Assalamualaikum
-Mikayla Putri Abrisham gadis cantik cerewet,periang,murah senyum,tidak sombong tapi itu dulu karna keegoisan kedua ortunya yang lebih memilih bekerja dari pada memperhatikan tumbuh kembang dia dan sang abang. Mikayla berubah menjadi gadis tomboy,cuek,dingin,datar dan tak tersentuh
-Muhammad Septian Abigail laki-laki tampan,pintar,baik,cuek dan dingin ke semua perempuan kecuali sama Bunda dan Mikayla
Apa takdir akan berpihak kepada mereka berdua?
Kalau penasan langsung aja baca jangan lupa di baca ya dan like and komen
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aibnatu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
09
HappyReading🌻
Pagi ini Mikayla sudah siap pergi ke sekolah, mengingat kejadian semalam yang tak henti-hentinya membuatnya emosi. Jam sudah menunjukkan pukul 06.53 Mikayla menyambar ponsel dan kunci motornya tak lupa ia meminum susu yang sudah di siap kan Bi Surti sang asisten Rumah tangga.
Mikayla menaiki motornya, memanaskan mesin motornya beberapa menit lalu membelah jalan kota yang padat di pagi hari.
Sesampainya di sekolah Mikayla memarkirkan motor ninjanya, di waktu yang bersamaan saat ia membuka helm full face-nya, Septian turun dari mobil bersamaan dengan Putra. Septian mengembangkan senyumnya melihat Mikayla sang pujaan hati itu. Siswi yang melihat itu berteriak histeris melihat Septian tersenyum menambah kadar kegantengan pria itu.
Tanpa membuang waktu, Septian langsung berjalan ke arah Mikayla, tak mempedulikan tatapan memuja para siswi yang melihatnya.
"Morning, Kay." sapa Septian ke Mikayla sembari menunjukkan senyum terbaiknya.
Mikayla menatap datar Septian tidak membalas senyum Septian, setelah itu Mikayla berjalan tak memperdulikan keberadaan Septian dan Putra
"Kapan lo kembali lagi seperti dulu jadi gadis ceria tidak cuek dan sedingin sekarang." Lirih Putra yang tidak di dengar Septian
Di sepanjang koridor, Septian tak henti-hentinya tersenyum sembari membayangkan wajah datar Mikayla, sedangkan Putra hanya memasang wajah datarnya. Ia menatap lurus ke depan tanpa berniat memandang atau melirik Septian yang sedari tadi tersenyum seperti orgil. Semua itu tak luput dari pandangan siswa-siswi yang berlalu lalang di sepanjang koridor. Ada yang memandang mereka dengan tatapan aneh, memuja dan juga bingung.
"*Manisnya senyum septian."
"Septian saranghae."
"Putra cool banget".
"Septian ganteng bangat."
"Itu Septian dan Putra makin hari makin ganteng aja*."
Mungkin itu lah bisikan-bisikan histeris yang dapat mereka dengar, Putra memutar bola mata nya malas Gak ada kerjaan lain apa selain gosipin orang batin Putra kesal. Septian yang melihat itu langsung masa bodo amat.
*****
"Mikayla gue boleh nanya ngak? " tanya Vian yang duduk di belakang Mikayla.
"Hm boleh." jawab Mikayla bersamaan saat ia membalikkan badannya, berhadapan dengan Vian.
"Emm... Lo... Lo ada hubungan apa sama Septian?"
Mikayla mengkerutkan dahinya bingung dengan sahabatnya yang satu ini,tumben bangat dia nanya soal Septian , Mikayla membatin.
"Emang kenapa? Tumben nanya?" tanya Mikayla balik dengan santainya.
Sedangkan Vian mati matian menahan kegugup-annya, keringat dingin mulai bercucuran di dahi pria itu dan jantungnya berdetak dua kali lebih cepat. Ia takut jika sedikit saja Vian salah berbicara, pasti Mikayla akan marah.
"Em... Ng-ngak apa-apa sih cuman nanya aja." jawab Vian berusaha menysmbunyikan kegugupannya.
Mikayla menambah kerutan di dahinya, semakin bingung melihat tingkah Vian yang agak aneh. Kenapa sih? Mikayla membatin lagi.
"Lo sehat kan Vi? Keringatan gitu." tanya Mikayla makin bingung.
"Gu-gue ngak apa-apa kok." jawab Vian sambil menyeka keringatnya dengan tangan kirinya.
Mikayla hanya manggut-manggut, lalu berbalik karena guru yang akan mengajar sudah masuk.
Kok jadi gugub gini sih batin Vian.
*****
Gimana? Dapat feelnya?
Update juga akhirnya yaa
Jangan lupa like and komen ya guys
Semangat thor, ceritanya bagus.
Sekalian mau izin promosi thor. Yuk mampir ke cerita aku..
-Kebahagiaan Dari Negeri Gingseng
-Hidup Kembali Menjadi Gadis SMA.
Ditunggu ya....