Indonesia
NovelToon NovelToon
Jalan Kultivasi

Jalan Kultivasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Kultivasi
Popularitas:17.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tawaki

Xiao Lin seorang pemuda murid pelayan di sebuah sekte di bagian timur kekaisaran Angin Surgawi. terkenal sebagai sampah dan selalu di bully oleh murid lain.
Hingga suatu hari saat ia melihat teman nya hampir terbunuh. tiba tiba ia kalap mata dan membunuh murid luar tersebut. namun ia tak menyadari hal apa yang sudah terjadi.

nasib apakah yang di tanggung Xiao Lin di sekte setelah pembunuhan terjadi? mampu kah ia keluar dari masalah itu?

saksikan perjalan hidup Xiao Lin untuk menjadi kuat. membantai setiap musuh yang menghalangi jalan kultivasi nya. hanya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Kebangkitan Sementara

Serangan Lu Feng meluncur turun seperti kilat yang membelah malam. Cahaya putih yang menyelimuti pedang besinya memancarkan aura tajam yang sanggup merobek kulit bahkan sebelum bilahnya menyentuh tubuh.

Xiao Lin berdiri diam di tengah panggung. Tekanan angin yang begitu kuat menekan bahunya, membuat jubah abu-abunya yang robek berkibar hebat. Dalam hitungan detik, pedang kayu tua di tangannya mulai mengeluarkan suara gemertak halus, tidak sanggup menahan tekanan energi Qi Gathering tingkat 3 yang begitu pekat.

Di bawah panggung, Ah Gou menutup matanya dengan rapat, tidak sanggup melihat sahabatnya terbelah menjadi dua. Sementara itu, di panggung kehormatan, diaken pengawas mulai menggerakkan kakinya, berniat untuk menghentikan pertarungan karena Lu Feng jelas-jelas berniat membunuh.

Namun, semua itu terlambat. Jarak pedang Lu Feng hanya tinggal beberapa jengkal dari dahi Xiao Lin.

‘Apakah... ini akhirnya?’ batin Xiao Lin yang polos diselimuti keputusasaan yang mendalam.

Rasa takut akan kematian dan bayangan bahwa dia tidak akan bisa melindungi Ah Gou lagi memicu badai emosi di dalam dadanya.

Tiba-tiba, jauh di dalam lubuk jiwanya, retakan emas pada segel kuno itu kembali pecah lebih lebar. Aura hitam yang sangat dingin dan pekat mengalir keluar seperti air bah, menelan seluruh kesadaran polos Xiao Lin dalam sekejap.

DEB-DEB.

Detak jantung tubuh Xiao Lin mendadak melambat hingga hampir berhenti.

Detik berikutnya, ketika pedang Lu Feng hanya berjarak satu sentimeter dari ujung rambutnya, tubuh Xiao Lin bergerak dengan keanggunan yang tidak masuk akal. Kepala pemuda itu miring ke samping dengan gerakan yang sangat halus, membiarkan pedang besi tajam Lu Feng melesat jatuh melewati telinganya.

WUSH!

Pedang Lu Feng menghantam lantai batu panggung dengan keras, menciptakan retakan sedalam beberapa puluh sentimeter. Debu dan serpihan batu berterbangan ke udara.

"Apa?!" Lu Feng terbelalak hebat. Serangan pamungkasnya yang meluncur dengan kecepatan penuh bisa dihindari dengan begitu mudah?

Sebelum dia sempat menarik senjatanya dari celah batu, sebuah hawa dingin yang luar biasa mendadak menusuk tengkuknya. Bulu kuduk Lu Feng berdiri tegak. Dia perlahan mendongak, dan sedetik kemudian, seluruh keberanian di dalam tubuhnya menguap tanpa bekas.

Mata jernih Xiao Lin telah lenyap. Yang ada di depannya kini adalah sepasang mata hitam pekat tanpa putih mata, memancarkan aura dingin yang begitu pekat hingga membuat Lu Feng merasa seolah-olah sedang berdiri di depan kaisar dunia bawah.

Sebuah seringai tipis yang kejam dan penuh penghinaan terukir di wajah "Xiao Lin".

"Serangga tetaplah serangga. Bahkan setelah mengepakkan sayapmu dengan keras, kau tetap tidak lebih dari debu di bawah kakiku," bisik "Xiao Lin" dengan suara yang begitu dingin hingga membekukan darah.

BUK!

"Xiao Lin" tidak menggunakan senjata. Dia hanya melayangkan satu tendangan santai ke arah pergelangan tangan Lu Feng yang masih memegang gagang pedang.

KREK!

"AAAKHHH!"

Suara patah tulang yang mengerikan kembali terdengar di arena. Pergelangan tangan kanan Lu Feng bengkok ke arah yang salah, membuat pegangannya pada pedang besi terlepas seketika.

Namun, "Xiao Lin" tidak berhenti di situ. Dengan gerakan secepat kilat, dia menangkap pedang besi milik Lu Feng yang melayang di udara, memutarnya dengan satu tangan, dan menggunakan bagian datar dari bilah pedang tersebut untuk menghantam dada Lu Feng.

GEBBYAK!

Hantaman itu begitu keras hingga terdengar seperti suara petir kecil yang meledak. Tubuh Lu Feng melesat mundur seperti peluru yang ditembakkan, menabrak pilar pembatas panggung batu hingga pilar tersebut retak hancur. Lu Feng memuntahkan seteguk darah pekat, dadanya melesak ke dalam, dan dia langsung jatuh pingsan dengan mata mendelik ke atas.

Seluruh arena utama Sekte Pedang Benua seketika sunyi senyap.

Ribuan pasang mata menatap Panggung Nomor 3 dengan rasa tidak percaya yang amat sangat. Seorang murid luar tingkat 3 awal, yang menggunakan teknik pamungkasnya, dikalahkan hanya dalam waktu satu detik oleh seorang murid pelayan dengan tangan kosong?

"Si... siapa anak itu sebenarnya?!" gumam salah satu penatua di panggung kehormatan, matanya menyipit tajam menatap sosok "Xiao Lin" yang berdiri tegak di tengah kepulan debu.

Di atas panggung, "Xiao Lin" menatap pedang besi di tangannya dengan pandangan jijik, lalu melemparkannya ke tanah seperti membuang sampah. Dia mengalihkan pandangan hitam pekatnya ke arah tribun penonton—tepat ke arah Wang Chen yang kini berdiri dengan wajah tegang dan dipenuhi keringat dingin.

"Xiao Lin" mengangkat satu jarinya, mengarahkannya langsung ke wajah Wang Chen, lalu membuat gerakan mengorok lehernya sendiri. Sebuah provokasi yang sangat dingin dan mematikan.

"Ugh... argh..."

Tiba-tiba, tubuh Xiao Lin kembali bergetar hebat. Rasa sakit yang luar biasa menjalar di kepalanya saat jiwa polosnya mulai berebut kendali kembali. Batas waktu kebangkitan jiwa kejam itu telah habis karena tubuh fana tingkat 2 miliknya tidak sanggup menahan beban energi kuno tersebut terlalu lama.

Sepasang mata hitam pekat itu berkedip dengan cepat, perlahan mengembalikan warna putih mata dan pupil jernih milik Xiao Lin.

Begitu kesadarannya kembali penuh, Xiao Lin langsung terhuyung-huyung memegangi kepalanya yang terasa seperti mau pecah. Dia melihat ke arah Lu Feng yang terkapar tak berdaya di dekat pilar yang hancur, lalu menatap tangannya sendiri yang gemetar.

"Aku... aku menang?" gumam Xiao Lin dengan wajah bingung dan polos.

sama sekali tidak ingat bagaimana dia baru saja mematahkan pergelangan tangan Lu Feng dan memprovokasi Wang Chen di depan ribuan orang.

"P-Pemenang Panggung Nomor 3... Xiao Lin!"

teriak diaken pengawas panggung dengan suara yang sedikit bergetar karena syok.

Sorak-sorai dari sektor pelayan meledak, namun kali ini bercampur dengan rasa ngeri dan bisik-bisik ketakutan dari para murid luar. Xiao Lin, si murid pelayan "limbah", kini secara resmi telah menjadi ancaman terbesar yang tidak bisa lagi diremehkan oleh siapa pun di halaman luar sekte.

Bagaimanakah reaksi Wang Chen setelah menerima provokasi mematikan dari Xiao Lin? Dan apakah Xiao Lin akan menyadari adanya kekuatan mengerikan yang bersemayam di dalam dirinya sebelum babak final dimulai?

1
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor tambah lagi updatenya 💪💪💪
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos lanjut
Aman Wijaya
mantab pooolll Thor lanjut
Luthfi Aamiin
lanjutkan
bossss
🐉🐉🐉🐉💪💪💪💪
Luthfi Aamiin
wuuussss
wuss
Luthfi Aamiin
💪💪💪💪💪💪💪
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
👻👻👻👻👻👻
Luthfi Aamiin
jedag
jedug
🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
lanjutken
🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉👻👰💪🗿🐙
fgjkitrcv
Luthfi Aamiin
6
🐉
🐉🐉
🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
ah
uh
kejam
kejam
Luthfi Aamiin
bantai 🐉🐉🐉
7
🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
7
pitu
bantai
🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
8
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
wolu
Luthfi Aamiin
11
🐉👻🐉👻🐉
Luthfi Aamiin
sedoso
10
🐉
Luthfi Aamiin
sewelas
11
hukum Konoha
👻👻🐉🐉
Luthfi Aamiin
songo
9
🐉👻
Luthfi Aamiin
wolu
8
🐉
Aman Wijaya
mantab Thor tambah lagi updatenya semangat semangat semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!