Chapter 37: Kita teman, apa kita boleh berbohong?
"Kamu pasti lagi dirumah?" tanya salah satu teman Red.
"Mau ngapain lagi" kata Red.
"Aku juga lagi dirumah" kata Ran.
"Kamu pasti habis lembur kerja tadi malam?" tanya Ran.
"Tidak juga. Tadi malam kita libur, kamu nggak ikut soalnya" kata Ran.
"Kenapa kedengarannya nggak semangat banget?" tanya Red.
"Jelas banget yah?" tanya Ran.
"Ya kamu rasanya gimana?" tanya Red.
"Ya udah. Aku mau tidur lagi" kata Ran.
Ran lagi di sofa rumahnya tidur ditemani lima kucing peliharaan yang berwarna orange.
Ran menelpon Red lagi.
"Ya. Ran" kata Red.
"Tidak jadi" kata Ran obrolan tidak berlanjut.
Tahun awal awal menjadi murid baru sekolah menengah atas.
Ran masih sebagai karyawan baru untuk pengusiran hantu.
"Kau benar tidak mau bekerja dengan ku?" tanya Ran pada Red.
"Aku belum cukup berani" kata Red.
Ran pergi menjalankan misi ditemani temannya yang lain yang lebih senior darinya empat tahun. Dia seorang hantu. Hera.
Di sebuah tebing dekat laut Jun bersama Neo sedang menikmati pemandangan laut di sore hari. Hanya mereka berdua disaat angin terasa begitu kencang.
Ran bersama dengan Hera sedang mengawasi Neo dari kejauhan.
Neo berdiri diatas tebing sedikit agak paling ujung. Memang membahayakan.
Sepatu tali putih di sepatu berwarna navy datang mendekat dengan langkah tenang kepada Neo.
Jeans biru gelap pemilik sepatu itu makin mendekat dan Neo tak tahu arah maksud ia mendekat dan ia bahkan tak menyadari niat hatinya untuk bisa melakukan ini.
Dari arah belakang pemilik sepatu bertali putih itu tak menyadari juga kehadiran dari langkah kaki pemilik sepatu sport merah muda dibelakangnya yang berjalan lebih cepat.
Dari arah jauh Ran akan mengarahkan anak panah putih tak memiliki bayangan miliknya kepada hantu yang masuk kedalam tubuh Jun agar bisa keluar dari tubuhnya.
Red merangkul pundak Jun dengan cepat agar hantu yang ada didalam tubuh Jun tidak berhasil mendorong Neo kebawah tebing.
"Aku datang!" kata Red.
Neo juga ditarik tangannya…
Ghost Partner
Chapter 37: Kita Teman, Apa Kita boleh Marah?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 150 Episodes
Comments