Jam sudah menunjukkan waktu 18.30 ketika Marcus akhirnya berhasil menemui atasannya. Dengan perlahan, pria dingin itu menyerahkan hasil risalah meeting pada hari itu yang masih berupa coretan-coretan tangan.
"Untuk softcopy-nya akan di email oleh Pak Hendrich secepat mungkin."
Nate menerima dokumen itu dengan wajah yang muram, dan hanya meletakkannya di atas meja tanpa membacanya lebih dulu seperti biasanya.
Marcus sangat gatal ingin bertanya secara frontal, tapi tahu bahwa ia harus berhati-hati agar tidak menyinggung atasannya.
"Tuan. Apakah saya boleh bertanya?"
Pria di depannya menatap Marcus. Ekspresinya tidak terbaca.
"Kamu ingin menanyakan tentang apa, Marc? Tidak biasanya kamu meminta izin dulu."
Marcus menegapkan badannya. "Mengenai kejadian tadi sore, Tuan."
Jantung Nate mulai berdegup cepat. Apakah Marcus tahu?
"Kejadian yang mana Marc?"
Pria itu bertanya pelan. Ia harus tahu dulu apa yang dimaksud oleh asistennya ini.
"Tadi sore, kami semua melihat Anda di dorong oleh seseorang. Seorang wanita. Apakah Anda tidak apa-apa?"
Menundukkan pandangannya, Nate sedikit menghela nafas lega. Asistennya tidak tahu.
"Aku tidak apa-apa, Marc."
Ragu-ragu, Marcus bertanya kembali, "Apakah dia Alina Johan?"
Nate mengerjapkan matanya. Ia teringat dengan jelas kejadian sore tadi.
"Benar."
"Kalau saya boleh tahu, sebenarnya apa yang terjadi?"
Pria di depannya menyenderkan punggungnya ke belakang. Tangan kirinya mulai mengetuk-ketukan jarinya di meja, iramanya cepat dan tidak beraturan.
Marcus yang sudah mengenal atasannya sangat lama, sadar bahwa telah terjadi sesuatu antara atasannya dengan Alina Johan. Dan itu bukanlah sesuatu yang baik.
"Bolehkah kalau aku tidak menjawabnya, Marc?"
Pria dingin itu tertegun. Ini adalah pertama kalinya Nate menolak untuk menjawabnya. Tapi ia menghormati keputusan atasannya. Semua pasti ada alasannya.
"Tentu Tuan. Saya tidak akan memaksa Anda."
Menghentikan kebiasaan lamanya itu, Nate memandang Marcus kembali di matanya.
"Kapan Tuan Felix b…
Madness
Chapter 8
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 86 Episodes
Comments