Indonesia
NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ke Tubuh Ratu Bodoh.

Reinkarnasi Ke Tubuh Ratu Bodoh.

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: shafrilla

Xan Yiran adalah polisi bagian kriminal, suatu ketika dia berhadapan dengan kelompok gengster. Apesnya Yiran tertembak oleh ketua gangster itu, kemudian dia terbangun di dunia yang berbeda, dunia zaman kerajaan. Yiran reinkarnasi ke tubuh ratu bodoh yang selalu di permainkan oleh orang orang yang ada di kerajaannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perbatasan wilayah barat di serang.

Satu hari lamanya Chang-yu baru sampai ke desa Omi, desa yang sekarang ini tertutup total karena longsor. Ketika sampai di tempat itu kondisi desa itu benar-benar sangat memprihatinkan, anak-anak menangis karena kelaparan, para prajurit nampak begitu lesu dengan tubuh yang mulai lemah.

Sedangkan di luar perbatasan para prajurit kerajaan Qing sudah menyerang, para prajurit musuh itu berusaha untuk memasuki wilayah barat kerajaan Xangui.

"Kita hancurkan benteng wilayah barat kerajaan ini, kita pastikan wilayah barat akan tunduk di kerajaan king!" seru komandan kerajaan Qing.

"Bagaimana ini komandan?" tanya prajurit kepada komandan kerajaan Xangui.

"Kita bertahan dahulu, kita lakukan perlawanan sesuai dengan tenaga kita." jawab komandan Yan.

Sudah 2 tahun komandan Yan Yu Xuang berada di perbatasan wilayah barat, putra dari mendiang menteri terdahulu itu sangat memegang prinsip.

Wuss...

Wuss...

Anak panah terus melesat.

Zlepp..

Zlepp..

Prajurit musuh dan prajurit kerajaan Xangui banyak yang terluka.

"Ada apa ini?" tanya Chang-yu ketika sampai di wilayah perbatasan barat.

"Gawat, para prajurit kerajaan Qing menyerang perbatasan wilayah barat." jawab jenderal Fu yang kemudian meminta para prajurit untuk langsung membantu.

"Gawat." ucap kaisar Xen-dong.

"Pantas saja pintu masuk wilayah barat tidak di jaga." ucap menteri Yu-xin.

"Jenderal, kerahkan seluruh yang kira bawa." perintah Chang-yu.

"Baik!' jawab jenderal Fu.

"Kamu mau kemana isteriku?" tanya Kaisar Xen-dong.

"Membantu." jawab singkat Chang-yu.

"Kamu tidak boleh melakukan hal itu." Kaisar Xen-dong berusaha untuk menghentikan Chang-yu. namun sayangnya Chang-yu langsung menaiki kuda menuju gerbang perbatasan wilayah barat.

"Yang mulia Ratu, yang mulia ratu!" seru Yura. sayangnya teriakan itu tidak didengar oleh Chang-yu.

Chang-yu bergegas mengikuti Jenderal Fu dan para prajurit.

"Bagus, pergilah ke gerbang wilayah barat, pastikan kamu ikut berperang. Setelah itu kami terluka dan kehilangan nyawa." ucap menteri Liang-ho.

"Buka gerbangnya!" seru jenderal Fu.

Suara teriakan yang begitu keras itu membuat komandan Yan Yu Xuang menoleh, pria itu menatap sosok yang sudah beberapa bulan tidak bertemu.

"Jenderal." ucap komandan Yan dan para prajuritnya.

"Buka gerbang wilayah barat!" perintahnya kembali.

Setelah itu gerbang terbuka, jenderal Fu dan para prajuritnya langsung menyerang. di belakang mereka Chang-yu juga memacu kudanya, tangannya memegang pedang dan langsung menghunuskan pedangnya.

"Hancurkan prajurit musuh!" seru Chang-yu.

Prajurit kerajaan Qing yang menyerang kerajaan Xangui jumlahnya tidak banyak. Mungkin sekitar 500 orang, sedangkan prajurit yang di bawa olah Chang-yu cuma berjumlah 100 orang. Beberapa prajurit perbatasan wilayah barat juga ikut berperang.

"Dari mana mereka?" tanya komandan kerajaan Qing.

"Kenapa tiba-tiba ada bantuan?" para prajurit kerajaan Qing nampak terkejut.

"Serang!!!" seru jenderal Fu.

Para prajurit tidak gentar, walaupun jumlah mereka tidak sepadan, tapi kedatangan 100 prajurit bisa memberi semangat.

"Habisi prajurit musuh!!" teriak Chang-yu dengan suara lantang.

"Aaaaa!!" teriak para prajurit.

"Bukankah dia Yang mulia Ratu?" gumam komandan Yan.

Tranggg!!

Tranggg!!

"Hyaa!!!"

Kress..

Zlepp..

Suara pedang saling bersahutan, suara teriakan menggelegar bagai terompet perang.

Chang-yu mengayunkan pedangnya, menebas para prajurit kerajaan Qing dari atas kudanya.

"Lindungi yang mulia Ratu!" perintah jenderal Fu.

"Baik." jawab prajurit.

"Serang mereka!!" seru komandan pasukan kerajaan Qing.

"Hya!!!" teriak para prajurit kerajaan Qing.

"Kalian akan mati di tanganku!" ujar komandan kerajaan Qing.

Tranggg!!

Jenderal Fu menyerang komandan kerajaan Qing.

"Aku pasti akan membunuhmu!" ujar komandan Kerajaan Qing.

"Kita lihat saja." jawab jenderal Fu.

"Hahaha...," tawa komandan kerajaan Qing.

Tawa yang begitu menggelegar seolah dia mampu mengalahkan para prajurit kerajaan Xangui. Ketika dia tertawa dengan suara yang begitu keras tiba-tiba saja anak panah melesat menembus leher sang komandan, anak panah yang dilepaskan oleh ratu kerajaan Xangui.

Zlepp..

kedua mata komandan kerajaan Qing terbelalak, pria itu menyentuh lehernya yang sudah tertembus anak panah, darah keluar dari mulutnya dengan tubuh perlahan mengejang.

Para prajurit kerajaan Qing yang melihat itu mereka nampak terkejut, Jenderal Fu menoleh ke arah yang tidak jauh darinya, dia menatap ratu kerajaan Xangui yang berada di atas kuda sembari memegang busur dan anak panah.

"Arg..," suara erangan kesakitan keluar dari mulut komandan kerajaan Qing, sesaat kemudian tubuh itu terjatuh dari atas kuda dan ambruk ke tanah.

Para prajurit kerajaan Qing langsung terdiam, mereka menatap ke arah wanita yang sudah melepas anak panah ke leher komandan kerajaan Qing.

"Fia membunuh komandan Ju." ucap para prajurit kerajaan Qing.

"Mundur! kita mundur! kita tidak akan bisa membunuh mereka." ucap ketakutan beberapa prajurit kerajaan Qing.

Komandan Yan yang melihat itu Dia seolah dibuat tidak percaya, Ratu Chang-yu, Ratu yang selama ini selalu dihina bahkan diolok-olok itu saat ini sudah membunuh komandan kerajaan Qing.

"Apakah dia benar-benar Ratu Chang-yu?" ucap tidak percaya komandan Yan.

"Habisi seluruh prajurit kerajaan musuh!' teriak Chang-yu. setelah itu dia mengarahkan anak panahnya ke arah para prajurit kerajaan Qing.

Wajah lelah dan tak berdaya dari para prajurit kerajaan Xangui tiba-tiba menjadi begitu cerah seolah ada harapan, suara teriakan menggelegar, suara teriakan yang benar-benar membakar api semangat.

Jenderal Fu memacu kudanya kemudian mengayunkan pedangnya, dia menyerang para prajurit kerajaan Qing yang sudah kehilangan komandannya. "Habisi mereka semuanya!" perintah Jenderal Fu.

Hari itu peperangan di wilayah barat kerajaan Xangui akan tercatat sejarah, walaupun kerajaan Qing tidak menurunkan ribuan pasukan, namun lima ratus prajurit dihancurkan oleh seratus prajurit yang dibawa oleh Chang-yu. Seratus pasukan itu akan memberikan peringatan kepada kaisar kerajaan Qing, sekitar puluhan prajurit kerajaan Qing dipukul mundur.

Chang-yu membiarkan para prajurit itu kembali ke kerajaan mereka, karena itu akan menjadi pukulan berat karena sudah beberapa hari para prajurit itu terus berusaha untuk merobohkan benteng wilayah barat.

"Biarkan mereka kembali ke kerajaan mereka, biarkan mereka menceritakan mengenai kekalahan mereka." kata Chang-yu.

"Ya!!!" seru para prajurit.

"Isteriku!" panggil kaisar Xen-dong.

Semua menatap ke arah kaisar Xen-dong yang baru muncul dari persembunyiannya.

"Hormat hamba Yang mulia." komandan Yan dan para prajurit memberi hormat.

"Iya." jawab kaisar. Dia kemudian mendekati Chang-yu. "Kenapa kamu nekat sekali." ucapnya.

"Dia sok jadi penyelamat." gumam menteri Yu-xin.

"Aku tadi mencarimu." ucap kaisar.

"Benarkah?" Chang-yu tak percaya.

"Seperti siput yang bersembunyi, tidak tahu malu sekali pria ini." gumam menteri Yu-xin. Bibirnya tersenyum seolah mengejek.

"Benar sekali, Ratu. Kami berdua tadi ikut menumpas para prajurit brengsek itu." sahut menteri Liang-ho.

Setelah drama sok pahlawan itu, Chang-yu meminta Jenderal Fu untuk membagikan bantuan. Rakyat benar-benar sangat bersyukur, sudah hampir dua minggu mereka tidak bisa makan. "Hidup Ratu!!" seru rakyat.

Malam itu Chang-yu dan yang lain membicarakan mengenai rencana untuk membuka jalur yang tertutup. Sedangkan kaisar Xen-dong dan menteri Liang-ho sedang membicarakan mengenai rencana mereka yang sudah gagal.

"Wanita itu ternyata sangat hebat.' ucap menteri Liang-ho.

"Dia bahkan bisa bertarung dengan begitu tanggung, dia menggunakan pedang dengan begitu luar biasa." lanjut Kaisar Xen-dong.

*bersambung*

1
Baek chanhun
lanjutkan thor
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Baek chanhun
next thort💪💪
Zheyra
Selir xima sekalian di hukum.
Zheyra
kaisar di mutilasi aja, kesel.
Zheyra
Menteri Wang boled di sikut gak😁
Zheyra
kaisar geblek🤭
Zheyra
lanjut terus kak
Baek chanhun
lanjutkan thoutr
Baek chanhun
lamjutkan thort💪💪
Baek chanhun
bagus banget jakan ceritanya 💪💪
Ma Em
Ayo ratu Chang yu para menteri dan pejabat korup berantas sampai habis , dan kaisar Shen dong juga lbh baik dipecat dari kaisar karena dia hanya boneka dari para pejabat korup .
Ma Em
Mampir Thor baru awal saja sdh seru , semoga setelah ratu Cang yu raganya diisi oleh polisi Yiran yg pemberani bisa melawan selir Xima yg sombong dan bisa mengalahkan nya .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!