Dipangkuan Fhadlan benar benar Timah merasa nyaman, terasa kasih sayang Fhadlan yang sangat mendalam dalam sentuhan tangannya yang hangat dan lembut, ibarat sosok malaikat tanpa sayap yang bersedia memberikan seluruh kasihnya untuk Timah.
"Jangan terlalu cepat Lan" ucap Timah ingin lebih lama di pangkuan Fhadlan. Timah merasa tidak ada beludru yang selembut pangkuan Fhadlan, tidak ada mawar yang secantik senyumnya, tidak ada jalan setapak yang berbunga-bunga seperti yang tercetak di langkah kakinya.
"Maaf Bunda Ratu, jika tindakan Fhadlan terlalu menyakitkan" Fhadlan mengendorkan pangkuannya.
"Bukan itu masalahnya Lan, tapi tubuh ini yang sedang kesakitan" kilah Timah.
Memang tidak selayaknya Timah menyalahkan pangkuan Fhadlan, wanita manapun yang mengalami keadaan seperti Timah pasti akan setuju klo di pangkuan Fhadlan itu adalah tempat terindah yg paling nyaman?..
"Kamu sudah beristri Lan?" tanya Timah saat Fhadlan memperlambat jalannya.
"Belum Bun, Zaman sekarang untuk meminang wanita, tidak lagi cukup dengan mengandalkan lagu ya Asmara, tapi juga harus bisa melantunkan lagu ya Dana" jawab Fhadlan.
"Maksud kamu bagaimana Lan?" tanya Timah tak mengerti.
"Artinya untuk bisa berkeluarga Pria harus punya 6 digit angka nol di belakang koma, dalam bentuk dolar USA tersimpan di rekeningnya" jelas Fhadlan.
Memang tak bisa di pungkiri itu penomena yang terjadi saat ini, Timah mengerti itu, di Eropah gejala ini juga yang memicu pasangan muda untuk hidup bersama tanpa nikah.
"Kamu cari orang rusia aja Lan, di Rusia pernikahan tidak butuh biaya mahal, sekarang pemerintah punya kebijakan membantu biaya pernikahan, khusus nya pernikahan pria yang mau berpoligami" saran Timah.
"Fhadlan orang kampung di pedalaman Sumatra, kami punya pepatah, setinggi tingginya bagau terbang akan kembali ke kubangan"
"Artinya sejauh jauhnya pria kampung merantau akan menikah dengan gadis kampung juga" ucap Fhadlan.
"Itu bukan aturan kan Lan?" tanya Timah seakan tidak setuju dengan pepatah yang Fh…
IDAMAN HATI
Khayalan Timah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 84 Episodes
Comments