'Berikan aku waktu untuk berfikir, Nate. Terus terang, hal ini masih membuatku bingung.'
'Aku berterima kasih kamu mau membantuku mencari ayahku, tapi saat ini, aku juga masih belum tahu bagaimana perasaanku sendiri.'
'Mungkin lebih baik kita tidak bertemu dulu, sampai aku sudah yakin dengan keputusanku.'
Balasan-balasan chat Lin dari malam sebelumnya membuat Nate meletakkan ponselnya ke atas meja dengan lesu. Ia menghela nafas panjang.
Ia tadinya menyangka kalau Lin akan gembira saat mengetahui kemungkinan dirinya tahu mengenai keberadaan ayahnya. Tapi memang, dalamnya hati seorang wanita, siapa juga pria yang bakal tahu?
Sepertinya ia telah salah memainkan kartunya, yang justru membuat Lin malah tidak mau menemuinya dirinya lagi.
Akhirnya Nate mengakui kalau ternyata ia memang cukup bodoh kalau sudah berhubungan dengan wanita. Kemampuan strategi dalam berperangnya sama sekali tidak berguna.
Tenggelam dalam kesedihan dan meratapi kebodohannya, membuat pria itu tidak menyadari kalau ia sedang menjadi objek penelitian dari pria dingin di depannya.
Baru kali ini selama berada di samping atasannya, Marcus melihat raut muka galau pria itu.
Tidak pernah sekali pun dalam hidupnya, Marcus pernah melihat atasannya ragu dalam mengambil suatu keputusan.
Nate adalah pemimpin yang cerdas dan tegas. Seorang pemain catur. Sekali ia mengambil langkah, maka ia akan menyelesaikannya. Apapun resikonya.
Ia juga tidak ragu untuk mengorbankan dirinya sendiri demi membela anak buahnya. Dan itu beberapa kali dilakukannya, bahkan sejak Nate masih belum menjadi seperti sekarang ini.
Ekspresi pria di depannya yang terlihat kusut sekarang, bukanlah cerminan kepribadian yang telah dikenal oleh Marcus selama ini.
Pria dingin itu mengelus-elus dagunya, tidak sadar mengikuti kebiasaan atasannya.
Sepertinya Nona Alina Johan memang telah berhasil memporak-porandakan hati atasannya, yang tadinya mendingin selama ini.
Dalam hati, Marcus tersenyum. Ia meramalkan bahwa akan banyak terjadi drama nanti…
Madness
Chapter 25
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 86 Episodes
Comments