"Lapar? Abang kira kamu tidak butuh makan," tukas Satya sembari berjalan mendekati Zena.
"Ya Allah kenapa dia harus turun sih!" batin Zena.
"Iya Bang, tadi Zen ketiduran." Melanjutkan mengambil lauk, sedapat mungkin ia menghindari agar Satya tak melihat wajahnya yang sembab.
Dengan menunduk Zena memutar badan ke arah kiri karena Satya berdiri di sisi kanan, Zena mempercepat langkahnya membuat Satya curiga karena sikap gadis itu berbeda.
"Kamu kenapa Zen?" Mengikuti langkah Zena.
"Tidak apa apa." Semakin mempercepat langkahnya.
Merasa dihindari oleh Zena, Satya berlari kecil mendahului gadis itu dan menghadang langkahnya.
"Minggir Bang!" Masih menunduk.
"Katakan dulu kau kenapa? tidak seperti biasanya."
"Aku hanya lelah,"
"Kau bohong, sepertinya kau habis menangis." Melihat penampilan Zena yang kacau lalu meraih wajah gadis itu agar mendongak.
Dengan gerakan cepat Zena menepis tangan Satya yang menempel pada dagunya namun sayang pria itu sudah melihat mata bengkaknya.
"Kau menangis?"
"Kenapa?"
"Apa ada yang menyakitimu?"
"Katakan siapa?"
Ujar Satya bertubi tubi dengan penuh ke khawatiran.
"Tidak ada!" Mencari celah agar bisa lolos dari hadangan Satya.
"Kalau tidak ada kenapa kau menangis! Sampai matamu bengkak. katakan, Abang khawatir sama kamu Zen," ucapnya pelan seraya memegang kedua pundak Zena.
Zena memasang senyum terpaksa lalu berkata, "Aku tadi menonton drama korea,"
"Tadi kau bilang kau tidur lalu sekarang kau bilang kau habis nonton drama korea."
"I.. Itu maksudnya .... "
"Sudahlah Abang tahu kau berbohong, lagi pula sejak kapan kau suka menonton drama korea."
"Terserah apa kata Abang!" Menggeser tubuh Satya lalu menaiki anak tangga, dirinya merasa terpojok maka dari itu memilih pergi.
"Tahukah kamu bang Sat, kamulah orang yang sudah menyakitiku itu," batin Zena sambil membuka pintu kamar.
Semetara Satya masih mematung di tempatnya dengan tanda tanya besar di kepala.
Seminggu berlalu...
Zena pergi ke kampus diantar oleh Satya, tentu saja kampus yang berbeda…
Mendadak Nikah
Bertemu kembali
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 124 Episodes
Comments
Rosy
Andreas juga ada ...
2022-04-14
0
Rosy
ternyata 2 sahabat Zena dari kampung..
2022-04-14
1
Perempuan Terindah
gak enak banget pasti rasanya... dapet perhatian dari perasaan yang berbeda... sabar ya Zena
2022-04-09
3