Frisia Ellina seorang wanita pekerja keras yang berhasil menjadi seorang pegawai tetap di sebuah perusahaan.
Ia sangat mengidolakan penyanyi asal luar negeri yang bernama Devano Alexander. Kisah cintanya di mulai saat ia bertemu dengan idolanya tersebut.
Apa yang terjadi antara Sisy dengan Devano?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DFDream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anak Kecil?
Seluruh team sudah mengecek kembali secara keseluruhan. Team yang bertugas di posisi depan juga sudah menempati lokasi mereka. Pihak keamanan juga sudah stand by.
Di saat semua sedang sibuk, Zilla justru sibuk mengurusi Andre. Dari menyiapkan minum, makan, pendingin dan lainnya. Zilla memilih tetap bersama Andre dan Randy. Mereka saling memantau teamnya.
"Sepertinya team kamu kekurangan satu orang ya?" Tanya Randy.
"Ya, dia sedang sakit dan harus istirahat di rumah sakit." Jawab Andre.
"Alah, hanya sakit biasa saja padahal. Dasar manja! Bilang saja tidak siap untuk event besar seperti ini." Sahut Zilla.
"Zilla!" Bentak Andre secara pelan tanpa terdengar oleh Randy.
Beberapa asisten dari berbagai artis dan beberapa panitia sudah mulai mengecek alat musik mereka dan mengecek sound. Semua di sibukkan oleh tugas mereka masing-masing. Tania juga sudah mengecek kondisi para artis di belakang panggung. Mereka sedang bersiap-siap.
"Kak Sisy kemana?" Tanya salah satu team yang sempat bekerja sama dengan Sisy.
"Sisy masih dalam rawat inap di rumah sakit." Jawab Tania.
Ia langsung kembali keluar dari ruangan tempat para artis bersantai, berbincang dan berfoto. Orang yang tadi menanyakan Sisy berubah menjadi sedikit murung. Karena ia merasa senang bisa kerja bersama Sisy.
Di samping itu, ada Devano yang sempat mendengar perbincangan mereka. Matanya berubah menjadi segar ketika mendengar nama Sisy. Ia keluar mencari wanita yang tadi sempat masuk ke ruangan. Karena ia tidak melihat wajahnya. Ia menjadi sulit menemukan Tania.
Devano kembali lagi ke ruangan. Banyak artis wanita yang meminta foto bersama dengan Devano. Tak hanya itu band terkenal lainnya juga meminta untuk foto bersama.
Devano memang ramah pada orang-orang. Ia akan berubah cuek dengan orang yang sangat terobsesi padanya seperti Rena dan Shinta. Walau begitu, Devano paling tidak berani untuk menyatakan cinta.
"Kamu habis darimana? Aku baru saja mencari mu." Tanya Gerry.
"Aku dari tadi disini." Jawab Devano.
Di luar sudah banyak sekali para penggemar yang mengantri untuk masuk. Satu-persatu mereka masuk dan memadati venue. Ada yang berfoto, ada yang sedang mencari tempat duduk, ada juga yang sedang repot menyiapkan spanduk kecil yang bertulisan nama idola mereka serta menyiapkan ponsel mereka.
Kania sedang mengarahkan MC dan juga beberapa perwakilan dari para artis. Tugas tersebut seharusnya salah satu tugas Sisy. Karena Sisy sedang tidak dapat hadir, Andre meminta Kania untuk menggantikannya. Kania sangat gugup karena ini adalah pertama kalinya ia berhubungan langsung.
Selesai briefing, Kania kembali menemui Tania. Ia sangat gugup sekali saat menyampaikan rundown acara. Ia takut ada kekeliruan dengan apa yang ia sampaikan. Walaupun segalanya sudah dalam catatan yang di catat oleh Sisy sebelumnya.
Konser pun di mulai sesuai jalan acaranya. Artis yang akan tampil juga sudah bersiap di belakang panggung. Artis yang lainnya juga sudah mulai menyiapkan penampilan mereka. Ada yang masih berlatih gerakan, suara dan juga ada yang masih memperhatikan pakaian mereka.
Penonton bersorak histeris memanggil nama idola mereka. Ada juga yang berteriak sambil mengikuti lirik lagunya. Tania dan Revan memandang keluar dan melihat banyaknya penonton yang senang dengan penampilan idola mereka.
"Acara ini harus berjalan dengan lancar!" Ucap Revan.
Tiba saatnya Devano naik ke atas panggung. Disaat bersamaan dengan ucapan Revan, seketika lampu panggung mati. Semua panitia menjadi panik. Begitu juga dengan Andre dan Randy yang ikut panik.
Panitia yang bertugas sebagai penanggung jawab lighting pun langsung bergerak membenarkannya. Ada satu orang yang memulai dengan menyalakan light atau lampu senter dari ponselnya. Orang tersebut baru saja masuk dan menuju atas panggung.
Semua penonton menyalakan lighting dari ponselnya. Berayun mengikuti irama dentingan piano yang di mainkan oleh Devano. Setelah setengah lagu, Lampu kembali menyala. Devano mengubah musiknya menjadi musik aslinya.
Semua penonton berteriak memanggil namanya dan ikut bernyanyi dengannya. Sedangkan wanita tadi kembali ke belakang panggung. Tania dan Revan langsung menghampiri Sisy.
"Lo kabur dari rumah sakit ya?" Tania menarik tangan Sisy.
"Gue gak kenapa-napa Tan. Kenapa harus di rumah sakit coba?" Sisy bertanya balik.
Belum selesai mereka bicara, Andre sudah menarik Sisy menjauh dari semuanya. Revan tidak suka dengan sikap Andre. Ia menahan Sisy yang sebelahnya sehingga terjadi tarik menarik.
"Kalau Lo mau komplain masalah lighting bilang ke gue! Tarik tuh Reno buat jadikan pelampiasan kekesalan Lo!" Ucap Revan.
"Bukan urusan kamu!" Jawab Andre.
"Apanya yang bukan urusan gue? Semua ini menjadi urusan kita semua. Kita team, kita kerja sama-sama. Bukan hanya Sisy!" Balas Revan.
Andre menyingkirkan tangan Revan dan menarik Sisy kembali. Revan sangat kesal dengan perlakuan Andre. Tapi ia juga tidak ingin membuat keributan besar.
Di atas panggung sudah ada grup Vanilla yang akan menjadi penutup show mereka. Setelah penampilan Vanilla band, MC memanggil seluruh artis untuk naik ke atas panggung. Semua panitia pun senang karena tidak ada insiden yang sangat fatal.
Devano meminta minum pada asistennya. Ia kembali ke ruangannya untuk berganti. Mereka mendapat ruangan sendiri-sendiri dan ada juga ruangan untuk berkumpul. Saat berganti ia mendengar keributan dari arah luar.
"Udah? Udah puas lo caci maki gue?" Tanya Sisy.
"Kalo gitu kita putus! Lo urus semuanya sendiri!" Ucapnya lagi.
"Sy, kamu jangan kayak anak kecil gitu dong." Kata Andre.
"Anak kecil? lo bilang gue anak kecil?" Tanya Sisy.
"Bukan gitu, Sy. Kita kan bisa bicarakan baik-baik. Gak harus hubungan kita kena imbasnya." Andre menyangkal.
"Emang itukan niat lo? lo sengaja meminta Zilla untuk mengganti rundown acara yang sudah gue buat dan mungkin lo juga yang sengaja membuat lampu panggung mati." Sisy menjelaskan satu-persatu.
Sisy memang sudah meminta Revan dan Tania untuk tetap berkomunikasi dengannya. Saat Kania menjelaskan Rundown acara, Tania melihat sesuatu yang berbeda. Catatan itu tak sesuai dengan yang di berikan Sisy olehnya. Tania langsung menggantikan kertas tersebut dan meminta Kania untuk mengulanginya.
Zilla juga merusak kabel lampu. Untungnya Reno sangat cekatan dan ahli dalam lighting. Sehingga tidak perlu memakan waktu sangat lama. Sejak keanehan di awal, Tania diam-diam menghubungi Sisy. Karena Revan tidak ingin Sisy nekat pergi dari rumah sakit.
"Cara lo tuh basi! Mulai saat ini kita putus! Saat ini juga gue resign dari pekerjaan ini! Permisi!" Sisy keluar dari ruangan dengan menangis.
Cukup ia melihat Andre berselingkuh dengan Zilla saja sudah sangat menyakitkan hatinya. Tapi kini, Andre berani memarahinya agar skenario nya memutuskan Sisy berjalan dengan baik. Kondisi Sisy yang lemah membuatnya mudah terbawa emosi. Ia kesal dan juga sakit hati.