Setelah mengantar kekasihnya pulang, Satya mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi kembali ke rumah, darahnya mendidih mengingat apa yang sudah Zena lakukan pada kekasihnya tercinta.
"Keterlaluan!" Memukul setir.
Sesampainya di rumah, dengan langkah lebar Satya bergegas menuju kamar Zena lalu menggedor gedor pintu kamar tersebut dengan keras, semetara gadis di dalamnya tak peduli dengan gedoran dan teriakan Satya yang terdengar emosi.
Ia melirik ke arah kunci cadangan yang terletak di atas nakas sambil tersenyum miring.
Ia sudah memprediksi jika ini akan terjadi, maka dari itu tadi sebelum ia masuk ke kamarnya gadis itu menyelinap terlebih dahulu ke kamar Satya guna mencari kunci cadangan kamarnya.
Sementara itu Satya terus menggedor gedor sambil berteriak memanggil nama Zena, semakin menambah kekesalannya karena kunci cadangan kamar istrinya hilang.
"Zen, keluar!"
"Aku mau bicara padamu!" ucapnya emosi, tidak lagi menyebut dirinya Abang pada Zena.
"Kau sungguh keterlaluan!"
"Zen, keluar!"
"Kita perlu bicara!"
"Aku tidak akan memaafkanmu!"
Zena hanya memejamkan mata mendengar teriakan Satya sambil meresapi apa yang di rasakan hatinya. Menikmati ribuan jarum yang menghujani jantungnya.
"Aku tidak menyangka kau sejahat itu ZENA!"
"Kelakuanmu sungguh tidak bisa di toleransi!"
"Hei keluar! apa kau tuli?"
Sebuah bulir bening mengalir dari sudut mata, jatuh membasahi bantal yang berada di bawah kepalanya.
"Argh!" Satya menyugar rambutnya kasar, otak pria itu panas. Lalu dia itu masuk ke dalam kamarnya dan membanting daun pintu dengan keras.
*****
Satya menunggu Zena di meja makan, namun gadis itu tak kunjung turun. Ia masih kesal pada Zena, amarahnya terhadap gadis itu belum terlampiaskan.
"Ck! lama sekali?" Satya berdecak kesal.
"Bi... Bibi..."
Bi Maya dan bi Nia segera menghampiri majikannya. "Ya Tuan, ada yang bisa dibantu?"
"Tolong panggilkan istri saya." Titahnya.
"Maaf Tuan, tapi Nyonya sudah pergi sejak pagi tadi," jawab bi Nia tertunduk.
"Pergi?" Menge…
Mendadak Nikah
Menghindar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 124 Episodes
Comments
Perempuan Terindah
Mereka adalah aku🤭🤭🤭
2022-04-20
1
Tri
ayo Zena ikut nge kost juga...tinggalin c bang sat nya
2022-04-20
1
Reni Marlina
bisa nggak ya up nya double
2022-04-20
1