Istirahat beberapa menit cukup memulihkan tenaga dan membuat mental tenang. Intan terjaga usai beberapa menit terlelap di sofa ruang tunggu UKS sekolah. Lebih dulu Intan mengecek ponsel milik Helen, membalas beberapa pesan dari Devano, kemudian mengayunkan langkah mendekati Gion yang masih saja terlelap dengan nyenyak. Benar-benar pulas sampai Intan bisa mendengar dengkuran halus darinya.
Tangan kanan Intan maju perlahan. Diusapnya puncak kepala Gion dengan lembut, seraya menyalurkan rasa peduli sekaligus kasihan. Ya, Intan prihatin dengan kondisi mental Gion. Bahkan, Intan masih teringat jelas mimik wajah Gion yang saat itu begitu pasrah, sampai beranggapan bahwa menghilang adalah jalan terbaik untuknya.
"Kamu berhak bahagia seperti anak-anak lainnya," ucap Intan dengan lirih.
Ada yang menyentuh pundak Intan. Dia menoleh dan mendapati Helen di sana.
"Kamu sudah selesai mengajar?" tanya Intan.
"Tinggal satu kali tatap muka untuk hari ini. Anak-anak masih istirahat. Tuh!" Helen membuka tirai UKS demi menunjukkan aktivitas anak-anak di jam istirahat.
Senyum Intan mengembang. Dia teringat anak-anak di kelasnya. Kejadian yang menimpa dirinya pastilah membuat panik beberapa pihak, tapi Intan berharap agar kepanikan itu tidak sampai di telinga murid-muridnya.
"Kamu suka anak kecil ya?" Helen membuka topik.
Intan mengangguk. "Mereka adalah generasi kebanggaan. Tiap-tiap dari mereka memiliki mimpi besar. Dan, akan jadi satu kebahagiaan tersendiri jika melihat mereka sukses di masa depan."
Saat mengatakan itu, Intan membayangkan murid-murid di kelasnya. Apa yang Intan katakan barusan sekaligus menjadi harapan dan doa untuk murid-murid yang dia ajar.
"Aku lihat kamu sangat peduli pada anak-anak, khususnya pada Gion. Apa di sekitar lingkunganmu banyak anak kecil?"
"Banyak sekali. Hampir setiap hari aku bermain dan belajar bersama mereka di kelas," ungkap Intan.
"Kamu seorang guru juga?" Bola mata Helen melebar, sementara senyumnya mengembang. Helen langsung menyambut hangat sa…
PANTAS
Bab 47 - Pilihan Sulit
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 78 Episodes
Comments
Arthi Yuniar
Farel ngajak ribut nih 😐😐
2022-02-15
0
BooCiL
pasti fani yang kirim pesan tuh
2022-02-13
0