"Dia yang akan menjadi istriku.!" Itulah ungkapan pertama seorang Daniel Kendrick ketika bertemu dengan seorang wanita yang mampu menggetarkan hatinya pada pandangan pertama.
Demi menikahi wanita itu dia mengatakan hal yang konyol mengenai balas budi dan untuk menyanggupi semua kebutuhan wanita itu.
Ariel Nathanie terkejut saat pria itu melamarnya di meja makan. Apa sebenarnya yang ada di pikiran pria ini? Kenapa dia memilihku untuk di jadikan sebagai istri?.
Akankah pernikahan terjadi?
Mampukah Daniel Kendrick membuat Ariel Nathanie jatuh cinta kepadanya?
Nantikan kisahnya!!
Follow Ig : @nr.anitaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chubby92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 10
Resto Plataran Dharmawangsa
Ariel masuk Resto bersama dengan Kelvin. Yah, saat itu mereka sedang mengantar pesanan dessert dari salah satu pelanggan yang ada di Resto itu.
.
Flashback On
"Kalian pada sibuk semua nggak?" Tanya Riri, Penanggung jawab cafe yang di pilih oleh Pak Frans.
"Nggak kok kak." Sahut mereka yang sedang shift pada siang itu.
"Kenapa kak? Apakah ada sesuatu yang mendesak?" Tanya Ariel.
"Iya nih Riel, kemarin ada pesanan dessert dan kakak lupa. Boleh minta tolong nggak bawa'in sekarang di Resto Plataran Darmawangsa, soalnya kakak nggak bisa ada yang harus aku kerjain. Katanya dia ada di sana sedang makan siang. Kalau mau pake Go**** takutnya nggak keburu." Pinta Riri dengan nada memelas.
"Baiklah kak, biar saya yang antar." Ucap Ariel.
"Gie mana kalau loe di antar sama Kelvin aja Riel, soalnya di antara kita-kita di sini dia yang paling jago ngebut." Tawar Renhy.
"Sebenarnya bisa lebih cepat kalau gue sendiri yang antar. Tapi ya udahlah." Batin Ariel.
"Iya, biar gue antar aja Riel." Ucap Kelvin.
"Oke dhe, yuk!" Ajak Ariel dan dia pun melangka mengambil sweternya lalu pergi di bonceng dengan Kelvin.
.
Flashback Off
Dan di sinilah Ariel sekarang, di Resto Plataran Dharmawangsa.
Ariel dan kelvin masuk dan berjalan beriringan mencari si empunya dessert yang mereka bawa.
Tanpa sadar ada sepasang mata yang menatap mereka dengan tajam dan raut wajah yang marah. Bagaimana tidak, dia melihat gadis yang sudah ia cap sebagai calon istrinya itu bersama dengan pria lain selalu tersenyum ceria.
"Siapa pria yang bersamanya itu,? Apakah kekasihnya? Gebetan? atau hanya sekadar teman? Aarrggghhhh " Daniel berperang batin dengan diri sendiri.
Giselpun melihat raut wajah Daniel yang seketika berubah seperti menahan sebuah amarah. Gisel memperhatikan arah tatapan Daniel. "Apakah dia sedang menatap gadis itu? tapi siapa dia? sepertinya dia hanya orang miskin? apa hubungan Daniel dengan gadis itu?" .. "Aduuuuh Gisel, sepertinya kau terlalu banyak mikir dhe. Mungkin aja itu gadis pernah melakukan sesuatu yang di benci oleh Daniel sehingga di menatapnya seperti itu." Batin Gisel sambil melirik Daniel.
"Sepertinya tuan muda cemburu melihat gadis itu bersama dengan pria lain. Akhirnya Es Kutub mulai meleleh juga." Batin Garry sambil tersenyum tipis.
Setelah memyelesaikan makan siangnya, Daniel dan sekretaris Garry duluan kembali ke perusahaan karena sebentar lagi mereka akan meeting.
*******
Sepulang kerja seperti biasa Ariel menunggu di halte bus untuk pulang ke rumahnya.
Sebuah sport hitam singgah di hadapannya. Ariel memicingkan matanya. "Kenapa mobil ini singgah di hadapan ku." Fikir Ariel. Begitu Ariel melihat sekretaris Garry keluar dari mobil tsb, dia pun tau siapa pemilik mobil mewah tsb.
"Selamat sore nona. Tuan muda ingin bertemu dengan anda. Silahkan nona naik ke mobil, sekalian nona saya antar pulang." Ucap Garry
"Nggak usah, saya bisa pulang naik bus kok." Tolak Ariel
"Maaf nona, tapi tuan muda tidak suka dengan penolakan , saya harap nona bisa mengerti." Kata Garry dengan penuh penekanan.
"Siapa sih sebenarnya dia. Kenapa dia suka sekali memaksa." Gumam Ariel lalu beranjak menuju ke mobil tersebut.
Sekretaris Garry membukakan pintu buat Ariel dan dia pun masuk dan duduk di dekat yang hanya berjarak beberapa senti dari Daniel.
Daniel menatap tajam ke Ariel.
"Loh, loh.. Kenapa dia melihat ku seperti itu. Apa salahku? Kenapa dia sepertinya marah? Bukankah seharusnya aku yang marah, karena dia pergi tanpa pamit, tapi bodoh amat dah." Batin Ariel sambil menatap Daniel.
"Apa kau mengumpatku?" Tanya Daniel dengan nada kesalnya.
"Lah.. lah.. kok dia tau sih". Batin Ariel
"Ng-Nggak kok. Siapa juga yang mengumpat tuan. Ada apa tuan mencariku?." Tanya Ariel.
"Mau imbalan apa ? Kau sudah menolongku kemarin." Ucap Daniel sambil melipat tangannya di dada.
"Kalau aku bilang mau lamborgini di kasi' nggak tuan ?" Goda Ariel dan berhasil membuat Daniel berdecih.
"Nggak usah tuan, aku nggak mau apa-apa kok, aku ikhlas nolongin tuan." Serius Ariel menghadap ke Daniel.
"Yakin kamu ?"
"Iya." Jawab Ariel singkat.
"Sini ponsel kamu." Perintah Daniel sambil menadahkan tangannya. Ariel mengerhitkan keningnya mendengar apa yang di ucapkan tuan sombong yang ada di sampingnya itu.
"Untuk apa tuan ?" Ariel masih tidak paham kenapa manusia tanpa ekspresi itu meminta ponselnya.
"Udah cepet kasi aja, bawel banget sih.! Ucapkan sambil mengoyang - goyangkan tangannya di depan Ariel.
Dengan terpaksa Ariel mengambil ponselnya di tas lalu memberikan ke Daniel. "Mau Ngapain sih dia."
Daniel mengambil ponsel Ariel dan mengetik nomor ponselnya dan melakukan panggilan. Ponsel Daniel berdering ia tersenyum tipis karena sudah mendapat nomor gadis itu.
"Itu nomorku, kalau aku telepon kau harus jawab kalau aku kirim pesan kau harus balas." Daniel memperlihatkan nomornya di ponsel Ariel yang sudah ia berikan nama dengan Si tampan."
Ariel membulatkan matanya mendengarkan apa yang di ucapkan oleh Daniel. "Cih, pria tampan. Tapi memang sih. kekeh Ariel. Kenapa juga aku harus menurutinya, memangnya dia siapa."
Tapi Ariel tidak menanggapi apa yang di katakan Daniel, menurutnya lebih baik diam, daripada bicara ujung-ujungnya selalu berdebat dan dirinya pasti kalah.
Ciiiiiiiiitttttttt...!!!!
Tiba-tiba sekretaris Garry ngerem mendadak, Ariel hampir mencium jok mobil yang ada di depannya tapi dengan sigap Daniel menangkap tubuhnya dan merangkulnya.
Deg... Deg... Deg...
Jantung keduanya berdegup begitu kencang. Posisi Daniel masih merangkul Ariel. Mata mereka saling terkunci hingga beberapa detik.
"Ya Allah jantungku, ada apa dengan jantungku. Sepertinya aku harus periksa ke dokter, jangan sampai aku punya penyakit jantung!" Batin Ariel tidak sengaja memegang dadanya.
"Cantik sekali. Semoga dia tak menyadari kalau jantungku saat ini sedang berdisco ria berada sedekat ini dengannya." Batin Daniel.
"Maaf.. Maafkan saya tuan muda." Mohon Garry yang berhasil membuat Daniel melepaskan tangannya dari bahu Ariel.
"Ada apa denganmu, kenapa kau tidak bisa hati-hati."
"Maaf tuan, tiba-tiba saja ada kucing yang melintas."
"Isshh,, kau itu."
Ariel menatap Daniel intens.
"Apa yang kau lihat ?" Tanya Daniel dan itu membuat Ariel sadar seketika.
"Aku sedang menatap patung manekin berbicara." Ceplos Ariel. Ia Langsung menutup mulutnya saat ia sadar apa yang di katakannya. Ia merutuki mulutnya yang tidak punya rem itu.
Pletaakkk...!!!!
Daniel menyentil kening Ariel sambil menatapnya tajam.
"Aduuhhh tuan, sakit tau.!" Ariel mengusap - usap keningnya yang terasa sakit dengan bibir yang mengerucut.
"Puuuuuuuuffttthh". Sekretaris Garry menahan tawanya sambil melihat tuannya itu dari spion tengah yang ada didepannya.
"Kau sudah bosan hidup Gar?" Ancam Daniel sambil menatap tajam Garry yang terlihat jelas di spion.
"Maaf tuan." lalu ia menundukkan wajahnya.
Setelah perdebatan singkat mereka tak ada yang bersuara. Hingga mobil sudah sampai di depan rumah Ariel.
"Oh iya tuan, jas anda ketinggalan, tunggu sebentar aku ambilkan dulu." Ucap Ariel lalu bergegas keluar mobil berlari menuju rumahnya.
Begitu Ariel masuk, Daniel menyuruh sekretarisnya itu untuk pergi.
Ariel tergesa-gesa keluar rumahnya sambil membawa jas milik pria yang menamai dirinya Si tampan itu. Tapi begitu ia lihat "Loh.. kok hilang. Tadi kan aku suruh nunggu bentar. Gie mana sih. Udah capek-capek lari juga, eehh dia malah pergi. Bener - bener ngeselin deh itu si patung manekin." Gerutu Ariel sambil berjalan masuk ke rumahnya.