Chen Yi Ran, seorang pemuda berusia 29 tahun yang jenius ia seorang perancang drone terbaik di kota Shanghai. Hidupnya pun terprogram rapi, dan dia tiba-tiba harus berhadapan dengan Liang Xuan, seorang perempuan vlogger kuliner yang punya berjiwa bebas. Akhirnya mereka berdua terpaksa bekerja sama dalam sebuah proyek acara kuliner live yang diatur oleh drone canggih. Tapi saat proyek itu akan di jalankan ada yang ingin sabotase proyek dan drone tersebut. Mereka berdua akhirnya bersama untuk menemukan pelakunya. Apakah mereka berdua akan berhasil ? Apakah akan ada cinta di antara mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quinncy Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam yang Dingin
*Di Apartemennya Liang Xuan*
"Kau sudah pulang?" tanya Liang Xuan yang melihat Ru Mei membuka pintu.
"Kau pesan makanan lagi?" tanya Ru Mei yang baru masuk ke dalam rumah sudah mencium aroma makanan.
"Ya, ini aku ada pesan banyak kau bisa makan bersama ku" kata Liang Xuan yang menawarkan makanan sambil sedang nonton tv.
Ru Mei jalan masuk mendekat ke Liang Xuan sambil berpikir bagaimana cara menjelaskannya soal siang tadi dia bertemu dengan Chen Yi Ran.
"Makan lah cepat" kata Liang Xuan yang melihat Ru Mei hanya terduduk diam di sampingnya.
"Banyak nya yang kau beli" kata Ru Mei yang melihat di meja sudah penuh dengan makanan Xiao Long Bao, Mie Siput, Ayam Bakar, Bihun Goreng dan tentu saja tidak lupa dengan minum soda dan b*r kesukaannya.
"Ya makan lah dengan cepat" kata Liang Xuan.
Ru Mei yang terus menatap Liang Xuan seolah ingin mengatakan sesuatu tapi ia ragu untuk mengatakannya. Liang Xuan yang sadar dengan Ru Mei yang sedari tadi terlihat sangat aneh ini, membuatnya penasaran.
"Ada apa dengan mu?" tanya Liang Xuan "apa ada petunjuk dari tim soal nomor tersebut?"
"Oh tidak, belum ada" jawab Ru Mei yang berpura-pura mengambil makanan dan terus berpikir bagaimana cara ia mengatakan dan menjelaskannya dengan Liang Xuan.
30 menit setelah berpikir panjang Ru Mei memutuskan untuk mengatakannya kepada Liang Xuan, sebenarnya gampang saja ia mengatakannya karena tidak pernah ada rahasia di antara mereka berdua tapi, Ru Mei tau dengan jelas Liang Xuan dengan sedih jadi iya tidak ingin menambah kesedihannya.
"Liang Xuan" kata Ru Mei yang perlu menarik nafas panjang saat berbicara.
"Ehm ada apa?" tanya Liang Xuan sambil terus makan makanannya.
"Sebenarnya siang tadi aku bertemu dengan Chen Yi Ran" kata Ru Mei.
"Apa?" teriak Liang Xuan yang kaget dan hampir tersedak karna perkataan Ru Mei barusan "buat apa dirimu bertemu dengannya? apa kau memarahinya setelah mendengar ceritaku“ tanya Ru Mei lagi.
"Awalnya ia aku pengen banget marahin dia" kata Ru Mei.
"Trus kau beneran marahin dia?" tanya Liang Xuan
"Engga" jawab Ru Mei.
"Trus kenapa? ngapain dirimu ketemu Chen Yi Ran" tanya Liang Xuan yang sedikit panik karena ia takut Ru Mei mengatakan sesuatu membuat Chen Yi Ran tambah marah dengannya itu bakalan buat kerja sama ini bakalan canggung banget.
"Haiya kau tenang aja aku tidak berkata sesuatu yang aneh dan aku tidak ada memarahinya" kata Ru Mei.
"Trus kau cepatan cerita jangan kau buat orang penasaran" kata Liang Xuan yang geram dengan Ru Mei yang ngomong hanya setengah-setengah (padahal dia sendiri gak sadar kalau dari tadi Ru Mei baru sedikit bicara dia udah ngomong).
"Jadi begini aku bertemu dengannya karena dia yang ingin bertemu katanya untuk membahas tentang dirimu, dan dia berkata dia mengaku salah karena sudah bersikap dingin dan kasar dengan mu, dan ia sudah mengaku kalau masalah dengan drone tersebut bukan lah karna dirimu“ kata Liang Xuan.
"Ha? dia merasa bersalah? kamu serius" tanya Liang Xuan.
"Ya, tapi ada masalah yang buat Chen Yi Ran mencari ku bukan mencari mu langsung" kata Ru Mei.
"Apa itu?" tanya Liang Xuan yang semakin penasaran.
"Kau ingat dengan semalam ada nomor misterius yang kirimkan mu pesan?" tanya Ru Mei.
"Ya, apa itu semua ada hubungan dengan Chen Yi Ran?" tanya Liang Xuan.
"Begini ceritanya, rupanya jauh dari yang kamu dapat pesan itu ternyata Chen Yi Ran sudah berkali-kali dapat pesan dan bahkan telepon dari nomor misterius itu, dan Chen Yi Ran sangat takut dengan keberadaan mu penuh ancaman, tapi ini semua belum pasti ancaman itu bertujuan untuk Chen Yi Ran atau untuk dirimu Liang Xuan, tapi Chen Yi Ran menyuruhku untuk melindungi mu dengan baik" kata Ru Mei.
Saat mendengar perkataan Ru Mei, Liang Xuan merasa sedikit shock kaget tidak menyangka dengan semua ini dan merasa tiba-tiba satu ruangan terasa sangat dingin dan mengancam hidupnya.
"Jadi hidup ku dalam ancaman?" tanya Liang Xuan yang masih tak percaya apa yang ia dengar barusan.
"Bisa di bilang begitu tapi kita belum tau apakah benar ancaman ini untuk mu, lagi Chen Yi Ran meminta ku untuk menjaga mu, Chen Yi Ran tidak bertemu dengan mu langsung ia takut kau tidak akan percaya dengan semua yang akan dia kata kan ini, karena dia tau kau sakit hati karna nya, jadi dia mencoba untuk bertemu dengan ku" kata Ru Mei.
"Baiklah terus apakah ada rencana selanjutnya" tanya Liang Xuan.
"Besok bukan kah kau akan pergi ke festival di jalan belakang apartemen kita disini ?“ tanya Ru Mei.
"Ya, ada apa? atau aku tak usah pergi atau keluar rumah dulu untuk saat ini?" tanya Liang Xuan.
"Tak apa kau pergi lah kesana, tapi aku sarankan pergi kesana sebagai orang biasa saja, dengan melakukan vlog atau live streaming terlebih dahulu, Chen Yi Ran ingin bertemu dengan mu disana besok malam" kata Ru Mei.
"Chen Yi Ran? apakah aman aku bertemu dengannya besok? apalagi festival itu pasti penuh dengan orang kita tidak akan tau salah satu dari mereka apakah ada yang sedang mengincar kami berdua" Kata Liang Xuan yang sedikit ragu dan takut untuk keluar bukan takut dengan diri nya saja tapi dia takut akan terjadi sesuatu dengan Chen Yi Ran.
"Aku juga awalnya ragu dengan pertemuan kalian berdua di tempat ramai dan terbuka seperti itu, tapi aku berpikir tidak ada salahnya dan kita dapat memancing anomali misterius itu keluar juga" kata Ru Mei.
"Bagaimana jika akan ada terjadi sesuatu? karena itu sangat ramai kita tak bisa melihat orang mana yang dapat kita curigai dan yang mana baik" kata Liang Xuan.
"Kau tenang aja aku akan diam-diam mengikuti mu disana nanti nya, aku akan selalu berjalan tidak jauh dari mu" kata Ru Mei.
"Apa kau yakin dengan semua ini?" tanya Liang Xuan yang masih ragu dengan rencana ini.
"Gak apa-apa kau pergi bertemu dengan Chen Yi Ran, aku akan mengawasi mu dari jauh, jika ada seseorang yang mencurigakan mendekat dengan kalian berdua aku akan menolong kalian" kata Ru Mei.
"Tapi kau cewek? mana mungkin kau sendiri yang bergerak?" kata Liang Xuan yang sedikit ngakak dengar omongan Ru Mei barusan yang berlagak seolah ia adalah super hero wanita.
"Apa yang kau tawakan? " tanya Ru Mei yang melihat Liang Xuan seolah sedang menahan tawa. "Tidak tentu aja aku akan meminta tolong orang lain juga tetap berjaga disekitar tempat festival tersebut" kata Ru Mei lagi.
"Baiklah kita akan coba memancing anomali itu keluar" kata Liang Xuan.
Akhirnya malam itu mereka sepakat besok untuk bertemu dengan Chen Yi Ran dan mejalankan rencana sesuai yang mereka rencanakan. Sedangkan mereka tidak tau kalau Chen Yi Ran juga sudah merencanakan kalau meminta Meng Tao dan beberapa tim untuk berjaga juga di sekitar festival tersebut.
Malam ini terasa sangat dingin bagi Chen Yi Ran dan Liang Xuan. Chen Yi Ran yang ingin menghubungi Liang Xuan tapi ia ragu apakah Liang Xuan akan membalas chat nya tersebut.
Saat ingin tidur bunyi notifikasi pesan berbunyi bip bip bip, Liang Xuan langsung dengan cepat mengambil hp nya dan melihat pesan tersebut dan rupanya itu pesan dari............................... pesan itu membuatnya sangat kaget.