"Oxanna!" Aarav berteriak histeris melihat wanita itu memuntahkan darah dengan wajah pucat. Dia segera berlari ke arahnya lalu menyentuh luka bekas tembak supaya tidak mengeluarkan darah lebih banyak.
"Bertahan lah!"
Kemudian, Aarav mengendong Oxanna yang meringis kesakitan dan membawanya ke dalam mobil. Mereka segera pergi ke sana menuju rumah sakit terdekat.
"Cepatlah, Morevo!" bentak Aarav tak sabaran pada Morevo yang saat ini menyetir padahal jalanan sedang padat.
Morevo kian menekan pedal gas sehingga kecepatan maksimal. Dia menyalip mobil-mobil besar dengan berjalan di tengah-tengah walaupun pengendara lainnya sudah menekan klakson karena kesal.
"Jangan tidur, nanti saat membuka mata, kau ada di neraka," ujar Aarav memperingati ketika Oxanna hampir saja memejamkan mata.
Oxanna masih mendengar kalimat itu pun perlahan-lahan kembali membuka matanya dan menatap Aarav sendu. Hingga, beberapa menit kemudian, mobil mereka berhenti di rumah sakit Skalov. Aarav segera menggendong sang istri menuju unit gawat darurat yang langsung ditangani oleh dokter serta perawat berjaga.
Aarav menunggu dengan tidak sabar. Matanya sedikit gentar ketika melihat Oxanna tengah mendapatkan RJP atau resusitasi jantung paru karena detak jantungnya lemah, nyaris hilang.
Dia ingin memprotes kala salah satu dokter fellow melakukan tindakan inkubasi atau kerap diartikan sebagai alat bantu pernapasan yang dimasukkan melalui tenggorokan. Aarav yang begitu awam takut terjadi sesuatu dengan Oxanna jika saja Morevo datang bersama Juan den menghentikannya.
"Ini gara-gara kau yang mengajak Oxanna ke tempat sialan itu," bentak Aarav murka sambil mencengkram kerah pakaian Juan. Teriakannya sukses membuat para tenaga kesehatan yang langsung menatap ke arah mereka dengan tatapan memprotes.
"Maaf, Tuan. Tolong jangan menganggu kami yang sedang menyelamatkan Nyonya Skalov," kata kepala perawat UGD tegas. Aarav meliriknya singkat kemudian menarik Juan agar lebih jauh dari sana.
Juan melepaskan cengkeraman…
TUAN MUDA MANJA DARI MILAN
Pucat
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments