Indonesia
NovelToon NovelToon
Serpihan Hati

Serpihan Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / One Night Stand
Popularitas:26.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wirda Yulanda Yulan

Alena adalah seorang gadis yang berasal dari keluarga kaya, bisnis keluarganya bangkrut dan rumahnya terbakar yang mengakibatkan seluruh keluarganya meninggal dan ia mengalami kebutaan.
Alena di jebak oleh seseorang yang mengakibatkan ia hamil dan harus menikah kontrak dengan seorang mafia kejam berdarah dingin yang berasal dari keluarga bangsawan, pria itu bernama Rainata luwis yang biasa di panggil dengan nama Rai. Awalnya Rai berperilaku kasar kepada alena, tapi lama kelamaan ia jatuh cinta dan berubah menjadi pria yang bucin.

Mau tau kelanjutan cerita cinta alena dan Rai? Jangan lupa untuk membaca novel serpihan hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wirda Yulanda Yulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu masalah selesai

Setelah Rai puas menciumi bibir manis Alena, ia menarik kembali ciumannya dan berkata.

“Benarkah kau sangat menyukaiku?” Tanya Rai dengan wajah dingin.

“Jika kau tidak percaya, aku bisa mengatakannya berulang kali.” Jawab Alena sambil memasang wajah sedih.

“Bagaimana jika aku menyuruhmu mati?” Ucap Rai dengan wajah kejamnya.

Alena yang mendengar perkataan Rai, hanya bisa terdiam membeku, ia terkejut karna tidak pernah menduga Rai akan mengucapkan perkataan seperti itu dari mulutnya, sedangkan Rai hanya tersenyum dengan wajah dinginnya menyaksikan wajah Alena yang begitu pucat karna terkejut dengan ucapannya, ia kemudian meninggalkan Alena sendiri dikamarnya begitu saja dengan keadaan masih terdiam membeku.

Selang beberapa menit kepergian Rai dari kamar Alena, pintu kamar Alena kembali terbuka, dan itu adalah A'mi yang datang untuk menanyakan keadaan Alena

“Bagaimana?, apa kau berhasil?” Tanya Ami pada Alena sambil menutup kembali pintu kamar itu.

“Barusan aku melihat tuan muda pergi ke ruang kerjanya, aku rasa dia tidak akan kemari untuk sementara waktu.” Ucap Ami sambil berjalan ke arah Alena.

Alena hanya menghela nafas panjang sambil membuka telapak tangannya yang sudah terluka akibat menggenggam jimat anjingnya begitu keras, Alena melakukan itu agar saat Rai mengarahkan pisau buah itu kematanya, ia bisa menggunakan rasa sakit yang ada di tangannya untuk mengendalikan diri agar tidak menghindar.

Sebenarnya Alena sengaja menyimpan pisau buah itu di dekatnya agar Rai bisa mengambil dan menggunakan pisau itu untuk mengetes apakah Alena benar benar orang yang ada di dalam rekaman cctv itu atau bukan. Untungnya Alena bisa menebak bahwa Rai pasti telah mencurigainya sehingga ia tiba tiba pulang begitu ia selesai melihat rekaman cctv yang ada di club Spade.

Sementara itu, Ami yang terkejut melihat tangan Alena yang terluka, segera mengambil kotak obat dan buru buru mengobati luka yang berada di tangan alena sambil bertanya. “Kenapa nyonya melakukan semua ini?” Tanya Ami sambil membersihkan luka di tangan Alena.

“Jika aku tidak berpura pura buta seperti ini, dia pasti akan merasa kalau aku sengaja menaruh dua bunga itu untuk menghinanya, dan aku tau kalau dia pasti akan melakukan hal seperti tadi untuk memastikan apakah aku benar benar orang yang ada di club itu atau bukan.” Jelas Alena pada Ami.

Alena juga menjelaskan pada Ami bahwa alasan ia bertanya dan membicarakan lukisan itu dengannya, semata mata agar ia bisa menarik perhatian Rai secara paksa. Ami yang mendengar penjelasan Alena akhirnya paham, ia merasa sangat kagum dengan apa yang di lakukan oleh Alena, ia tersenyum dan kembali membalut luka Alena dengan sebuh perban, sekarang Alena bisa sedikit bernafas lega karena telah melewati sebuah masalah besar, dan ia yakin bahwa sekarang Rai pasti sudah percaya kalau pembuat teh yang ada di club itu bukan dia. Alena kemudian menyuruh Ami untuk meberitahu paman Tomi tentang masalah ini dan menyuruh paman Tomi membuatkannya dua bunga voting untuk menggantikan bunga voting miliknya agar bisa berjaga jaga dari pemeriksaan orang orang yang berada di club itu.

“Ngomong ngomong nyonya, apakah kau benar benar menyukai tuan muda sejak kecil?” Tanya Ami pada Alena.

“Tidak, itu semua hanya karanganku saja.” Jawab Alena tersenyum sambil menyuruh Ami untuk diam.

“Kalau begitu, aktingmu bagus sekali, aku benar benar mengira kau memiliki perasaan terhadap tuan muda.” Ujar Ami

DI RUANG KERJA RAI.......

Sementara itu, di dalam ruang kerjanya, Rai hanya duduk terdiam dimejanya sambil terus memikirkan perkataan yang keluar dari mulut alena tadi.

(Tidak melihat wajah, tidak melihat asal usul, tapi malah melihat lukisan?) Tanya Rai dalam hati sambil terus memikirkan Alena.

Ketika Rai sedang asik melamun sambil memikirkan Alena, tiba tiba Albert datang untuk menyampaikan pesan dari nyonya besar. “Tuan muda, nyonya besar memintamu untuk tidur di rumah malam ini.” Ucap Albert pada Rai.

“Bagaimana kalau saya tidak mau?” Tanya Rai pada Albert.

“Nyonya besar berkata, kalau tuan muda menolak, ia akan menggantung dirinya di depan pintu kamar tuan muda dan aku di suruh untuk menyiapkan sebuah tali.” Jawab Albert sambil menunduk hormat.

“Sampaikan kepada nyonya jangan lupa untuk menjulurkan lidahnya sedikit saat ia menggantung dirinya di depan kamarku.” Ucap Rai kesal.

Dan dengan nada membentak, Rai menyuruh Albert untuk keluar dari ruangannya.

“Lalu apa yang sekarang kau tunggu?, apa kau menungguku untuk mengusirmu keluar dari sini?” Ucap Rai pada Albert.

Albert yang mendengar ucapan Rai segera pergi dari ruang kerja Rai dengan hati yang gembira, walau ia sedikit heran dengan perlakuan Rai karena ini pertama kalinya Dia tidak membanting pintu dan pergi meninggalkan rumah, itu artinya dia setuju untuk tinggal di rumah malam ini. Albert segera pergi untuk menemui nyonya besar dan menyampaikan kabar baik ini.

Sementara itu, Alena yang sedang duduk di kamarnya sambil memegang semangkuk walet manis buatan Ami untuknya. Tapi, ia merasa kesakitan ketika ia hendak mengambil sebuah sendok yang berada di mangkuk itu, ia kemudian menatap tangannya yang terluka dan berkata di dalah hati.

(Tampaknya jika aku ingin mengelola perasaan Rai dengan baik, itu tidak akan mudah) Ucap Alena sambil memandangi tangannya yang kesakitan.

Tiba tiba Rai membuka pintu dengan keras dan mengagetkan Alena.

“Siapa itu?” Ucap Alena terkejut.

Rai kemudian menghampiri Alena yang sedang duduk dan memegang semangkuk walet manis dengan tangannya yang terluka. Di dekat Alena juga terdapat sebuah pisau, jadi Rai mengira bahwa tangan Alena terluka akibat menggunakan pisau yang ada di dekatnya itu.

(Wanita ini, sudah tau dirinya buta tapi masih mengambil benda yang tajam seperti pisau) Ucap Rai dalam hati.

“Apa ada yang salah dengan otakmu?, kau bisa cedera dengan pisau itu.” Ucap Rai pada Alena.

Alena yang sudah mengetahui kedatangan Rai, kembali berpura pura buta dan menawarkan kepada Rai walet manis yang sedang ia pegang

“Aku menyuruh Ami untuk membuatkan walet manis ini untukmu, apakah kau ingin meminumnya?” Ucap Alena sambil menyodorkan semangkuk walet manis itu pada Rai.

“Bagaimana kau tau aku akan tinggal di sini malam ini?” Tanya Rai curiga

“Aku tidak tau.” Jawab Alena sambil menggeleng gelengkan kepalanya.

(Wanita ini tidak tau kalau aku akan tinggal, tapi ia masih menyuruh pelayan untuk membuatkan aku semangkuk walet manis). Ucap Rai dalam hati.

Tanpa di sangka sangka, Rai berbalik dan melepaskan semua pakaiannya di depan Alena. Alena yang melihat kejadian yang tak terduga itu, terkejut dan hampir saja tidak bisa mengendalikan dirinya karena merasa malu. (Jika di lihat, badan Rai benar benar bagus, bahu lebar, pinggang kecil dan otot punggungnya yang begitu seksi). Ucap Alena dalam hati sambil terus menatap punggung kekar Rai.

Rai yang merasakan ada mata yang memperhatikannya, tiba tiba menoleh ke arah Alena. Untungnya Alena cepat menyadari dan langsung mengalihkan pandangannya dan berpura pura tenang seperti sedang tidak melihat apa apa.

(Apakah dia punya mata di punggungnya?, bagaimana dia bisa tau kalau aku sedang menatapnya). Ucap Alena dengan nada berbisik.

Saat Rai sudah masuk ke dalam kamar mandi, Alena menarik nafas panjang untuk mengendalikan dirinya agar tetap tenang suapaya Rai tidak kembali curiga padanya, dan sepertinya Alena benar benar telah berhasil meyakinkan Rai bahwa ia memang seorang gadis yang buta, karena dengan santainya, Rai melepaskan semua pakaiannya tanpa mempedulikan keberadaan Alena disana.

...BERSAMBUNG......

1
Nur Hidayah
Luar biasa
Fridha Rama Hartono
suka ceritnya
ariyan
lanjut Thor seru cerita'y
Neng Kurnia
kereeenn🤩
Neng Kurnia
ini kisah mafia /Shhh/
marrydiana
semangat thor, saling follow yaaa🌹🌹
Senja: Makasi thor😊
total 1 replies
Senja
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Ig : Author_fanie.liem
Semangat kak
Ig : Author_fanie.liem
Halo kak, aku mampir
jgn lpa mampir secretly sorry ya
thx 👍
Senja
Ceritanya sangat bagus
moon
segitu dulu untuk bab 1
moon: alhamdulillah... perbaiki dulu bab 1 nya yah... itu sepeleh, dan dasar sekali, tapi effort nya besar, terutama biar bisa lolos kontrak dan qualified editor /Hey/
total 2 replies
moon
awal kalimat juga gunakan huruf besar
moon
nama orang, gelar, atau panggilan untuk seseorang, gunakan huruf besar
moon
harus ada spasi setelah koma
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!