Solusi yang terbaik supaya Oxanna dapat memantau keadaan yang kian memburuk adalah dengan menyetujui keinginan Aarav untuk memanggil Juan agar datang ke kamarnya padahal pria itu baru saja keluar dari sana beberapa waktu lalu.
Dia berusaha keras untuk menyembunyikan ekspresi khawatir dan berharap jika Juan tidak pernah datang. Mulanya, memang Oxanna ingin menyingkirkan pria yang mengetahui masa lalunya itu tapi dia sedikit tidak tega, mungkin? Walaupun hatinya diliputi oleh dendam, Oxanna masih tahu bagaimana caranya membalas budi pada orang yang pernah menolongnya dulu.
Entah Aarav benar-benar akan menyingkirkan Juan atau tidak karena perkataannya. Yang pasti, Oxanna sedikit ingin mempertahankan pria itu supaya tetap hidup. Err, demi dia bisa tidur nyenyak?
Hell, dapatkah dia dipanggil pembunuh jika itu benar-benar terjadi? Oxanna tidak pernah bisa membayangkannya!
Sekitar dua puluh menit, Aarav menunggu dengan tatapan dingin dan tengah mengotak-atik benda elektronik di genggaman tangannya. Sedangkan Oxanna? Dia tengah berusaha mengalihkan degup jantungnya berdebar kuat dengan mengunyah buah-buahan yang telah dia kupas.
"Astaga, semoga Juan tidak datang," gumam Oxanna penuh harap sambil melirik ke arah jam dinding.
Dewi seakan-akan tidak ingin mengabulkan keinginannya. Baru saja mulutnya tertutup, pintu kamar rawat inap Aarav terbuka lalu menampilkan Juan masuk ke dalamnya dan disambut ponsel melayang ke arahnya. Hampir saja benda berat tersebut menghantam wajah Juan jika saja pria itu tidak memiliki reflek yang bagus!
"Apa yang kau lakukan, Kak?!" Juan berteriak kesal dengan mata melebar.
Aarav menatap Juan dengan tajam. "Keparat!"
Melihat mimik wajah Aarav yang pernah kakaknya tampilkan sewaktu mengusirnya dulu, Juan melemas. Dia tidak berekspresi apapun sambil berjalan mendekati tempat tidur.
"Ada yang mengganggumu, Kak?" Juan bertanya ketika berada di samping Aarav. Nada suaranya begitu sopan serta dingin.
Jika ini di dunia anime, mungkin akan ada la…
TUAN MUDA MANJA DARI MILAN
Pergi Lagi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments