Orang orang ini membawaku ke tengah hutan dan saat ini sedang merawat luka ku. Mereka terlihat tidak mengenalku sama sekali. Entah apakah mereka ini bodoh atau apa, yang pasti aku harus memalsukan identitas ku untuk sementara. Aku merasakan adanya hubungan antar orang orang ini dengan munculnya anjing bernama Orcus itu. Perawatan pun selesai, dan orang yang merawat ku itu sekarang berdiri dan meninggalkan ku setelahnya. Mata mereka bahkan tidak dapat mengenali Tonitrui yang ada di tanganku.
“Hei, kami semua sudah memperkenalkan diri masing masing, sekarang giliranmu.”
Aku menoleh ke belakang. Pria yang berbicara padaku saat ini bernama Bellator, cukup tampan untuk seukuran orang bodoh sepertinya. Siapa pun orang yang hidup di dunia ini pasti mengenal nama ku, Keres, apalagi nama keluargaku, Sanguis yang artinya darah. Jadi aku harus menggunakan nama dengan makna yang lebih ‘suci’ sebagai penyamaran.
“Flamen, Flamen Lucem.” jawabku secara singkat.
“Nama yang bagus.” sambung Bellator. Seperti yang dibilang olehnya tadi, mereka semua sudah memperkenalkan diri padaku. Ada 10 dari mereka, Helen, Phastos, Iatro, Splendico, Cano, Citus, Rivolus, Bellator yang ada di belakangku, Glacio, dan yang terakhir ada Adustio. Helen adalah perempuan yang baru saja merawat luka ku, terlihat seperti orang lugu dan mudah di manipulasi. Dia akan menjadi target pertama ku. Aku akan membasmi mereka satu per satu sambil menguras informasi apa pun dari mulut mereka. Di tambah dengan jebakan Daemones yang katanya tersebar di seluruh hutan ini akan sangat mempermudah pekerjaanku.
“Sedang memikirkan sesuatu ? Sebaiknya bukan niatan jahat.” ucap Bellator kembali padaku. Sialan, apa orang ini bisa membaca pikiran ku ?
“Itu hanya dugaan mu saja.”
“Lalu apa yang dilakukan seorang pendeta wanita di hutan malam malam begini ? Apalagi terluka berat seperti baru saja mengalami pertarungan.”
Sial, aku sepertinya memilih nama samaran yang salah, membuat namaku itu terdengar seperti semacam gelar atau apa…
Warwick
Among the foolish
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 48 Episodes
Comments