Zena mendongak menatap sang suami seolah mengatakan apa syaratnya.
"Ya Allah, gini amat punya istri masih ABG. Dikit-dikit minta cerai," batin Satya sembari berpikir.
Mata itu terus menatapnya, mencecar agar Satya mengatakan syarat yang harus ia lakukan.
"Kalau memang kamu mau pisah sama Abang, baiklah. Sepertinya pernikahan kita memang tidak bisa di pertahankan lagi. Kamu tidak usah pergi dari rumah ini, biar Abang saja yang pergi. Rumah ini Abang berikan untuk kamu. asal kamu tahu rumah ini sudah atas nama kamu."
"Tidak perlu Bang, aku .... "
"Pikiran anak kita. Aku tidak mau anakku luntang-lantung di jalanan atau hidup di kontrakan sementara ayahnya serba berkecukupan. Abang bukan Ayah yang zalim, bukankah Abang wajib menafkahi anak itu?"
Zena mengangguk. "Baiklah, aku akan tetap tinggal di rumah ini demi anakku. Lalu apa syaratnya?"
Satya menghela napas kasar, mengusir sesak di dada.
"Izinkan Abang menjaga kamu dan anak kita sampai lahir ke dunia. Selama sembilan bulan ini biarkan Abang tetap berada di sisi kamu, Abang ingin merasakan bagaimana moment-moment seperti suami di luar sana. Menemani dan merawat istrinya semasa hamil dan ngidam."
"Sembilan bulan itu terlalu lama Bang. Kau masih mau menyiksa perasaanku? aku lelah Bang, aku lelah! aku tidak sanggup lagi!"
"Cuma sembilan bulan Zen, tidak lama. Anggap saja ini permintaan terakhirku sebelum kita benar-benar berpisah. Kalau kamu tidak mau, kita tidak akan pernah bercerai." tegas Satya.
Zena menyeka air matanya, menarik napas dalam dalam lalu menghembuskannya.
"Baiklah." Zena setuju dengan syarat yang di berikan oleh Satya.
Satya mengambil alih koper dari tangan sang istri lalu meletakkan baju-baju Zena ke dalam lemari. Zena mematung, hatinya pedih dengan keputusan yang di buatnya sendiri.
"Tidak boleh, aku tidak boleh seperti ini. Perpisahan itu memang sakit, tapi sakitnya sebentar saja dari pada terus bertahan dan dan tenggelam dalam luka. Ya sakit pasti akan cepat sembuh." Zena menyakinkan hatinya.
"Ayo k…
Mendadak Nikah
Chapter 115
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 124 Episodes
Comments
Ana Ana
zenanya memang masih kekanak2an,bener kata mamanya satria berapa kalipun kt akan menikah kalau sedikit aja ada masalah minta cerai,lagian yg di bahas org yg dah meninggal trus gimana satrianya g salah ngomong
2022-08-22
1
Anonim
lanjut author mankin seruh cerita nya 😊👍👍
2022-08-22
1
Rosy
jangan mudah mengatakan kata cerai sat..karena kamu seorang suami..satu kata cerai meskipun tidak disengaja tapi itu sah di mata agama ..jadi dg tidak sengaja Satya sudah menjatuhkan talak satu untuk Zena dalam waktu setelah Zena melahirkan...😔😔
2022-08-21
1