Chapter 77: Aku Tidak Lupa Waktu Kita.
"Akhir pekan kita pergi Diving?" tanya Jax.
Flow belum memberi jawaban.
"Atau parasailing?" tanya Jax lagi.
"Semuanya tentang air" kata Flow.
"Mau tidak?" tanya Jax.
"Aku lupa. Kamu takut laut dan sekitarnya" kata Jax.
"Sorry" kata Jax.
Flow memberikan buah jeruk yang sudah ia kupas kulitnya untuk Jax.
"Kau juga harus makan ini. Kenapa hanya aku yang makan?" tanya Flow.
Jax menerima buah jeruk dari gadis di sebelah kanannya.
Mereka duduk disana di bangku panjang yang tersedia bagi orang orang yang datang melihat matahari terbenam di sore hari.
"Ini teh jahe mu" kata Flow.
Ia menerima dua gelas teh jahe dari salah satu penjual minuman herbal yang berjualan disekitar mereka yang Flow beli tadi.
"Makasih" kata Jax.
Mobil pick up putih yang berisi beberapa tong ikan dengan ikan ikan segar air tawar di dalamnya.
"Ini benar kan alamatnya?" tanya Ben.
Ben sore ini sendirian mengendarai mobil untuk mengantar pesanan ikan ikan untuk para pelanggan di peternakan ikan milik Ayahnya Ben.
Ben melihat bangunan terbengkalai yang terlihat tidak berpenghuni.
Suram dengan hawa menakutkan ada disetiap mata melihat.
"Ini bukan bukan apa apa" kata Ben.
"Lebih seraman Ayahku kalau sedang marah" kata Ben.
Ben menghubungi nomor ponsel yang tertera di alamat pengiriman rumah di depan Ben.
Mereka tidak mengangkat panggilan dari Ben.
"Nomornya masih aktif" kata Ben.
Setelah Ben menelepon nomor ponsel yang tertera di alamat rumah segera beberapa detik kemudian pintu depan rumah itu terbuka.
Seseorang ada disana keluar dari rumah itu dengan berpakaian serba hitam dan menutup wajahnya menggunakan masker.
"Ini uangnya" kata Orang itu.
Ben memberikan pesanan ikan pemilik alamat rumah ini dan langsung menerima pembayaran di tempat.
Orang itu seakan menghindar dari terjadinya obrolan dengan Ben.
"Apa aku sejelek itu. Padahal aku seperti Pamannya Jun" kata Ben.
Ben pergi dari rumah itu setelah mengantar pesanan mereka.
Mobil nya dibawa cepat…
Ghost Partner
Chapter 77: Aku Tidak Lupa Waktu Kita
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 150 Episodes
Comments