Amri mengubah posisi duduknya menghadap kepada sang istri. Kedua tangannya terulur untuk memegang bahu Aminah.
“Katakan padaku, kalian kenapa?” tanyanya lembut penuh ketegasan. Tatapannya dalam mengisyaratkan sedang tidak ingin dibantah.
“Aku cuma kasih nasihat ke Olivia kalau makan harus menunggu suaminya. Jangan makan duluan sedangkan Vino masih tertidur pulas begitu,” jelas Aminah dengan wajah murung.
Amri mengangguk seraya ber-oh ria. Ia mulai paham dengan masalah yang terjadi.
“Olivia dengarkan bundamu. Kalau suamimu sedang tidur, siapkan makanan untuknya. Bangunkan untuk makan bersama. Jangan ditinggil,” ujar Amri seraya memandang lekat putrinya yang menampilkan wajah cemberut.
“Ayah pasti belain bunda,” sahut Olivia tidak terima.
“Kan, Yah. Dia memang begitu. Dibilangin pasti begitu. Itu jadinya punya suami yang enggak jelas asal-usul keluarganya karena dia selalu membantah ucapan orang tua.” Aminah menjawab ucapan Olivia dengan wajah yang merah padam. Ia geram dengan tingkah polah putri bungsunya itu.
“Pagi-pagi Bunda udah marah-marah. Malu sama tetangga,” tegur Amri.
“Belain terus anakmu itu, Ya. Bunda capek.” Aminah berdiri, mendorong kursi ke belakang lalu beranjak pergi meninggalkan Amri yang melongo melihat responnya dan Olivia yang menunduk dengan rasa bersalah.
“Sudah, bundamu memang begitu. Karakternya, ‘kan, banyak yang nurun ke kamu,” kekeh Amri mencoba mencairkan suasana yang terlanjur menegang.
Bukannya tertawa, Olivia malah menitikkan air mata. Cepat-cepat ia menghapus bulir bening itu dengan punggung tangan agar tidak ketahuan oleh ayahnya.
“Sudah jangan menangis. Kamu sudah menjadi seorang istri, harus bisa lebih kuat, tegar dan tegas. Masalah ke depan akan lebih terjal dan rumit. Apa lagi saat nanti kamu menghadapi keluarga suamimu. Ayah tidak mau siapa pun menyakiti putri Ayah. Kamu tahu itu, ‘kan?” Amri menatap lekat kepada putrinya.
Sejujurnya, Amri juga sedikit tidak rela melepas Olivia kepada Vino. Namun, apa hendak dikata. Mungkin inila…
Cincin Kedua
Bab Enam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 84 Episodes
Comments
Ike Frenhas
semangat bacanya sampai tamat ya, Kak
2023-09-22
0
Lina aja
lanjut n semangat
2023-09-22
0