur. "Kalian berdua adalah hal terbaik yang terjadi padaku sejak aku datang ke sini. Terima kasih sudah mengerti dan tidak memaksaku. Aku berjanji akan jujur pada hatiku sendiri, dan apa pun keputusanku nanti, aku harap kita tetap berteman seperti sekarang."

Sejak hari itu, hari-hari kami menjadi jauh lebih ceria dan penuh warna. Kami makan bersama di kantin, belajar bersama di perpustakaan, berjalan pulang bersama sampai gerbang sekolah, dan bahkan sering menghabiskan waktu akhir pekan dengan kegiatan sederhana seperti berkeliling kota atau berkunjung ke perpustakaan umum. Ethan dan Mark saling mendukung satu sama lain, dan mereka berdua berusaha menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri demi mendapatkan hatiku. Kadang mereka bercanda satu sama lain, saling menyindir dengan cara yang lucu dan tidak menyakitkan, membuat suasana selalu penuh tawa. Aku merasa sangat bahagia—bukan karena dicintai dua orang sekaligus, tapi karena kami bertiga tumbuh bersama menjadi orang-orang yang lebih baik.

Suatu sore, saat kami duduk di taman sambil menikmati kue yang kubawa, Elena datang menghampiri kami dengan wajah cerah dan penuh semangat. Dia memegang selembar kertas pengumuman yang besar dan berwarna-warni.

"Kabar baik, teman-teman!" serunya dengan nada gembira. "Bulan depan sekolah kita akan mengadakan Festival Budaya Tahunan! Dan setiap kelas harus mengajukan satu stan untuk ikut berpartisipasi. Aku berpikir… bagaimana kalau kita membuat stan kue dan minuman? Aku yakin kue buatanmu pasti sangat laku, Lily!"

Mata Ethan dan Mark langsung berbinar mendengar usulannya. "Ide bagus sekali!" seru Mark. "Aku bisa membantu mengurus perizinan dan perlengkapannya sebagai ketua OSIS."

"Dan aku bisa membantu merancang dekorasi dan tata letaknya," tambah Ethan dengan semangat. "Aku cukup pandai dalam hal desain."

Aku tersenyum bahagia melihat antusiasme mereka. "Kalau begitu, mari kita kerjakan bersama-sama! Semoga saja stan kita bisa menjadi yang terbaik!"

Hari itu, kami berempat membuat rencana dengan penuh semangat. Tidak ada yang menyangka bahwa festival sederhana ini akan menjadi salah satu momen paling berkesan dalam hidup kami, dan juga menjadi titik balik yang akan mengubah hubungan kami selamanya.

1
little girl
terima kasih ya sudah mampir 😍😍
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!