Indonesia
NovelToon NovelToon
Kamu Wanitaku Khalifah

Kamu Wanitaku Khalifah

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Aliansi Pernikahan / Diam-Diam Cinta / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:41.7k
Nilai: 5
Nama Author: Erna Sikumbang

Khalifah Raihana adalah wanita polos yang duduk di bangku SMA.Selain baru masuk SMA, dia juga baru masuk pondok pesantren.

Tidak adanya sekolah di dalam pondok, membuatnya sekolah keluar dari pondok. Jarak antara pondok dan sekolah berjarak kurang lebih 1 km.

Saat di sekolah, Khalifah bertemu dengan seorang lelaki bernama Dean. Khalifah yang mukanya fokus belajar, jadi mengenal Dean karena lelaki itu terlebih dahulu mengirimkan salam. Seiringnya waktu Khalifah mulai menyukai lelaki itu. Saat Khalifah menyukai lelaki itu, namun sang lelaki berpaling kepada wanita lain. Khalifah kecewa sampai akhirnya dia di jodohkan dengan dengan seorang lelaki tamatan Mesir. Lelaki itu anak dari Kiyai pemilik pondok pesantren. Apakah Khalifah bisa mencintai suaminya? ataukah Dean kembali kepadanya setelah tau Khalifah masih mencintainya? yuk baca novelnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Sikumbang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Dean dan Wirda nampak duduk di sebuah kafe. Sepulang sekolah Wirda tidak lansung pulang. Dia sudah janjian dengan Dean untuk bertemu. Karena Dena di skor maka mereka hanya bisa bertemu di luar sekolah.

Dean sengaja mengajak Wirda bertemu karena mau menjelaskan kejadian kemaren. Dia tidak ingin wanita itu menerka-nerka.

"Ada apa bang?" tanya Wirda ketika baru sampai.

"Kamu mau pesan apa?"

"Pesan yang sama aja dengan punya Abang." jawab Wirda.

"Kok kayak gitu? kamu marah?"

"Marah kenapa pula?"

"Mungkin karena kejadian kemarin."

"Iya aku marah, tapi aku marahnya kenapa malah berantem begitu? apa nggak bisa bicara baik-baik, kalian itu kan berteman." ucap Wirda.

"Kamu kenal sendirilah suami seperti apa, dia ngomong merasa benar saat itu, dia dengan tidak sengaja menjelekkan abang, untuk apa pula dia begitu dengan Khalifah."

"Mungkin itu bentuk pembelaannya untuk Abang karena Khalifah menolak."

"Khalifah tidak ada menolak Abang, lagian seperti itu malah menunjukkan Abang masih suka sama Khalifah."

"Bukannya masih seperti itu?"

"Kamu ini apalah, jika Abang masih suka sama dia kenapa malah memilih kamu?"

"Karena Khalifah tidak respon, tapi harusnya Abang tau juga, karena semua orang juga tau."

"Apa? Khalifah juga menyukai Abang?" tanya Dean.

"Hm...hm."

"Trus dengan Khalifah suka, lalu dia mau pacaran?"

"Ya meneketehe, bang tanyalah dia."

"Percaya sama Abang, dia tidak akan mau, udahlah jangan memperburuk hubungan kita, Abang sudah dekat dengan kamu, apapun itu kita akan jalani."

Mereka terdiam sebentar karena seorang pelayan datang menghampiri meja mereka. Dean memesan makanan untuk dirinya dan Wirda.

"Bagaimana hubungan kamu dengan Lala?" tanya Dean setelah pelayan pergi.

"Baik - baik aja."

"Baguslah."

"Kapan Abang meminta maaf sama bang Zoni?"

"Nggak ah, biar aja seperti ini dulu."

"Tapi kan Abang yang memulai duluan."

"Siapapun di posisi Abang pasti akan marah sama Zoni, kecuali Zoni minta maaf sama Khalifah."

"Kenapa seperti itu? haruskah bang Zoni meminta maaf kepada Khalifa?" tanya Wirda kaget mendengar pertanyaan Dean.

"Harus, walaupun Abang begini, tapi Abang tidak suka ada lelaki kasar sama wanita."ucap Dean.

"Ah tapi bukannya Abang sama saja dengan Zoni, faktanya anak cewek malah takut sama Abang, Abang juga gampang emosi."jawab Wirda mencemeeh Dean.

"Mana ada seperti itu." jawab Dean mengelak.

Dean memang tipe anak yang kritis dan emosional. Dia tidak suka di atur - atur. Apalagi jika ada yang duluan memulai.

Hubungan Dean dan Wirda berjalan dengan mulus. Sedangkan Khalifah sibuk fokus dengan hafalan Alquran dan belajar di sekolah. Dengan mondok dan sekolah membuatnya harus pandai mengatur waktu.

Sedangkan Danil sudah tidak bersekolah di sana lagi. Setelah di skor, Danil mengurus surat pindah.

Detik berganti menit lalu berganti jam, jam berganti hari, dan hari berganti bulan. Beberapa bulan ini terlewati dengan tertatih-tatih bagi Khalifah. Karena mendekati kelulusan.

Namun semua usaha Khalifah terbayar lunas saat kelulusan sekolah. Di sekolah dia mendapatkan hasil yang bagus. Di rapor terakhir, Khalifah akhirnya mendapatkan nilai bagus - bagus.

Sementara untuk hafalan di pondok, Khalifah bisa Hafizah 7 Juzz. Keluarga Khalifah bangga dengan pencapaiannya.

Setelah kelulusan pondok, Khalifah menghabiskan waktu untuk di rumah. Dia sibuk mencari kuliah di Mesir. Khalifah sangat ingin kuliah di sana.

Akan tetapi sang ayah ingin Khalifah kuliah di Indonesia saja.Ayahnya ingin Khalifah mencoba mengambil jurusan ekonomi atau akuntansi.

Namun belakangan ini Khalifah di lema. Dia selalu di ceritakan oleh ustazah dan Bu kyai tentang Mesir. Beberapa bulan terakhir dia merasa tertarik untuk kuliah di sana.

Di tengah kebimbangannya akhirnya Khalifah mencoba mencari informasi terlebig dahulu agar dia tidak salah memilih.

Alasan ayahnya tidak setuju dia ke Mesir adalah karena anaknya kurang aktif. Khalifah juga fasif dalam berbicara di depan umum. Ayahnya tidak yakin anaknya. Isa menjadi ustazah karena di anggap pemalu.

Tittttt

Khalifah mendengar suara klakson dari luar rumah. Dia yang malas bangkit, membiarkan ibu atau ayahnya yang membukakan pintu.

Kamar Khalifah yang terletak di lantai dua tidka terlalu terdengar suara tamu. Dia juga malas melihat siapa yang ada di ruang tamu.

Khalifah berjalan ke balkon lantai atas. Dari atas dia kaget melihat mobil siapa yang berdiri di depan halamannya.

"Bukannya itu ibu Nyai? tapi ngapain kesini?" tanya Khalifah penasaran.

Khalifah segera merapikan jilbabnya yang berantakan. Ia ingin melihat ke bawah siapa tamu sebenarnya.

Ketika dia bersiap mau ke bawah, tiba - tiba ibunya datang dari bawah.

"Siapa Bu?" tangan Khalifah.

"Buk Nyai kamu sama keluarganya."

Khalifah kaget mendengar siapa yang datang. Dugaannya benar bahwa yang di bawah mobil Bu Nyai pemilik pondok.

"Pakai baju yang bagus, setelah itu kebawah, jangan terlalu lama ya."

"Ada apa Bu?"

"Kamu dengar saja lansung." jawab ibunya.

"Apa ibu Nyai ingin aku jadi menantunya?" tanya Khalifah dengan nada bercanda kepada ibunya.

"Aamiin." ucap ibunya sebelum turun ke bawah.

Khalifah lansung terdiam ketika mamanya mengaminkan ucapannya. Dia sendiri tidak tau kenapa harus bicara seperti itu.

"Mati aku jika benaran melamar, mana mau aku menikah muda seperti ini, aku ini masih mau Kuliah." ucapnya sambil mengganti bajunya.

Setelah memakai bedak tipis, lalu Khalifah memakai jilbabnya. Setelah di rasa akhirnya gadis itu turunkan lantai bawah.

"Ini orangnya udah turun buk Nyai." ucap mama Khalifah.

Khalifah lansung menyalami buk Nyai. Tidak lupa dia memberi salam kepada pak Kyai walaupun tangan mereka tidak bersentuhan.

Setelah itu Khalifah duduk di sebelah kanan ibunya. Dia melirik ke arah Azzam yang duduk menundukkan kepalanya.

"Apa dia memang selalu menunduk kan kepalanya? Masya Allah sungguh bagus ciptaan kamu." puji Khalifah dalam hati.

"Astaghfirullah, aku ini ngapain sih muji dia." ucapnya lagi setelah menyadari apa yang dia pikirkan.

" Begini Fa, tadi Pak kyai dan bu nyai sudah mengutarakan maksud kedatangannya ke sini adalah ingin menjadikan kamu sebagai calon menantu beliau." ucap ayah Khalifah menjelaskan.

Khalifah kaget mendengar penjelasan dari ayahnya. Dia juga tidak menyangka bahwa ucapannya akan secepat itu di kabulkan.

"Apa yang akan aku jawab ini." ucap Khalifah dalam hati.

"Dari ayah, ayah serahkan semua kepada Khalifah." ucap ayahnya lagi.

"Bagaimana Khalifah? apa mau mendampingi Azzam?" tanya pak Kyai kepada Khalifah.

"Apa boleh aku minta waktu untuk berpikir pak Kyai? karena jujur saya belum ada kepikiran menikah dalam waktu dekat, saya masih ingin melanjutkan kuliah." jawab Khalifah sebaik mungkin.

"Emang menikah tidak bisa sambil kuliah?" kan bisa kuliah lagi setelah menikah." jawab Bu Nyai.

"Nggak apa-apa ma, kita kasih kesempatan kepada Khalifah waktu untuk berpikir." jawab Pak Kyai.

Khalifah butuh waktu untuk meminta jawaban kepada Allah. Dia juga ingin berdiskusi terlebih dahulu dengan keluarganya.

1
Sofi Ata
tamat
Titik Maryani
Zico,,sahabat dean dulu ya
Titik Maryani
Kayaknya daniel diusir keluarganya karene jadi mualaf deh🤔
Titik Maryani
Aq aja yang jaraknya cuma 2km dari pondok aja kangen rumah juga.. Padahal tiap pagi ortu lewat kawasan pondok kalau mau berangkat kerja.. Tapi ttp kangen..Soalnya hari2nya terasa beda..Itu sih kisah 15thn yg lalu.. Sekarang udah berkeluarga..😅
Anonim
kepedean terlebih dahulu
Anonim
jodoh Dania datang
Anonim
ternyata Dania kembarannya
Anonim
ada aaj cobaan untuk Khalifah
Anonim
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!