Gadis paling beruntung.
Setidaknya itulah julukan yang tersemat dalam diri Clara Villegas. Walaupun memiliki masa lalu yang terkesan buruk namun sekarang seolah hidupnya berubah drastis. Saat dihidupnya dipertemukan dengan sesosok pria tampan, baik, pengertian dan tentunya kaya raya. Seorang pemilik perusahaan ekstraktif GrantHill Company, perusahaan yang memiliki cabang hampir diseluruh dunia, Jack Hilton.
Hubungan yang sudah terjalin hampir enam tahun lamanya itu ditempuh oleh Clara dan Jack. Hubungan sehat, penuh kasih sayang, saling support, dan bahagia tentu saja. Tapi sayangnya itu semua hanya berlaku untuk dua tahun pertama. Tahun ketiga seolah sifat dan perilaku Jack berubah drastis. Pria lembut dengan penuh kasih sayang itu kini berubah bak sesosok monster yang Clara tidak kenal.
Bisakah Clara kabur dan menjauh dari Jack? atau ia bertahan dan dapat merubah Jack seperti dulu lagi, atau yang terburuknya adalah. Bagaimana kematiannya ditangan Jack Hilton?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dori, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Short Jokes (Flashback)
⭕Kata yang bercetak miring adalah masalalu
...Happy Reading...
6 years ago...
“Jack ini sahabatku Clara, dan Clara ini Jack.”
Clara menatap pria dihadapannya dengan canggung. Ini adalah pertama kalinya ia melakukan double date, bahkan tanpa sepengetahuannya, saat Shawn dan kekasihnya itu kini mengajaknya untuk melakukan date yang biasanya dilakukan pasangan pada umumnya. Namun ini adalah pertemuan pertamanya dengan pria bernama Jack Hilton itu, salah satu teman Shawn yang sering diceritakannya.
Jack menatapnya dengan datar dari ujung rambut hingga ujung kakinya. Clara menghela napas, terlihat sekali jika ia tidak tertarik padanya, toh sebenarnya Clara tidak terlalu peduli mengenai pria bernama Jack ini. Namun tatapan Jack padanya membuatnya sedikit kesal.
“Jack Hilton.” Jack mengangkat tangannya dan berucap dingin.
“Heii jangan terlalu angkuh boy.”
Shawn dan kekasihnya yang Clara ketahui bernama Rosalie itu terkikik geli melihat pria bernama Jack itu terlihat menatap datar kearahnya. Clara hanya menarik napas dalam dan tersenyum tipis, terlihat begitu jelas jika Jack sangat tidak menyukai disituasi ini. Entah karena ia memang tidak suka double date, atau memang ia sangat tidak menarik baginya. Clara menarik napas dalam dan berusaha untuk tersenyum tipis.
“Aku Clara, Clara Villegas.
...----------------...
“Bagaimana kencanmu dengan Shawn?”
Clara menoleh dan menatap Tiffany yang kini sedang menaik turunkan alisnya dengan senyuman menggoda. Sedangkan Clara hanya menghela napas. Tidak, ini semua tidak seperti ekspetasinya, bahkan jauh melebihi ekspetasinya.
Tiffany hanya menatap teman sekantornya itu, ia menghela napas dan terlihat membuka ponselnya. Clara kini mengecek sebuah pesan kemarin yang ditunjukan Shawn padanya. Tiffany tahu, pasti semalam tidak berjalan dengan lancar.
‘Clara, mau menonton bersamaku malam ini?’ – Shawn.
Itu adalah pesan yang Shawn sampaikan kemarin sore padanya. Dan kemarin malam benar-benar diluar ekspetasinya.
“Shawn mengajak Rose, dan bahkan ia mengenalkanku dengan pria bernama Jack. Bahkan tanpa memberitahuku dulu."
“A.. Apa? Jadi Shawn malah memintamu untuk double date?”
Clara dapat mendengar pertanyaan tidak percaya yang dilontarkan Tiffany. Namun sedetik kemudian seperti dugaannya, Tiffany tertawa terbahak-bahak. Sedangkan Clara hanya kembali menghela napas.
Karena Tiffany tidak salah, ini semua memang lucu, kisah cintanya memang pantas untuk ditertawakan.
Tiffany masih tertawa hingga satu menit lamanya, ia benar-benar tidak menyangka apa yang ia dengar saat ini. Sebenarnya ia dan Shawn adalah sepasang saudara jauh, dan secara mengejutkan ia satu kantor dengan Clara yang sudah menyukai pria itu sedari dulu, dunia memang begitu sempit. Tawanya tidak bisa mereda karena pikirannya masih membayangkan Clara yang melompat kegirangan karena mendapat pesan itu dari Shawn kemarin sore. Namun siapa sangka, pria itu hanya sedang mencari partner pasangan untuk diajaknya double date.
Kring!
“Teleponmu berdering Clara.”
Clara maupun Tiffany kini saling berpandangan. Tumben sekali telepon kantor milik Clara itu berdering. Terakhir berdering sekitar dua minggu lalu karena laporannya yang harus direvisi berulang kali dan setelahnya ia mendapat makian Tuan Arthur. Jantung Clara seketika berdetak kencang, kesalahan apa yang ia buat kali ini? Clara menarik napas dalam dan dengan begitu pelan mulai mengangkat gagang telepon.
“Ha..Halo?"
“....”
Tiffany dapat melihat Clara yang begitu gugup, sedangkan dirinya juga sedikit gugup. Clara itu termasuk orang ceroboh baginya, ia selalu melakukan apapun dengan tergesa-gesa, itu yang membuatnya sering mendapat omelan dari atasan mereka.
“Ya, saya sendiri.” Tiffany masih menyimak ucapan Clara dengan seseorang diseberang sana.
“....”
“Anda Jack Hilton?” Pikiran Tiffany kini terbang ke salah satu nama yang diucapkan Clara. Jack Hilton? Ia seperti pernah mendengarnya disuatu tempat.
“.....”
“Baik, akan saya sambungkan pada Tuan Arthur.” Clara kini menjauhkan gagang teleponnya dan menekan angka dua pada tombol telepon. Gadis itu kini kembali menempelkan gagang telepon di telinganya.
“Halo Mrs Grace, saya mendapat telepon dari Tuan Jack Hilton. Ia berkata ingin bicara langsung dengan Tuan Arthur.” Clara kini menatap Tiffany yang juga menatapnya dengan bingung.
“....”
“Baik Mrs, akan saya sambungkan kepada anda.” Setelah Clara sudah menyerahkan telepon itu ke sambungan Mrs Grace - asisten Tuan Arthur - kini Clara meletakkan gagang telepon pada tempatnya.
“Siapa Jack Hilton?” Dengan penuh rasa penasaran Tiffany mulai bertanya, ia benar-benar pernah mendengar nama itu, dan ia benar-benar lupa sekarang. Terdengar sangat tidak asing.
“Dia teman Shawn, dia teman kencanku semalam.”
Tiffany tampak terkejut, untuk apa teman kencan Clara ingin bicara dengan Tuan Arthur?cTanpa berkata apapun Tiffany pergi menuju mejanya dan mengetik di pencarian komputernya ‘Jack Hilton’. Seketika Tiffany membulatkan matanya, seolah detik itu juga bola matanya akan terlontar keluar. Dan sedetik kemudian ia berlari kembali ke meja kerja Clara dan memegang pundak gadis itu.
“Clara, Clara! Kau tidak mengenal siapa Jack Hilton itu?!”
Clara menatap Tiffany takut, apa gadis ini baik-baik saja? Tingkahnya sangat aneh. Melihat tatapan takut dan bingung Clara, Tiffany kini semakin mengeratkan cengkeraman dipundak Clara. Gadis ini memang bodoh atau hanya berpura-pura bodoh?
“Aku mengenalnya Tiff, Jack menjadi teman kencanku semalam.”
“Tidak! Tidak! Bukan itu!” Tiffany kini mulai meninggikan suaranya, ia benar-benar begitu putus asa dengan tingkah temannya itu sekarang.
“Kau mau bertaruh padaku Clara?” Tangan Tiffany kini melepaskan pundak Clara, dan seketika gadis itu tersenyum misterius.
“Ia pasti jatuh cinta padamu.” Tiffany tersenyum puas, sedangkan Clara hanya tertawa. Temannya memang memiliki selera humor yang tinggi, jelas-jelas kemarin Jack seolah terusik dengan kehadirannya. Dan pagi ini Tiffany mengatakan Jack jatuh cinta padanya. Bahkan ini jauh lebih lucu dibandingkan kisah cintanya dengan Shawn.
To be continue...
satu pemikiran denganku 🤣🤣🤣🤣🤣
aq kok sok tau ya thor🤣🤣🤣
ditunggu upnya ... mksh.
smoga tuan Hilton bs diselamatkan
suka dgn ceritamu. mksh thor..