Indonesia
NovelToon NovelToon
Anak Tersembunyi Sang Pewaris

Anak Tersembunyi Sang Pewaris

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Lari Saat Hamil / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:107.5k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Kaelus Danurwenda terkejut ketika mendapati dirinya di pagi hari tanpa mengenakan pakaian. Dia mengumpat marah ketika mengingat kejadian tadi malam.

Kaelus mencari jejak si wanita namun nihil. Pencarian Kael berlangsung selama 4 tahun lamanya, tapi tak menghasilkan apapun.

Ketika harapannya pupus, dan hendak menerima perjodohan yang diatur orang tuanya, tiba-tiba seorang bocah dengan mata coklat kekuningan menabrak tubuhnya.

"Maap Om, Al nda senaja."

Debaran aneh memenuhi hati Kaelus Wajah bocah itu sangat tidak asing di matanya.

"Kamu ... ."

"Maaf Tuan, anak saya berlari tanpa arah. Permisi."

Melihat ibu dari anak itu, Kaelus samar-samar mengingat tentang wanita di malam yang salah itu.

Apa yang akan dilakukan Kaelus? Apa dia akan melanjutkan perjodohan yang diatur, atau malah mencari ibu dan anak tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ATSP 10

"Rosa, aku denger dari Sandro katanya kamu sakit?"

Siapa sangka bahwa Rendi langsung bergegas datang ke rumah Rosa ketika mendengar kabar bahwa wanita itu sakit. Dia yang memang telat datang ke restoran langsung mencari keberadaan Rosa. Dan sebuah laporan dari Sandro mengatakan bahwa Rosa diantar pulang oleh Esih karena sedang tak enak badan.

"Aku nggak apa-apa kok Rend, udah mimum obat juga. Bentar lagi enakan,"jawab Rosa yang sekarang sudah duduk di kursi ruang tamu. Dia tak mau terus berbaring di kasur karena tak ingn membuat putranya khawatir.

Sekarang ini, Esih sedang menjemput Al dari sekolahannya. Dan Rosa tak ingin melihat wajah Al yang sedih.

Rosa tahu bahwa putranya itu sangat perasa dan sensitf terhadap dirinya. Jika Rosa dalam keadaan hati yang tidak nyaman dan juga tidak enak, maka Al akan bertanya. Atau malah anak itu akan memilih diam sampa Rosa dalam keadaan hati yang lebih baik.

Terkadang Rosa merasa bersalah terhadap Alarik. Pasalnya Al seolah sudah lebih dewasa dari anak seusianya. Usia Al yang baru 3 tahun seolah dipaksa mengerti dengan keadaan yang saat ini mereka alami.

"Ibuuuu, kata Teh Ecih Ibu cakit ya?"pekik bocah 3 tahun itu ketika memasuki rumah. Ia langsung menghambur kepada Rosa dan memeluknya dengan erat.

"Nggak, cuma nggak enak badan dikit aja. Biasa pusing dikit. Tadi Ibu udah minum obat kok dan tidur kok, jadi bentar lagi baikan," jawab Rosa sambil mengusap kepala Al dengan lembut. Saat seperti ini dia sungguh merasa amat sangat bersalah kepada sang anak.

Bekali-kali Rosa membuang nafasnya kasar, namun dia berusaha untuk tidak menunjukkannya kepada Al. Karena Al pasti akan mengerti kegelisahan yang dirasakan olehnya.

"Apa bener nggak perlu ke dokter, Ros?" tanya Rendi.

"Nggak usah, aku beneran nggak apa-apa,"jawab Rosa tanpa mengalihkan pandangannya dari Al. "Lebih baik kalian pulang aja. Aku beneran nggak apa-apa. Makasih untuk bantuannya ya Esih, dan makasih juga Rend karena udah ngijinin aku buat libur kerja sehari,"imbuhnya.

Rendi dan Esih tak bisa berkata apa-apa lagi. Ucapan Rosa itu jelas bermakna pengusiran kepada mereka berdua. Bisa Esih lihat bahwa Rosa tak ingin orang lain melihat kesulitannya.

Esih jadi penasaran, seperti apa kehidupan yang dialami oleh Rosa sebelum ini. Ia merasa bahwa Rosa tak ingin merepotkan orang lain.

"Apa ayah dari Al, Pak Rendi benar-benar tidak tahu? Ah maaf kalau saya bicara lancang. Setahu saya Pak Rendi teman masa kecil Kak Ros. Saya pikir Pak Rendi tahu lebih banyak tentang Kakak," tanya Esih tiba-tiba ketika mereka sudah berada di luar rumah.

"Kenapa kamu tanya kayak gitu, Es?"

"Soalnya aku lihat Kak Ros kesulitan merawat Al seorang diri. Laki-laki kejam mana yang tega membiarkan anak dan istrinya hidup kesulitan seperti ini. Kak Ros memang tidak pernah mengeluh, dan dia senang menjalani hidupnya. Namun tak bisa dipungkiri bahwa dia pasti kesulitan membesarkan Al seorang diri tanpa siapapun di sisinya,"jawab Esih.

"Kamu bener, pasti sulit bagi Rosa hidup hanya berdua saja dengan Al. Dia benar-benar sebatang kara, dan Al adalah satu-satunya keluarga yang dimiliknya. Kamu tanya ke aku siapa ayah Al kan? jujur aku pun nggak tahu. Aku ketemu sama dia ya cuma berdua aja sama anaknya. Dan kamu tahu kan Esih, dia membuat batasan terhadap orang lain. Siapapun itu."

Esih mengangguk paham. Dia bisa merasakan hal tersebut.

Rosa memang baik, dan mudah bergaul dengan siapapun. Tapi secara bersamaan dia membuat garis yang begitu jelas, dimana garis itu bak benteng tebal yang tak bisa ditembus.

"Sih, aku minta tolong. Tolong belikan makanan buat Rosa dan Al, sekaligus obat juga. Beli yang kumplit obatnya biar buat stok. Dan kamu juga boleh beli apapun yang kamu mau. Ini uangnya, kalau kurang bilang, kalau lebih ambil aja buat kamu."

"Baik Pak."

Esih menerima uang yang diulurkan oleh Rendi dan bergegas melaksanakan perintah sang bos besar. Ya bagi Esih bos utama di restoran ya Rendi, yakni pemilik dari restoran tersebut. Sehingga Esih tidak khawatir jika telat saat kembali ke restoran nanti.

Kondisi Rosa semakin membaik. Keringat dingin tak lagi keluar, rasa sesak di dalam dada juga tak lagi dirasakannya. Bahkan dia bisa menidurkan Al setelah mereka makan malam.

Awalnya Rosa ingin menolak makanan yang dibawakan oleh Esih, namun dia tak enak hati karena Esih pasti sudah melakukan banyak hal dengan baik. Alhasil Rosa pun menerima semua barang belanjaan yang dibawa Esih untuknya. Makanan yang dibelikan Esih juga cukup untuk dua kali makan yakni makan siang dan makan malam.

Setelah Al tidur, Rosa turun dari ranjang. Dia berjalan menuju ke dapur untuk mengambil air hangat. Di sela-sela itu, bayangan pria itu kembali muncul. Rasa sesak kembali di rasakannya. Tapi Rosa berusaha untuk melawannya.

"Aku nggak boleh kayak gin terus. Kalau aku terus seperti ini, aku bisa ngrepotin banyak orang. Al juga pasti akan kepikiran dan sedih. Ya, aku nggak boleh kalah sama bayangan itu. Ya aku pasti bisa. Aku bisa."

Fyuuuh

Rosa mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Ia melakukan itu berkali-kali, dan ya Rosa berhasil menetralkan rasa tertindih dalam dadanya. Dia juga tak lagi merasa berkunang-kunang.

"Semoga, semoga aku bisa melewatinya jika dia muncul lagi. Ayo Rosa, kamu pasti bisa demi Al."

Rosa terus mengafirmasi dirinya sendiri dengan kata-kata yang positif. Dia terus berkata pada dirinya bahwa semua akan baik-baik saja dan semua akan berlalu begitu saja. Lagi pula selama 4 tahun ini dia juga baik-baik saja.

Keteguhan Rosa untuk bangkit dari traumanya itu benar-benar besar. Dia terus berusaha untuk lepas dari bayangan malam kelam itu, meski tetap tak akan bisa hilang sepenuhnya.

Apa yang dialami Rosa berbanding lurus dengan apa yang dialami oleh Kael. Sampai detik ini ia masih tak bisa melupakan malam itu. Malam penuh kesalahan dan meninggalkan rasa bersalah yang begitu besar.

"Kamu dimana, kenapa sulit banget buat nemuin kamu. Apa yang terjadi sama kamu, Rosalina."

Nama itu masih melekat jelas dalam ingatan Kael, wajah nya pun juga masih bisa diingatnya dengan jelas. Bahkan bagaimana tubuh Rosa bergetar ketika dia mengungkungnya. Bahkan ketika gadis itu menangis, Kael pun bisa mengingatnya dengan jelas.

"Apa ini karma ku? Apa ini hukuman yang harus aku alami atas dosa yang ku lakukan? Aku bisa mengingatmu dengan jelas, Ros. Aku bahkan bisa mengingat setiap detail dari ekspresi ketakutan dalam wajahmu."

TBC

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kael Ngidam dan kehamilan simpatik.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kael lagi sawan sama Rosa, Rowan.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Sepele buat kamu yang ber3ngs3k beda dengan Kael yang yang bersih makanya jangan sama ratakan Victor
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Untuk Izar Iras cepat sadar jadi hama berkurang selain pak tua Patih.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Pak Ben bijak banget.👍
Lagian pak Patih maksa banget pengen besanan sama keluarga Kael... malu pak udah di tolak berkali² masih saja ngatep.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hmmm mulai luluh tuh Kael, coba deketin sampe halal.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Huuss huss huuss jauh² sana hama.🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hadeuuuhh hama belum menyerah juga... Lakukan sesuatu Kael biar mereka kapok.😤
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Lah masih nanya, sudah jelas karna Kael kamu ga nyaman kalau ada dia Rosa... coba deh bu Griz panggilkan psikolog bu buat Rosa siapa tau yraumanya sembuh dan buat Rosa coba beranikan diri hadepin Kael pelan² biar ketakutan kamu juga bisa hilang.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ceritakan saja yang selama ini membebani kamu Ros, pelan² itu akan bikin kamu plong dan mengurangi trauma mu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Selamat berjuang meluluhkan Rosa, Kael... jangan mudah nyerah, Semangat.💪😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Berharapa kalau kali ini Rosa hatinya mau melunak dan denger penjelasan Kael dan ga keras kepala untuk kabur lagi 🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
pertemuan mu dengan Al dan Rosa adalahJawaban keraguan kamu akan membuka hatimu untuk perempuan lain Kael... untung bawa Rowan juga perginya jadi aman kamu Kael sekaligus dapat dorprize.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Keluarga Str3ss, lakuin hal k0t0r demi obsesi.🤮😡
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Mending jujur Rowan, nyari aman dan siapa tau ada hikmahnya.🤭🤭🤭
biar pak Ben gerak sendiri dan nyari tau... kan siapa tau berhasil.😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Diiihh ga tau malu, sudah di tolak berkali² masih saja mepet, emang ga punya malu dan harga diri.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kamu kuat Ros, lawan Trauma mu pelan².💪
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Sama² menderita, Rosa menderita karna diri merasa kotor dan hidup selalu dalam gunjingan orang² julid dan Kael menderita karna rasa bersalahnya telah mengambil kesuc14n Rosa.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Iras terObsesi sama Kael dan buat bapak Patih jangan dulu ketinggian mengkhayalnya tar pas jatuh aduuuhh malunya ga ada yang bisa nolong buat nutupin.😏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Bagus Kael punya sikap tegas ga plin plan.👍
Dan lagian bu Griz ini terlalu berlebihan ovtnya, bener kata pak Ben kalau di paksakan dan hal buruknya terjadi justru anda sendiri yang bakal bersalah kalau sampe terjadi pernikahan terus Kael masih bersikap sama kayak sekarang bu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!