"Saya belum percaya itu, bukankah komandan ini yang bernama Chafik" tanya Buas.
"Benar saya" jawab Chafik.
"Jangan membual di depan kami Komandan, kami minta tanggung jawab kalian, dalam adat kami nyawa harus di bayar nyawa" ucap buas.
"Saya tau itu pak Buas, tapi kalian juga tidak bisa mengadili kami tanpa bukti"
"Komandan .."
"kami pantang menuduh tanpa alasan, karena kami punya saksi kalau pelaku pembunuhan dan penculikan adalah anggota tim keamanan teratai utara, di bawah komando divisi penyelamatan orang, Komandannya bernama Chafik"
"Baik coba bawa bukti yang kalian maksud" tantang komandan Chafik.
"Teman teman bawa saksi ke sini"
Empat orang datang membawa dua orang dengan seragam yang sama dengan, seragam tim Divisi penyelamat orang dengan tangan terbelenggu.
"Buka penutup kepalanya" perintah Chafik.
"Sreet.. sreet" karung penutup kepala tawanan suku rimba di buka.
"Kalian... " teriak, Komandan Chafik dan Bastian bersamaan.
"Bukankah kalian adalah pembantu dan pengawal ki Jaka Baya?" tanya Chafik.
"Be be benar" komandan ucap mereka.
"Prak.. prak.." dua tamparan keras mendarat di pipi kedua tawanan.
"Siapa yang memerintah kalian?" tanya Komandan Chafik.
Kedua tawanan saling pandang lalu menggeleng.
"Kalian dengar tidak, atau peluru akan memecahkan kepala kalian" komandan Chafik makin jengkel lalu melakukan tembakan keatas.
"Pang pang pangeran.." kedua tawanan tak bisa menyelesaikan jawaban saat dua tembakan terdengar dari jarak 200 san meter.
"tar .. tar .. "
"Bruk... Brukk " di dusul jatuhnya kedua tawanan jatuh tersungkur di depan Komandan Chafik dengan isi otak berhamburan.
"Tar tar tar..." tembakan balasan dari tim penyelamat di arahkan ke perbukitan di depan mereka di mana asal tembakan.
"Hmmm kalian lihat, mereka tidak mengakui sebagai bagian dari kami, apa tidak sebaiknya biarkan kami mengejar mereka atau kita bekerja sama mencari mereka hingga jelas siapa penculik putri kepala suku kalian"
"Baik dengan syarat kalian harus di bawah pengamatan kami, empa…
IDAMAN HATI
Penghianat
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 84 Episodes
Comments