Sesampainya di lantai tiga, Zena hendak masuk ke ruangan Bara, tapi ia dicegah sekretaris.
"Maaf Mbak, di dalam sedang ada tamu. Tunggu saja Mbak sampai Pak Bara selesai," ujar sekretaris sambil melihat penampilan Zena yang sama seperti kemaren.
Apa bagusnya perempuan ini dimata Bos? Norak dan tidak ada yang menarik menurutku. Sudah menikah pula. Apa dia ini sudah main pelet? Sampai Bos tidak bisa berpaling dari ini perempuan.
"Maaf Mbak, saya harus masuk ke dalam, karena sudah ada janji sama Pak Bara. Tamunya yang sekarang adalah suami saya, jadi tidak masalah jika saya berada di dalam," Zena ngotot ingin masuk, ia berpikir jika Bara sedang menunggunya. Karena pagi ini ada tugas bersama Mbak Ica, pergi melihat dekor di dalam apartement.
"Maaf Mbak, tidak bisa," sekretaris tetap ngotot melarang.
Zena tidak hilang akal, ia menerobos masuk. Sekretaris kaget, ia sontak mengejar Zena ke dalam.
"Maaf Pak, Mbak ini ngotot pengen masuk. Saya sudah melarangnya," ujar sekretaris dengan perasaan was-was. Sebelum Bara menanyakannya, ia langsung berinsiatif memberitaukan terlebih dahulu.
Bara dan Rey melihat Zena yang melesat masuk. Seketika semua yang berada di dalam ruangan terdiam. Saat semuanya tersadar, Rey memperhatikan Zena dengan perasaan malu dan marah. Ia berusaha menahan diri untuk tidak meluapkan emosinya di depan orang, apalagi di depan Bara.
Huh! Ngapain sih dia main nyelonong saja, pakai lari-lari segala! Rambut awut-awutan, bajunya norak pula! Pulang nanti awas kamu ya perempuan kampung! Menyesal aku dinikahkan sama perempuan ini, aku harus protes ke Papa segera!
Bara hanya tersenyum melihat tingkah Zena, ditambah lagi kondisinya yang awut-awutan karena lari menghindar dari sekretaris.
Dia terlihat manis dan lucu. Kenapa Rey menyia-nyiakan perempuan ini? Apakah mereka menikah karena terpaksa? Andai saja dia menjadi milikku, pasti aku akan jadikan ratu.
"Sudah, tidak apa-apa. Saya yang menyuruh Ibu Zena ke sini karena ada tugas bersama Mbak Ica. Kamu silahkan kel…
Selingkuh Hati Menjadi Benci
BAB 28 : Dua Pengawas Perusahaan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 35 Episodes
Comments