Chapter 128: Tidak mempermainkanmu.
Wajah itu sedang sekarat.
Dia meraih tangan temannya dengan gemetar keringat dingin.
Sulit bernafas juga menahan rasa sakit tanpa tangis.
"Kenapa sangat dingin?" kata Jun.
"Bertahanlah" kata Jamie.
"Aku mohon ini hanya sebentar bertahanlah" kata Jamie.
Jun sudah terlihat sulit untuk bernafas.
Dia memeriksa luka yang ada di dadanya.
Jamie menggenggam kedua tangan Jun yang penuh darah. Kemudian, roh roh yang tersimpan di bagian gelang tangan ia keluarkan.
Lima hantu langsung menghadap kepada Jamie dengan dua berjubah putih dan tiga berjubah hitam.
"Kalian cari tahu siapa yang menyerangnya" kata Jamie.
Kelima hantu itu mengangguk lalu segera pergi membagi tempat mencari ke semua arah.
Kristal kristal putih sedang Jun usahakan keluar dari kelima luka dari raganya.
Mengalir dengan sangat cepat.
Kristal kristal itu tiba tiba saja berhenti di tempat tidak mau menjalankan tugas untuk menyembuhkan luka yang terus mengeluarkan darah yang diderita oleh Jun.
Jamie mengambil obat yang biasa digunakan untuk penyembuhan tubuhnya jika terluka.
"Buka mulutmu!" kata Jamie.
Jun menolak bantuan dari Jamie tapi ini adalah obat satu satunya yang bisa dikonsumsi dalam keadaan urgent dan tetap saja Jun tidak mau.
Jamie melepas tangannya dari Jun.
Jun masih dengan rasa sakit luar biasa berusaha bangun dan bersandar di tembok pembatas sungai sendirian disana.
Jamie menghubungi rumah sakit.
"Hentikan!" kata Jun.
Jamie tidak jadi menelepon ambulans.
Jun memanggil ambulans sendiri dengan ponselnya.
Jamie sudah tidak bisa berkata kata lagi dengan teman satu kelasnya ini.
Jun sedang menelepon ambulans dari rumah sakit terdekat.
Jamie memperhatikan Jun.
"Apa yang sudah kamu alami selama ini?" tanya Jamie.
Jun tersenyum kepada gadis ini.
"Aku tidak percaya tuan putri sepertimu bisa bertanya seperti itu" kata Jun.
"Terserah kau saja" kata Jamie.
"Kau sudah mulai mengagumi ku pasti" kata Jun.
Jamie menahan tertawa jahat untuk Jun.
"…
Ghost Partner
Chapter 128: Tidak mempermainkanmu.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 150 Episodes
Comments