Bara dan Zena segera menghabiskan makanannya. Setelah selesai, Bara mengajak Zena ke ruang tengah.
"Kenapa saya di bawa ke sini Mas? Saya mau pulang, suami saya pasti mencari," ujar Zena. Ia mulai gelisah karena sudah terasa begitu lama di rumah Bara.
"Sebentar, saya ada meeting di ruang kerja. Paling lama setengah jam, nanti kalau sudah selesai, saya akan kembali ke sini dan mengantarkan kamu pulang," jawab Bara. Ia sudah terlihat terburu-buru.
"Tapi Mas, setengah jam itu lama," protes Zena.
"Saya usahakan secepatnya selesai, oke? Kamu bisa lihat sekeliling rumah saya, atau mau ikut meeting?" tanya Bara.
"Hah?! Apa boleh? Memangnya meeting tentang apa Mas?" Zena tanya balik.
"Tentang dekorasi apartement. Ayo Zena, kamu ikut saja, saya tidak bisa berlama-lama di sini," ajak Bara mulai beranjak menuju pintu.
Tanpa menjawab, Zena mengikuti Bara ke ruang kerjanya yang berukuran cukup luas.
Di ruang tersebut terdapat meja besar yang di lengkapi delapan kursi, memang terlihat di desain untuk tempat meeting.
Didalam, sudah ada enam orang sedang menunggu kedatangan Bara. Saat melihat Bara datang, mereka serentak berdiri.
"Selamat pagi Bos," ucap salah satu dari mereka.
"Selamat pagi semuanya," jawan Bara. Terlihat beberapa dari mereka heran dengan kehadiran Zena.
"Kamu duduk di dekat saya," Bara berbisik ke Zena.
Zena mengangguk, ia merasa agak canggung dengan keadaan disekitarnya dan grogi saat karyawan Bara memperhatikannya.
"Baik, sebelum kita mulai, saya perkenalkan ini Zena, ia teman saya yang ikut meeting kita hari ini," Bara memperkenalkannya, dan semakin membuatnya menjadi grogi.
Aduh, kenapa aku malah ikut? Nanti mereka mau bahas apa, aku tidak mengerti.
"Salam kenal semuanya," Zena menyapa mereka.
"Salam kenal juga Zena," jawab mereka hampir serempak.
"Oke, kita langsung to the point, karena saya sedang terburu-buru. Nanti siang meetingnya kita lanjutkan di kantor. Pak Bambang, silahkan tunjukkan hasil risetnya," perintah Bara.
"Baik Pak, kita bisa langsung lihat…
Selingkuh Hati Menjadi Benci
BAB 18 : Pendapat Zena
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 35 Episodes
Comments