"Mas, saya pikirkan dulu," jawab Zena.
"Kesempatan tidak datang ke dua kali Zena. Kamu ambil saja tawaranku, apalagi yang kamu pikirkan?" tanya Bara.
Zena diam kembali, ia tidak bisa menjelaskannya.
"Saya menunggu jawabanmu besok. Sekarang saya antar pulang. Ayo," Bara mengajak Zena keluar dari rumah. Di halaman rumah sudah ada mobil yang menunggu. Driver membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Zena masuk lebih dulu, kemudian disusul Bara.
Mesin dihidupkan, kemudian mobil melaju ke arah rumah Zena.
Zena merasa canggung duduk berdampingan dengan Bara saat berada di dalam mobil. Ia berusaha menjaga jarak dan sekali-kali melihat ke arah luar melalui jendela.
"Rumahmu arah mana?" tanya Bara.
"Jalan Kenanga no.56 Mas,"
"Oh, itu termasuk perumahan elite ya. Tidak jauh dari rumah saya,"
Zena cukup kaget mendengar ucapan Bara, ternyata rumah Rey termasuk perumahan elite. Dimana ia tidak tau selama ini berada dilingkungan seperti apa.
"Oiya, ini kartu nama saya. Kamu hubungi besok untuk memastikan pekerjaan yang saya tawarkan," Bram mengambil kotak berisi kartu nama dari dalam tas yang sudah ada di dalam mobil.
Zena mengambilnya dan memperhatikan kartu tersebut. Tertulis nama Bara Abima Yustisio, nomor telepon kantor, ponsel dan alamat email. Hanya itu, tidak ada embel-embel jabatan atau posisinya. Zena semakin penasaran dengan siapa dia bertemu saat ini.
"Terima kasih Mas," jawab Zena.
Bara hanya mengangguk.
"Zena, saya tau, sebenarnya suamimu itu tidak akan mengizinkanmu untuk mengambil job yang saya berikan, betul bukan?" tanya Bara, terlihat sorot matanya yang ingin sekali mendapatkan jawaban dari Zena.
"Tidak Mas, bukan itu. Hanya saja saya belum pernah membuat hiasan dinding tersebut, saya takut gagal," Zena berusaha menutupi.
"Sudahlah, kamu tidak bisa menutupinya. Baiklah, nanti saya akan menemui suamimu dan saya akan memberikan dia proyek dengan satu syarat, mengizinkan kamu untuk menerima tawaran saya dan ikut andil dalam urusan dekor apartement,"…
Selingkuh Hati Menjadi Benci
BAB 19 : Tega
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 35 Episodes
Comments