Chapter 100: Kenapa aku tak bisa sedih?.
Darah segar terus mengalir jatuh ke lantai membasahi lantai. Gaun yang dipakai berubah warna menjadi merah mawar.
Luka ditangan milik hantu yang Red sandera tidak kunjung sembuh.
Suara darah yang jatuh ke lantai masih terdengar.
Red membuka mata setelah ia selesai bermeditasi didalam kamar asrama sekolahnya sendiri.
"Kau tidak melawan ku padahal kau mampu?" tanya Red.
"Pertanyaan mu sama dengan hantu yang masuk kedalam raga mu itu" kata Si Hantu.
"Apa kau benar benar hantu lihat luka mu ini?" tanya Red.
Red sedang mengikat perban ditangan Si Hantu akibat dari negosiasi yang dilakukan oleh Bling dengan hantu tersebut tadi pagi.
"Kau juga bisa melenyapkan hantu seperti ku dengan mudah. Kenapa tidak secepatnya?" tanya Si Hantu.
"Aku punya alasan yang tidak perlu kamu tahu" kata Red.
Red selesai membalut luka hantu tersebut. Dia kembali melakukan meditasi didalam kamar asrama sendiri.
Red menutup mata.
Dia terbayang sesuatu dan itu seperti bayangan seorang hantu dengan luka ditangan kanan dengan perban putih yang sudah terikat dan terdapat darah yang menembus keluar dari atas tangan.
Hantu itu menunduk dengan rambut hitam lurus panjang menutupi wajah menahan rasa sakit di telapak tangannya yang di perban dan juga berdarah.
Red membuka mata lagi.
"Ada apa dengan ku. Kenapa aku melihat seseorang mirip dengan hantu didepan ku?" tanya Red.
Dia melihat hantu yang masih ia sandera di dinding kamar asrama.
Dalam waktu lima belas detik berlalu dia melanjutkan meditasi. Menutup mata dan menenangkan hati dan pikiran.
Pulang sekolah.
Jimmy sudah didepan sekolah menunggu bodyguard nya untuk menjemputnya.
"Dia datang terlambat" kata Jimmy.
Radan tiba dengan mobil miliknya sendiri.
Membuka kaca jendela mobil.
Jimmy akan membuka pintu mobil sendiri.
Tidak bisa dibuka.
"Kau masih menguncinya?" tanya Jimmy.
"Untuk apa aku membukanya!" kata Radan.
Dia terlihat sedang tidak baik perasaannya kali ini.
"Kau marah padaku?" tanya Ji…
Ghost Partner
Chapter 100: Kenapa aku tak bisa sedih?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 150 Episodes
Comments