Jalanan macet parah. Ada truk besar mengalami ban kempes hingga menghalangi dua arus jalanan besar. Muatan kayu jadi berserakan akibat kondisi truk yang miring dan sedari awal isi muatannya sudah berlebihan. Apalagi pengemudi motor banyak yang tidak sabaran, membuat kendaraan-kendaraan lain jadi mengular panjang.
Mobil Sandhi menjadi salah satu di antara mobil-mobil pribadi yang terjebak macet. Sudah sekitar tiga puluh menit mobilnya tidak bergerak maju. Padahal hari sudah gelap. Ditambah pula tadi mobil Sandhi sempat harus berputar arah karena pengalihan jalan, membuat Sandhi benar-benar tidak bisa tepat waktu sampai di kotanya.
AC mobil dikecilkan saat Sandhi melihat Fani menggigil kedinginan. Beberapa kali pula Fani mengeluh lapar. Tapi, apalah daya. Karena keadaan macet parah, mereka jadi tidak bisa berbuat apa-apa. Yang bisa dilakukan hanyalah bersabar sembari menunggu arus kendaraan kembali lancar.
“Sandhi,” panggil Fani dengan nada lirih.
“Tidurlah dulu. Nanti aku bangunkan jika sudah sampai.”
“Aku lapar.” Fani memelas.
Sandhi tidak menyahuti. Tadi Fani sempat mengatakan hal yang sama dan Sandhi menyuruhnya untuk bersabar. Kali ini begitu pertanyaan itu diulang, Sandhi enggan mengulang jawaban. Sebenarnya itulah yang saat ini juga Sandhi rasakan. Rasa lapar dan lelah, apalagi hari ini Sandhi harus merelakan Intan untuk seorang lelaki yang memang pantas menjadi yang terpilih. Bertambah sudah beban di hati Sandhi.
“Oh Sandhi, aku lapar sekali.”
Fani kembali merengek, tapi lagi-lagi Sandhi memilih tidak menyahuti. Dalam pikiran Sandhi, dia justru teringat momen saat Devano dengan gagah berani mengambil kesempatan untuk menyelamatkan Intan. Benar-benar nekat, tapi memang itulah yang seharusnya dilakukan untuk ukuran seseorang yang menyimpan perasaan dan tidak ingin kehilangan.
“Sandhi,” panggil Fani lagi.
Sandhi, dia tetap tidak menanggapi. Pandangannya fokus ke depan, menatap mobil-mobil yang juga terjebak kemacetan. Akan tetapi, hati dan pikiran Sandhi terus…
PANTAS
Bab 34 : Suasana Hati Sandhi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 78 Episodes
Comments
Arthi Yuniar
Syukurlah jika bukan Devanno yang di pindahkan ke luar kota
2022-01-30
0
Nuri Wahida Indah
lanjut Kak😍
2022-01-29
0