Indonesia
NovelToon NovelToon
Maafkan Aku Mendua

Maafkan Aku Mendua

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:356.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Mama Lana

Sudah lama menikah, tapi belum pernah merasakan malam pertama?
Mustahil!
Mungkin itu yang akan orang katakan.
Tapi, ini benar-benar terjadi pada Vania.
Saat memutuskan untuk menikah muda,Vani justru dihadapkan dengan kenyataan pahit. Suaminya tidak mau menyentuhnya sama sekali. Bahkan di malam pertama pernikahannya, Faisal meninggalkannya begitu saja.
Entah apa alasannya, Vani sendiri tak mengerti.
Tinggalkan jejaknya sayonk😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Lana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nasi Goreng Buatan Vani

Ternyata perhitungan Vani tidak meleset. Saat ini uang yang tersisa di dalam dompet tinggal beberapa puluh ribu lagi. Sedangkan tanggal gajian suaminya masih satu mingguan lebih dari sekarang. Vani mendadak kebingungan untuk mencari uang tambahan dari mana. Jika minta sama Faisal, tidak mungkin. Pasti nanti suaminya akan beralasan jika uang gajiannya sudah di serahkan pada sang ibu.

"Aku berangkat dulu, Mas." Vani mencium punggung tangan Faisal. Laki-laki itu terlihat menatapnya dengan bingung.

"Tumben berangkat pagi lagi, apa Bik Minah belum datang?" tanya Faisal pada Vania. Pasalnya kemarin Vani bilang jika Bik Minah hanya pulang tiga hari, sedangkan ini sudah haru keempat semenjak Vani mengatakannya.

"Iya, Mas. Bik Minah minta aku bantu-bantu di dapur dulu." Bohong Vani pada suaminya. Padahal tujuan Vani berangkat pagi karena ada sedikit urusan pada majikannya.

"Oh ... kirain Bik Minah masih di kampung." Faisal percaya saja. Vani tidak mungkin membohonginya.

"Apa mau bareng aja, Van?" tawar Faisal pada sang istri. "Mumpung sama-sama berangkat pagi."

"Nggak usah, Mas. Kantor kamu sama rumah majikan aku 'kan beda arah."

"Ya udah, hati-hati."

" Iya. Assalamualaikum ..."

"Wa'alaikum salam." Faisal menatap kepergian istrinya yang melangkah semakin menjauh. Sementara dirinya juga sudah siap, mengambil tas kerja yang tadi Vani siapkan di atas meja, lantas melangkah masuk ke dalam mobil.

.

.

.

Vani langsung melangkah masuk setelah turun dari angkutan umum yang ia tumpangi. Wanita itu bergegas menuju dapur dan menemui Bik Minah lebih dulu.

"Apa Pak Renan udah berangkat, Bik?"

Suara Vani membuyarkan konsentrasi perempuan paruh baya itu yang tengah sibuk dengan peralatan masaknya.

"Lha, Neng Vani udah datang?" tanya Bik Minah terheran-heran.

"Apa Pak Renan udah berangkat kerja, Bik?" Vani mengulang pertanyaannya lagi.

"Eh, belum, Neng. Mungkin sebentar lagi turun untuk sarapan," ungkap Bik Minah. Lalu tangannya kembali lagi pada peralatan masak yang tengah ia cuci.

"Oh gitu ya, Bik." Vani lega karena ia tidak sampai datang terlambat. Setidaknya masih memiliki waktu untuk berbicara sebentar pada majikannya.

"Memangnya ada apa, Neng? Apa kemarin ada masalah?"

"Nggak, Bik. Cuma ada keperluan dikit aja sama Pak Renan. Nanti tolong panggil saya kalau Pak Renan turun ya, Bik?"

Bik Minah mengangguk setuju. Vania pun melangkah menuju kamar pembantu yang di sediakan untuknya. Meletakkan tas yang ia pakai, lalu mengambil peralatan kebersihan untuk memulai pekerjaannya hari ini.

Sementara sepuluh menit setelah Vani pergi dari area dapur, Renan melangkah menuruni tangga menuju meja makan yang bersebelahan dengan ruangan dapur. Melihat menu yang tersedia di sana, Renan kembali teringat dengan masakan Vani selama Bik Minah ijin pulang kemarin.

"Bik .."

"Ya, Pak?" Bik Minah buru-buru mematikan kran Wastafel dan mengelap kedua tangannya yang basah.

"Apa Bik Minah bisa buatin nasi goreng?" tanya Renan tiba-tiba.

Bik Minah yang mendengar permintaan aneh majikannya hanya bisa menatapnya dengan wajah bingung.

"Bapak kepingin nasi goreng?" tanya perempuan itu.

"Ya. Seperti buatan Vani, apa bisa?"

"Vani?" ulang Bi Minah lagi. Seketika pikirannya jatuh pada sosok wanita yang selama tiga hari kemarin menggantikan tugasnya melayani laki-laki itu.

"Iya, kemarin Vani buatin sarapan nasi goreng. Dan ternyata enak." Pernyataan laki-laki itu semakin membuat Bi Minah kebingungan. Pasalnya dari dulu laki-laki itu sangat anti sarapan dengan menu berat saat pagi.

"Apa Bapak mau Neng Vani yang buatin lagi?" Pertanyaan Bik Minah membuat Renan mengalihkan pandangan kearahnya. "Vani, maksudnya?"

"Neng Vani juga udah datang, Pak. Baru aja."

Pucuk di cinta ulam pun tiba, Renan berbinar senang saat mendengar Vani sudah datang pagi ini.

"Pak ...! Bapak baik-baik aja, kan?" Bik Minah terpaksa menambahkan sedikit volume suaranya mendapati laki-laki itu terdiam dan hanya mengulas senyum. "Saya atau Neng Vani yang buatin nasi gorengnya, Pak?" tanya Bik Minah kembali.

"Eh, iya Bik. Vani aja nggak apa-apa, kan?" Menggaruk tengkuknya sendiri.

"Baik, Pak. Saya panggil Neng Vani dulu."

Bik Minah melangkah menuju ruang belakang tempat di mana Vani biasanya memulai aktivitas. Dan benar, Wanita itu terlihat tengah menyiram tanaman di kebun milik majikannya.

"Neng Vani ...!"

Wanita itu langsung menoleh mendengar suara dari Bik Minah. Meletakkan selang ke tempatnya, Vani melangkah menghampiri Bik Minah yang berdiri di dekat pintu.

"Apa Pak Renan udah selesai sarapannya, Bik?"

Vani mengira begitu. Jadi, pasti Bik Minah buru-buru memanggilnya.

"Belum, Neng. Tapi, Bibik mau minta tolong lagi sama Neng Vani," ucap perempuan paruh baya itu.

"Minta tolong apa, Bik?" tanya Vani dengan sangat penasaran.

"Anu, Neng. Katanya nasi goreng buatan Neng Vani enak, makanya sekarang Pak Renan minta di buatin lagi."

"Oh ...." Vani hanya mengangguk pelan membalas ucapan Bik Minah baru saja. Ia bersyukur saja ternyata masakannya pas di lidah sang majikan.

"Neng Vani mau 'kan buatin lagi? Soalnya Pak Renan udah nungguin di meja makan."

Vani tersentak. Buru-buru ia membersihkan tangannya, lantas melanggar cepat mengekor Bik Minah menuju ruang dapur. Sasampainya di sana, Vani langsung menyiapkan semua bahan yang sudah ia ambil dari dalam kulkas.

Bik Minah di buat terkesima dengan ketrampilan Vani menyiapkan masakan. Bagaimana mungkin selama ini ia tidak tahu jika wanita itu pandai memasak. Bahkan majikannya saja sampai ketagihan dengan masakan Vani.

"Nasi gorengnya udah siap, Pak!" Vani meletakkan sepiring nasi goreng lengkap di hadapan Renan. Laki-laki itu terlihat meneguk ludahnya susah payah bahkan hanya dengan mencium aromanya saja.

"Ini pasti enak." Renan bersuara. Tanpa pikir panjang Renan langsung menyuapkan nasi goreng itu ke dalam mulut.

"Ternyata kamu pinter masak juga ya?" Memuji wanita di sebelahnya. "Persis kaya Bik Minah. Masakan kamu enak, Van!"

Vani menunduk malu mendengar pujian dari laki-laki itu. Ya, Vani memang sudah terbiasa melakukannya. Bahkan dari dulu sebelum menikah pun Vani terbiasa memasak untuk dirinya dan sang ibu.

"Makasih, Pak."

Kunyah-kunyah lagi. Ternyata Renan baru sadar jika hari ini Vani berangkat pagi. Padahal biasanya jam sepuluh baru datang, kata Bik Minah. Sedangkan Bik Minah sendiri sudah kembali lagi ke rumah itu.

"Van ..."

Vani yang hendak meletakkan celemek mendadak menghentikan langkah. Wanita itu memutar tubuhnya lagi menghadap kearah Renan.

"Ada apa, Pak?"

"Tumben kamu udah datang? Eh, maksud saya biasanya jam sepuluh baru datang 'kan Bik?" Merasa pertanyaan tadi kurang tepat. Renan menatap kearah perempuan di sebelahnya lagi.

"Iya, Pak. Neng Vani hari ini emang berangkat pagi." Entah apa tujuan Vani, Bik Minah memilih tidak ingin terlalu ikut campur dengan urusan wanita itu.

"Pak, sebenarnya ada yang ingin saya sampaikan."

1
Elok Pratiwi
tidak menarik .... cerita ga jelas ... pdhal sdh bab 24 ini cerita ttg siapa yg diceritain siapa ... cerita melebar2 ... cerita ga jelas
Advan S5e
Kurang greget.
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
𝚊𝚍𝚊 𝚢𝚐 𝚝𝚊𝚞 𝚔𝚒𝚜𝚊𝚑𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚐 𝚗𝚊𝚔𝚜𝚒𝚛 𝚟𝚊𝚗𝚒 ? 𝚜𝚙 𝚗𝚊𝚖𝚚𝚗𝚎 𝚕𝚞𝚙𝚊. 𝚋𝚊𝚐𝚊𝚜 𝚊𝚙𝚊 𝚋𝚊𝚐𝚞𝚜
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
𝚋𝚊𝚐𝚞𝚜...𝙼𝚊𝚢𝚊 𝚘𝚛𝚐 𝚗𝚘𝚛𝚖𝚊𝚕 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚒𝚔𝚗𝚢𝚊 𝚊𝚖𝚋𝚒𝚕 𝚝𝚗𝚍𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚙𝚛𝚝𝚒 𝚒𝚝𝚞 𝚍𝚛𝚙𝚍 𝚍 𝚏𝚒𝚝𝚗𝚊𝚐 𝚖𝚊𝚗𝚍𝚞𝚕
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
𝚍𝚒𝚔𝚎𝚛𝚓𝚊𝚗𝚒 𝚗𝚒 𝚛𝚎𝚗𝚊𝚗 𝚜𝚖 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊2😃😃
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
𝚔𝚕 𝚘𝚛𝚐 𝚒𝚖𝚙𝚘𝚝𝚎𝚗 𝚒𝚝𝚞 𝚝𝚊𝚗𝚍𝚊𝚗𝚎 𝚙𝚊𝚊 𝚜𝚒? 𝚊𝚙𝚊 𝚒𝚝𝚞 𝚗𝚢𝚊 𝚕𝚎𝚖𝚎𝚜? 𝚠𝚕𝚙𝚗 𝚍𝚛𝚐𝚜𝚊𝚗𝚐
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
𝚙𝚒𝚛𝚘 𝚓𝚝𝚑,𝚜𝚎𝚔𝚘 𝚊𝚗𝚔𝚖𝚞 𝚋𝚞 1500 𝚝𝚘𝚔 𝚝𝚙 𝚞 𝚖𝚞 𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑2
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
𝚝𝚛𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚐𝚘𝚋𝚕𝚘𝚔...𝚍 𝚓𝚘𝚗𝚐𝚔𝚘𝚗𝚐𝚔𝚎 𝚊𝚓𝚊 𝚜𝚔𝚊𝚕𝚒𝚗𝚊 𝚖𝚎𝚛𝚝𝚞𝚊 𝚕𝚞𝚌𝚔𝚗𝚞𝚝 𝚔𝚢 𝚐𝚝..𝚌𝚙𝚔2 𝚔𝚛𝚓𝚊 𝚢𝚐 𝚗𝚔𝚖𝚝𝚒 𝚘𝚛𝚐 𝚖𝚕𝚜.. 𝚜𝚞𝚊𝚖𝚒 𝚔𝚛𝚓𝚊 𝚢𝚐 𝚍𝚗𝚏𝚔𝚊𝚑𝚒 𝚖𝚕𝚑 𝚒𝚋𝚞 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚊𝚍𝚒𝚔𝚗𝚢𝚊..
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
𝚊𝚖𝚒𝚝2 𝚟𝚊𝚗𝚒 𝚋𝚜2 𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚜𝚑 𝚋𝚛𝚝𝚑𝚗 𝚜𝚖 𝚔𝚕𝚠𝚛𝚐𝚊 𝚛𝚎𝚗𝚍𝚊𝚑 𝚊𝚔𝚑𝚕𝚊𝚔...𝚕𝚐 𝚖𝚊𝚛𝚊𝚔 𝚗𝚒 𝚊𝚕𝚊𝚜𝚊𝚗 𝚖𝚗𝚌𝚛𝚒 𝚜𝚞𝚛𝚐𝚊 𝚍𝚐 𝚕𝚋𝚑 𝚙𝚝𝚑 𝚔𝚎 𝚒𝚋𝚞 𝚗𝚢𝚊, 𝚢𝚐 𝚙𝚕𝚐 𝚗𝚢𝚔𝚝𝚒𝚗 𝚒𝚜𝚝𝚛𝚒 𝚢 𝚋𝚐𝚒𝚗𝚒.𝚜𝚞𝚊𝚖𝚒 𝚐 𝚋𝚜 𝚖𝚒𝚕𝚝𝚎𝚛 𝚜𝚕𝚕𝚞 𝚖𝚖𝚋𝚗𝚛𝚔𝚗 𝚗 𝚖𝚖𝚋𝚕𝚊 𝚒𝚋𝚞𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚐 𝚙𝚎𝚗𝚍𝚒𝚊𝚖 𝚜𝚎𝚘𝚕𝚊𝚑 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚝𝚎𝚛𝚕𝚒𝚑𝚊𝚝 𝚙𝚞𝚝𝚒𝚑 𝚗𝚖𝚗 𝚜𝚎𝚋𝚎𝚗𝚊𝚛𝚗𝚢𝚊 𝚑𝚒𝚝𝚊𝚖 𝚙𝚎𝚔𝚊𝚝
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
𝚕𝚊𝚔𝚒 𝚘𝚘𝚗 𝚊𝚖𝚒𝚝2 𝚊𝚙𝚊 𝚢𝚐 𝚔𝚖 𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚛 𝚕𝚊𝚔𝚒2 𝚒𝚖𝚙𝚘𝚝𝚎𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚕𝚋𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐𝚒𝚗 𝚒𝚋𝚞 𝚍𝚊𝚗 𝚊𝚍𝚒𝚔𝚗𝚢?? 𝚔𝚎𝚛𝚓𝚊 𝚢 𝚞 𝚒𝚜𝚝𝚛𝚒 𝚔𝚕 𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚋𝚛 𝚞 𝚜𝚊𝚞𝚍𝚊𝚛𝚊. 𝚕𝚑𝚊 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚒𝚓𝚒𝚔𝚊𝚗. 𝚜𝚒𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚕𝚊𝚢𝚊𝚗𝚒 𝚜𝚙 𝚢𝚐 𝚍𝚙𝚝 𝚍𝚞𝚒𝚝𝚎 𝚜𝚙
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
𝚝𝚎𝚛𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚋𝚘𝚍𝚘𝚑 𝚅𝚊𝚗𝚒. 𝚔𝚕 𝚞𝚛𝚞𝚜𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚖𝚎𝚛𝚝𝚞𝚊 𝚗𝚐𝚊𝚙𝚒𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚐𝚒𝚝𝚞𝚗𝚢𝚊. 𝚍𝚒𝚕𝚊𝚠𝚊𝚗 𝚊𝚓𝚊. 𝚕𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗 𝚜𝚞𝚊𝚖𝚒 𝚓𝚐 𝚐 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚓𝚊𝚑𝚊𝚝 𝚐𝚝. 𝚔𝚕 𝚍 𝚌𝚛𝚝𝚊𝚒𝚗 𝚐 𝚙𝚛𝚌𝚊𝚢𝚊 𝚢 𝚝𝚐𝚐𝚕 𝚙𝚎𝚛𝚐𝚒 𝚊𝚓𝚊
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
nah tho g adil
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
waduh trnyata blm dipake y pntas kapan hamidun nya kasian Vani..masa laki betah g hb jangan2 ada pelampiasan lain🤔
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
untungnya suamine bijksana memaklumi nengahi .. dan nenenagin istri. biasane rata2 anak laki2 lbh membela semua perrilaki ibunya
YK
gobloknya...
YK
pak heri ini ngapain sih, wong anak laki aja lho kok bingung suruh nikah lagi...
Nanik Lestyawati
keren
Mama Lana: Makasih Kakak🙏
total 1 replies
Memyr 67
kalau aq punya ibu mertua toxic juga, aq akan mengeraskan hatiq, untuk cerai. menikah itu untuk meraih kebahagiaan, bukan menahan derita, dijulidin mertua.
Memyr 67
hak, maya gigit jari, makanya may, jangan segitu ngebetnya, grusa grusu. dapat apa?
Memyr 67
luna nggak ngaca, bilang dia lebih segala galanya dari vani. lebih segala kebrengsekannya, dibandingkan vani?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!