Dua hari kemudian.
"Apa katamu tadi?" Suara Johan terdengar menggelegar di kamarnya.
"Ayah, tadi Nate-"
"Ayah sedang bertanya pada Nathanael, Lin."
Nada suara ayahnya yang dingin membuat Lin terdiam. Ia menoleh pada pria yang sedang duduk di sampingnya, dan mendapati raut Nate yang ternyata sama dengan ayahnya. Pria itu terlihat dingin dan kaku.
"Jadi, apa maksud-"
"Saya telah menandai Lin. Saya akan menikahinya, meski tanpa restu dari Anda."
Kata-kata Nate yang terdengar tidak sopan membuat Johan geram. Pria tua itu sudah sadar kalau puterinya telah ditandai oleh pria muda ini, tanpa seizinnya. Tubuh Lin terlihat bersinar dengan esensi dari Nate, menandakan kalau wanita itu milik seseorang.
Jawaban Nate membuat Lin bingung. Menandai? Apa maksudnya?
Lin ingin bertanya, tapi melihat kedua pria di depannya yang bersitatap penuh permusuhan, membuatnya menggigit lidahnya. Ia tidak mau membuat keadaan menjadi runyam.
"Itu tidak berarti apapun! Aku akan bisa menghilangkannya dengan mudah! Kau..."
Tangan Nate menarik pinggang Lin, membuat tubuh wanita itu menempel erat padanya.
"Lin telah menjadi milik saya. Seutuhnya."
Perkataan itu membuat Johan melotot. Tarikan nafas pria tua itu terdengar tajam.
"Jangan katakan kalau kau..."
"Tubuh Lin telah menjadi milik saya. Anda mau buktinya?"
Jawaban pongah Nate membuat Lin dan Johan terperangah. Baru kali ini mereka mendengar pria sopan itu berperilaku sangat sombong dan posesif.
Keadaan ini membuat Lin salah tingkah. Ia sangat malu kehidupan pribadinya diketahui oleh ayahnya. Mukanya memerah seperti tomat.
"Ayah, mengenai ini-"
"Apakah itu benar, Lin?" Johan menatap puterinya tajam.
"Ayah..." Lin hanya mampu mencicit. Ia benar-benar malu saat ini.
"Apakah benar kamu sudah menyerahkan dirimu padanya?"
Kepala Lin menunduk. Ia merasa bersalah tidak mampu menjaga dirinya dengan baik. Kedua matanya terasa memanas.
"Benar, ayah. Aku sudah menjadi milik Nate."
Mendengar itu, tangan Johan langsung memencet tombol di kursinya. Tidak la…
Madness
Chapter 49
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 86 Episodes
Comments