Dor!
Suara tembakan tersebut menggema kuat di ruangan bawah tanah ini disusul getaran singkat yang berasal dari senjata api milik Oxanna kepada pria berbentuk monster tersebut. Saat ini, hanya itu senjata pelindung diri miliknya setelah pedang yang sebelumnya dipakai untuk melawan telah terbelah menjadi dua akibat monster ini.
Tidak ada yang mendengar keributan di sini, Oxanna berspekulasi sebab tak ada satupun bodyguard Aarav datang ke bawah sini setelah kelakuannya. Apa disengaja?
Total, ada 6 monster berbentuk manusia yang telah Oxanna lenyapkan. Dengan tubuh gemetar pelan, dia menelusuri setiap penjara untuk mencari tahu apakah ada lawan lagi atau tidak.
Sampai diujung ruangan, Oxanna melihat sebuah pintu besi. Dia berusaha membukanya dengan sekuat tenaga. Berhasil!
"Laboratorium?!" Mata Oxanna membelalak melihat ruangan tersebut adalah sebuah tempat penelitian sesuatu. Perlahan-lahan, dia melangkah lebih jauh ke dalam untuk mendapatkan hal besar lainnya.
Oxanna melihat beberapa orang memakai jubah putih dan peralatan pengaman. Dia segera sembunyi di balik meja tinggi yang menampung alat-alat kimia.
"Itu siapa? Aku seperti mengenalnya," gumam Oxanna memicingkan mata agar penglihatannya semakin tajam.
Orang itu tinggi dan berbentuk manusia normal, err, tidak seperti monster di depan yang saat ini tengah meracik sesuatu dengan bahan-bahan kimia. Oxanna memperhatikan dengan detail.
"Apa yang mereka lakukan?!" Oxanna hampir saja kelepasan berteriak ketika salah satu peneliti tersebut mengambil ramuan telah jadi lalu menghampiri ruangan kaca di tengah-tengah ruangan yang terdapat satu monster sedang diikat.
"Sial. Mereka mengembangkan virus monster?" Oxanna berdiri dan menarik pelatuk pistol. Ketika dia ingin menembak ke arah ruang kaca tersebut, monster yang tadi memberontak dan disuntik lama kelamaan melemah lalu pingsan. Dia menghentikan pergerakannya dan mengamati dalam diam.
"Apa yang terjadi?" gumam Oxanna pelan. Dia menunggu beberapa saat tapi tidak…
TUAN MUDA MANJA DARI MILAN
Korban
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments